Marriage Life

Marriage Life
Episode 15


__ADS_3

" Dok pasien mengalami pendarahan. " Ucap dokter wanita yang sama-sama menangani pasien bersama Arya.


" Lakukan teknik menjepit. " dokter wanita tersebut mengangguk mendengar perintah Arya. Berjam-jam mereka melakukan operasi tumor otak yang di derita oleh anak remaja laki-laki.


Lampu operasi padam. dua dokter di dalam menghela nafas lega ketika operasi telah berhasil. Mereka melepaskan atribut operasi lalu keluar dari ruangan.


" Dokter Arya gak pernah ngecewain pasien. " Puji dokter wanita di samping Arya.


Saat ini mereka sedang berjalan berdua di sepanjang koridor rumah sakit.


" Dokter Celine bisa saja. Itu juga kuasa dari Allah. " Ujar Arya di sertai senyuman tipis.


Celine Pratiwi, Wanita yang berprofesi sebagai dokter tersebut adalah salah satu dokter terhebat di rumah sakit ini. Ia yang lebih sering mendampingi Arya untuk melakukan operasi. Dengan kecekatan dalam bekerja, ia sering mendapatkan gelar dokter wanita terbaik di sini. Jika nomor satu adalah Arya maka yang kedua adalah Celine.


Tidak asing lagi di telinga jika mendengar Arya dan Celine menjalin kedekatan karena sering berdua di rumah sakit ini. Namun itu hanya sebuah rumor, kenyataan nya mereka hanya sebagai rekan kerja yang profesional dalam menjalankan tugas. Namun selama satu tahun ini Celine di tugaskan di sebuah kota yang mengalami bencana, jadi baru kali ia kembali lagi bertugas dengan Nathan.


" Merendah untuk meroket ini yah. " Canda Celine yang membuat Arya terkekeh pelan.


" Dokter Celine juga tak kalah hebat. Semakin hari kerja anda semakin bagus. " Puji Arya kembali. " Anda juga mewakili rumah sakit ini untuk menangani korban bencana. "


Celine tersenyum kecil mendengar ucapan dokter di samping nya. " Terimakasih loh pujian nya. Saya terkesan jadi nya. " Kekeh nya di akhir kalimat.


Mereka tertawa bersama hingga menjadi sorotan para suster yang sedang berjaga. Bagaimana tidak dirumorkan jika menjalin hubungan, jika setiap mereka berdua Arya yang terkenal kaku mampu menciptakan tawa seperti itu.


Tidak tahu saja mereka jika seorang Arya Xaviero sudah memiliki istri yang cantik.


" Gimana kalo kita makan siang bareng? Uda lama kan gak makan bareng. "Tawar Celine.


" maaf sekali saya gak bisa. Ada keperluan di luar. " Ucapnya tak enak.


Celine tersenyum maklum. " Yaudah gak papa. Pasti urusan pekerjaan kan. "


Arya tersenyum lalu mengangguk. " Iya pekerjaan. Pekerjaan menjemput istri. " Lanjut nya dalam hati.


" Yaudah kalo gitu saya permisi dokter Celine. " Lalu Arya pergi dari sana meninggalkan Celine sendiri.


" Masih sama. " Gumam Celine dengan mata yang masih menatap lekat punggung Arya yang kian menjauh.

__ADS_1


...****...


Kayla menghentakkan kaki nya kesal. Sudah hampir satu jam ia menunggu jemputan dari Arya, tetapi tidak kelihatan dari tadi.


" Ini om-om kalo gak niat jemput bilang kenapa! Gue Uda lumutan nunggu di sini. " Gerutu nya kesal.


" Tau gini gue terima ajakan mantan tadi. " Ucapnya tanpa sadar. " Eh yakali nerima ajakan itu orang. Gengsi kali mau di letak mana ni muka. "


Kayla terus mengomel tanpa henti. Mulut ember nya tidak mau berhenti sedari tadi. Entah berapa banyak dosa nya karena mengumpati Arya sedari tadi.


Tin tin.


" Baru datang si om-om. " Ucapnya dengan mata memandang sinis ke arah Arya yang keluar dari mobil.


" Maaf Kayla saya tadi saya ada jadwal operasi. " sesal nya tepat di depan sang istri.


Kayla mencibir tanpa suara dan itu bisa di lihat oleh Arya. " Kebanyakan alasan. " Lalu ia berjalan masuk ke dalam mobil membuat Arya menghela nafas nya. Sepertinya ia lupa peraturan yang Arya buat.


