Marriage Life

Marriage Life
episode 23


__ADS_3

Arya masuk ke dalam kamarnya dengan wajah lelah. Seharian ini banyak sekali pekerjaan nya dari mulai di rumah sakit, menangani pasien operasi sampai pekerjaan nya di kantor yang harus mengurus para investor luar negeri. Sungguh tidak mudah menjalankan nya.


Saat masuk mata nya menangkap istri nya yang tertidur di karpet bulu dengan buku-buku berserakan. Seperti nya istri nya habis belajar. Sudut bibir nya terangkat melihat wajah pulas sang istri. Huh rasanya lelah nya hilang saat melihat wajah wanita yang berharga dalam hidup nya. Seperti nya Arya sudah termasuk dalam jajaran pria-pria bucin.


" Selalu cantik. " Gumamnya seraya menyingkirkan helaian rambut yang menempel di kening Kayla.


Cup.


Setelah mencium kening istri nya, dengan penuh kelembutan ia menggendong Kayla dan memindahkan nya ke kasur.


Setelah memastikan Kayla tidur dengan nyaman, ia membereskan buku-buku Kayla lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Mendengar gemericik air, membuat tidur Kayla sedikit terganggu. Ia mengerjabkan mata nya, membuka nya dengan perlahan. mata nya menoleh ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka. Bisa ia lihat Arya keluar dengan rambut basah.


" Sudah bangun? " Tanya Arya ketika menyadari istri nya sudah bangun dan terfokus melihat dirinya.


Kayla hanya mengangguk lalu bangkit dari tidurnya dan duduk di pinggir kasur. Ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah satu malam. " Lembur? " Tanya Kayla.


Arya mengangguk. " Banyak pasien. " Jawab Arya seadanya.


Kayla mengangguk lalu kaki nya melangkah ke meja belajar nya lalu membuka laci dan mengambil amplop putih dan memberikan nya pada Arya.


Arya menatap bingung ke arah Kayla. " Apa ini? " Tanya nya.


" Surat undangan untuk orang tua siswa." Sahut nya lalu duduk di samping Arya.


" Kamu buat salah di sekolah yah?. "Tanya nya penuh selidik karena yang Arya tau Kayla ini memiliki sikap bar-bar.


" Enak aja. Walaupun gue bar-bar gue gak pernah buat masalah di sekolah yah. " Protes nya seraya menabok lengan Arya.


" Yang sopan bahasanya kayla. " Tegur Arya.

__ADS_1


Kayla memutar bola matanya jengah. " Iya iya. "


Arya membuka amplop nya. Ternyata isi di dalam nya adalah surat undangan untuk orang tua siswa karena sebentar lagi ujian nasional akan berlangsung. Ngomong-ngomong soal ujian, Arya belum bertanya kepada istrinya setelah tamat akan berlanjut kemana.


" Kamu ada niatan mau kuliah Kay? " Tanya Arya.


Kayla mengangguk. " Ada. Rencana nya tu aku mau lanjut di universitas yang ada di Jogja. " Memang impian nya sedari dulu adalah berkuliah di Jogja, bagi nya di sana adalah kota impian bagi nya karena banyaknya destinasi wisata dan jajanan lokal yang Kayla sukai. Dari yang Kayla lihat pun di sana banyak lulusan mahasiswa yang berprestasi.


" Kenapa Jogja? Kenapa gak di Jakarta aja? di sini banyak universitas yang bagus kok. " Ucap Arya. Bukannya ia hendak melarang istri nya untuk berkuliah di Jogja tapi status nya sekarang sudah beda. Tidak mungkin bagi nya dan Kayla berpisah kota.


Kayla menoleh ke arah Arya. " Kayla hanya ingin di Jogja. Bagi Kayla Jogja itu indah. Dan di sana lah jurusan yang Kayla mau. " Jika Kayla sudah membahasakan dirinya dengan nama, itu berarti dia memang benar bersungguh-sungguh.


