Marriage Life

Marriage Life
Episode 16


__ADS_3

Kayla keluar dari mobil saat mobil berhenti di pelataran rumah. Ia berhenti ketika Arya melingkarkan tangan nya di seputaran pinggang kecil Kayla. Kayla mendengus melihat nya. Sudah bosan dia memperingati om suami nya ini untuk tidak menyentuh nya.


" Kayla mantu mama. "


Grepp.


Kayla dan Arya tersentak kaget ketika ada yang memeluk Kayla. Arya melepaskan rangkulannya saat tau siapa yang memeluk istri nya itu.


Melihat siapa yang memeluk nya, ia ikut membalas pelukan mama mertua nya itu. Mereka melepaskan pelukannya lalu Kayla tersenyum menatap mertua nya itu.


" Mama kapan pulang? " Tanya Kayla.


" Baru aja mama nyampe. Tadi mama nyariin kalian. " Jawab nya seraya berjalan beriringan dengan Kayla.


Arya menggelengkan kepala nya melihat mama nya seperti tidak melihat dirinya di sini. Dengan pelan, ia melangkah mengikuti kedua wanita beda usia tersebut.


" Mama bawa oleh-oleh banyak. Uda mama suruh pelayan untuk bawain ke kamar kamu. " Ucap Dania dengan antusias seraya duduk di sofa di ikuti oleh Kayla yang duduk di samping nya.


" makasih mama. " Kayla beruntung memiliki mertua yang baik hati nya. Padahal ia belum genap sebulan menikah dengan Arya, namun ia serasa sangat dekat dengan Dania.


" Kayla ayo bersih-bersih dulu. " Ajak Arya yang baru saja masuk.


" Eh iya kamu masih pakai baju sekolah sayang. Uda sana bersih-bersih dulu. " Titah Dania.


Kayla memperhatikan baju nya yang memang belum ia ganti lalu ia mengangguk. " Iya ma. " Lalu ia berjalan mengikuti Arya yang sudah menaiki tangga.


Saat masuk ke dalam kamar, bukannya langsung membersihkan diri, Kayla malah rebahan di kasur seraya memejamkan mata menikmati dinginnya AC ruangan ini.


" Kayla mandi dulu sana. " Tegur Arya ketika melihat istri nya malah memejamkan mata nya.


" Om-eh mas aja dulu. " Jawab nya tanpa mau membuka mata nya.


Arya menghela nafas nya. " Yaudah tapi kamu jangan tidur. " Ucapnya yang hanya di balas deheheman oleh Kayla. Setelah nya baru Arya masuk ke dalam kamar mandi.


15 menit kemudian Arya keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk di seputaran pinggang nya. Ia menggeleng pelan melihat istri nya tidak merubah posisi nya sama sekali.

__ADS_1


" Kayla mandi sana. " Suruh nya.


Kayla dengan malas bangkit dari tidurnya. Ia duduk dengan mata masih terpejam. Dengan pelan ia membuka mata nya yang terasa lengket saat di buka.


Ketika melihat apa yang di depan nya. Mata nya langsung melotot, dengan cepat ia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


" AAA KENAPA LO GAK PAKEK BAJU! " Teriaknya membuat Arya sedikit tersentak.


" Ya Allah Kayla suara kamu. " Arya meringis dengan memegang telinga nya yang berdenging.


" GANTI BAJU CEPAT! " Teriak nya kembali dengan Kayla tetap di posisi nya.


" Iya iya saya ganti baju. " Tukas nya seraya masuk ke dalam ruang ganti.


Kayla mengintip sedikit dari celah tangan nya, memastikan tidak ada lagi keberadaan Arya. Hembusan nafas lega terdengar saat Arya sudah tidak ada lagi.


" My jantung astaga. " Keluh nya dengan tangan memegang dada nya yang berdegup kencang.


" Tapi rezeki tau gak sih itu. Tau gitu gak gue suruh ganti baju dia. " Ucapnya dengan wajah mendramatisir. " Astaga Kayla pertahankan gengsi mu. Nanti tu om mesum besar kepala. " Dengan ocehan nya ia masuk ke dalam kamar mandi tanpa membawa baju yang biasanya ia bawa saat akan mandi.