Arya masuk ke dalam mobil lalu mulai melaju meninggalkan halte. Mereka sama-sama diam di dalam mobil.


" Om. " Panggil Kayla.


" Geli tau manggil begituan. " Protes nya dengan bibir mengerucut.


" Gak ada protes. Kamu sendiri yang nantangin saya. "


" Iya, iya mas. Puas. " Ucapnya dengan tidak ikhlas.


" Sangat puas. " Balas Arya dengan anggukan mantap, membuat Kayla gemas melihat suami nya. Iya gemas ingin bunuh. Ia melipat tangannya di depan dada lalu membuang wajah nya ke arah jendela.


Tidak lama mobil berhenti di sebuah restoran Jepang. Kayla menoleh ke arah Arya dengan raut bingung.


" Kita makan dulu di sini. " Ucapnya seraya membuka seat belt nya.


Kayla mengangguk lalu ikut melepaskan seat belt nya. ketika akan keluar, tangan nya di cekal oleh Arya. Saat berbalik badan, ia tertegun ketika Arya memakaikan jas di tubuh mungil nya.


" Pakai jas saya. " Ucapnya menjawab pertanyaan dalam pikiran Kayla.

__ADS_1


Kening nya berkerut bingung. " Kenapa? "


Arya menatap wajah kayla. " Nanti saya di kira om-om bawa anak SMA kalo seragam kamu keliatan. " Sahut nya yang membuat tawa Kayla keluar.


" Hahaha nyadar kali kalo emang Uda om-om. " Ledek nya dengan tawa menghiasi.


Arya mendengus lalu membuka pintu mobil. " Sudah-sudah. Ayo kita keluar. " Arya keluar dari mobil di ikuti oleh Kayla yang kelihatan lucu dengan jas kebesaran di tubuh nya. Tubuh Kayla itu kecil berbanding terbalik dengan Arya yang memiliki tubuh tegap dan sedikit berisi.


Dengan santai Arya merangkul pinggang Kayla dan menuntunnya masuk. Saat akan protes, Kayla sudah dihadiahi tatapan tajam dari suaminya itu membuat dirinya langsung terdiam. Huh ini tempat umum ia malas jika berdebat dengan Arya.


" Diam dan jangan banyak protes. " Ucapnya.


" Dasar om pedo. " Gumamnya pelan dan hanya bis di dengar oleh dia sendiri.


Mereka masuk ke dalam restoran yang furniture nya berbagai macam bentuk dengan khas negara Jepang. Jujur Kayla sangat menyukai makanan khas Jepang. Terutama sushi yang menjadi makanan favorit Kayla. Entah mengapa Arya mengajak nya kemari karena setahu nya Arya itu sangat suka makanan lokal yang memiliki cita rasa pedas, manis.


" Kamu suka sushi kan? " Tanya Arya yang di jawab anggukan oleh Kayla.


" Kok mas tau? " Tanya Kayla bingung tanpa canggung memanggil Arya dengan sebutan mas.


" Saya nebak aja. " Jawab nya asal.


" Mana ada begituan. Tebak menebak tapi bener. " Ucapnya kesal.


" Yasudah kalo tidak percaya. " Tidak lama pelayan wanita datang menghampiri mereka. Ia menawarkan beberapa menu terbaik di sini dengan sesekali mata nya menatap kagum ke arah Arya yang di sadari oleh Kayla. Apalagi pelayan itu hanya menawarkan Arya tidak dengan dirinya.


" Mba ada gak sushi rasa salmon pelakor? " Tanya kayla dengan wajah polos membuat pelayan tersebut menatap nya bingung termasuk Arya.


" Salmon pelakor? " Tanya nya heran.


Kayla mengangguk. " Iya. Masa gak ada sih. Manusia aja ada yang jadi pelakor masa ikan gak ada. Biar saya cari ikan yang jadi istri sah nya biar membasmi pelakor. Pelakor itu gak boleh berkeliaran bebas. Bahaya. " Ucapnya kembali membuat pelayan tersebut tersadar jika Kayla menyindir nya yang sedang menatap kagum Arya.


Arya menahan senyum nya mendengar ucapan istri nya. Melihat wajah pelayan yang sedikit malu, ia mulai memesan dan pelayan tersebut pergi dari sana.


" Kayla Kayla. kamu ada saja. " Kekeh Arya dengan gelengan kecil.


" Biarin aja. Suruh siapa genit. " Ucapnya tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2