" Tapi Kay, kamu Uda gak seorang remaja single yang bisa pergi jauh gitu aja . Sekarang kamu Uda jadi istri orang. " Ucapnya seraya menatap langsung wajah Kayla.


Mendengar fakta itu, kayla merenung. Benar, ia sekarang sudah bukan remaja single yang bebas untuk menentukan pilihan. Sekarang ia sudah menjadi istri orang. Kayla melupakan fakta itu.


Melihat raut wajah istri nya yang sedih membuat Arya menghela nafas nya. Ia menggapai tangan Kayla lalu menggenggam nya dengan lembut. " Saya tau saya egois jika saya melarang kamu karena status kamu sekarang. Tapi saya juga gak mau saya jauh dengan istri saya sendiri. Itu di luar batas kemampuan saya Kayla. " Ujar nya lembut membuat Kayla menetaskan air mata nya. Jika begini Kayla yang merasa egois, egois karena memilih keinginan nya sendiri tanpa mengingat statusnya.


Cup.


Kayla memejamkan mata nya ketika Arya mengecup lembut kening nya. " Sekarang ayo tidur ini sudah larut, besok kamu sekolah. " Ajak Arya dan Kayla hanya menurut.


Malam ini mereka kembali tidur bersama bahkan bukan cuma malam ini, seterusnya juga akan begitu.


...****...


Pagi hari nya berjalan seperti biasa, selesai sholat subuh pasangan suami istri tersebut memulai aktivitas nya masing-masing di kamar. Yang satu sibuk dengan seragam sekolah nya dan yang satu sibuk dengan berkas-berkas kantor nya.


" Kayla kamu lihat map biru saya gak? " Teriak Arya dari ruang kerja nya. Kayla yang baru saja menutup tas menoleh ke segala arah dan mata nya menangkap map yang di maksud suami nya.


" ADA! " Balas nya teriak.

__ADS_1


Arya keluar dan menoleh ke arah Kayla. " Mana ?. " Tanya nya lagi.


" Tu. " Tunjuk nya tepat di atas sofa.


Arya mengangguk lalu mengambil nya dan memasukkan nya ke dalam tas kerja nya. Ia mencari dasi nya yang berada di meja rias lalu melirik ke arah Kayla yang menata rambut di cermin.


" Kayla saya bisa minta tolong sama kamu? " Kayla menoleh ke arah suami nya. " Minta tolong apa? "


" Tolong ambilkan dasi saya di dekat kamu. " Ucapnya yang di turuti oleh Kayla. Ia menghampiri suami nya lalu memberikan dasi tersebut.


" Pasangkan sekalian. " Titah nya yang mendapatkan penolakan dari sang istri. " Enggak. Biasanya juga bisa sendiri. "


" Dosa loh nolak suami. " Ucapnya mengingatkan membuat Kayla berdecak kesal.


" Yaudah nunduk cepat. " Ucapnya ketus. Karena perbedaan tinggi nya yang cukup jauh, Arya pun menunduk dan Kayla fokus melilit dasi nya di leher Arya.


Arya menarik kedua sudut bibir nya melihat wajah Kayla yang tidak ada ramah-ramah nya. " Jutek banget wajah nya. " Goda nya yang langsung mendapatkan pelototan dari Kayla.


" Diem! " Bukannya diam, Arya malah terkekeh gemas melihat nya. Kayla yang kesal langsung menarik kuat ikatan dasi nya membuat Arya langsung mengaduh.


" aduhh. Jangan kenceng-kenceng Kayla. " Tegur nya.


Kayla hanya abai. Setelah selesai ia memundurkan tubuh nya menjauh dari Arya. Jangan kalian kira Kayla tidak deg degan berdekatan dengan Arya sedekat itu. Rasa nya jantung Kayla ingin copot dari tempat nya.


" Makasih sayang. "


Cup.


Kayla mematung mendapat serangan langsung dari bibir nya. Sedangkan sang pelaku tanpa bersalah malah keluar dari kamar.


" Ya Allah jantung gue!. " Gumamnya histeris seraya menangkup wajah nya yang sudah memerah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2