" Mana sih ini tukang sate yang biasa! Saat gue lagi pengen dia nya ngilang. " Ucap seorang gadis yang sedang berjalan di trotoar dengan piyama bermotif panda.


" Ya Allah pengen sate. " Keluh nya dengan kesal seraya menendang-nendang batu yang ada di hadapannya.


Gadis yang ternyata adalah Tiara, Celingukan ke arah kanan dan kiri saat akan menyebrang jalan. Di rasa sepi tak ada pengendara yang lewat, ia menyebrang. Namun saat akan sampai di ujung seorang pengendara motor melaju kencang membuat ia tidak bisa mengelak dan terserempet.


" AAAA JANGAN DI TABRAK! "


Brukk


" ADUH. " Teriaknya sakit dengan tubuh terduduk di aspal. Ia meringis ketika merasakan sakit di pergelangan kaki nya dan tangan nya yang terluka karena terkena aspal.


Pengendara motor itu langsung memberhentikan motor nya ketika sadar ia telah menabrak seseorang. Ia turun lalu melepaskan helm nya. Dengan setengah berlari ia menghampiri Tiara.


" Mba! Mba gak papa? " Tanya pria yang ternyata adalah Abi, adik dari Arya.

__ADS_1


Tiara mendongak menatap wajah pria yang menabraknya dengan perasaan marah. " Gak papa mata Lo! Liat ni tangan gue lecet, kaki gue terkilir! Punya mata gak sih! Bawa motor kok ugal-ugalan!! " Ucapnya marah seraya memegang tangan nya yang sakit.


" Aduh maaf mba. Atau mau saya bawa ke rumah sakit aja. " Tawar Abi mencoba bernegosiasi.


" Gak perlu. " Balas nya ketus. Tiara itu anti rumah sakit. Jadi ia tidak akan mau jika di bawa ke rumah sakit.


" Atau gini, Saya antar mba nya pulang. " Tawar nya kembali yang mau tidak mau Tiara turuti.


" Yaudah antar gue. " Ucapnya ketus seraya bangkit dari duduk nya, namun gagal ketika kaki nya terasa sakit saat di gerakan.


Abi menghela nafas nya lalu tanpa aba-aba ia menggerakkan tangan nya untuk menggendong Tiara membuat Tiara memekik tertahan.


" Eh apaan ni! gue bisa jalan sendiri! " Teriaknya dengan tangan yang spontan mengalung di leher Abi.


" Jangan sok deh. Bangkit aja gak bisa apalagi jalan. " Ejek nya yang langsung mendapatkan tabokan dari Tiara.


Abi menurunkan Tiara di jok belakang motor nya lalu memasang helm untuk dirinya. Ia menatap sejenak wajah Tiara yang menahan sakit. " Maaf gue gak ada helm lagi. "


Tiara hanya mengangguk acuh. Fokus nya saat ini adalah rasa sakit di tubuh nya. Abi yang melihat itu jadi tidak tega. Dengan sedikit cepat, Abi langsung melajukan motor nya. Sepertinya ia akan mengantar Tiara ke rumah nya saja dulu, supaya bisa di obati oleh Arya di rumah.


Sangking fokus nya terhadap luka-luka nya, Tiara tidak menyadari jika jalan yang diambil oleh Abi bukanlah jalan ke rumah nya. Lagipula Abi juga tidak tau letak rumah Tiara yang ternyata hanya berjarak beberapa meter dari tempat kejadian tadi.


Abi menghentikan motor nya di pelataran rumah. Ia membuka helm nya dan menghadap ke arah Tiara yang belum menyadari Mereka berada dimana.


" Hey. " Panggil Abi.


Tiara mendongak lalu kening nya berkerut ketika bukan rumah nya yang ia lihat sekarang. " eh ini bukan rumah gue! " Pekik nya ketika menyadari ini bukan rumah nya


" Yang bilang rumah Lo siapa? Uda ayo masuk. Obati luka Lo dulu baru gue anterin ke rumah lo. " Ucap Abi seraya menyodorkan tangan nya ketika Tiara akan turun.


" Jadi ini rumah siapa? " Tanya nya ketika sudah turun dari motor Abi.


" Rumah gue. " Jawab Abi singkat seraya menuntun Tiara untuk masuk.


" Besar juga. " Gumam nya pelan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2