Marriage Life

Marriage Life
Episode 22


__ADS_3

" Kita mau kemana ma? " Tanya Kayla sambil membantu mama nya dan madam Sonia menyiapkan beberapa makanan ringan.


" Mama mau aja kamu ketemu temen-temen mama sayang. " Jawab nya tanpa mengalihkan tatapan nya pada pekerjaan nya.


Ketika akan kembali bertanya, Madam Sonia datang dengan beberapa kotak makanan di tangan nya dan salah satu pelayan yang juga memegang kotak makanan. " Nyonya semua nya sudah selesai. " Beritahu nya yang di jawab anggukan oleh Dania.


" Yauda ayo sayang kita berangkat. " Ajak Dania yang di jawab anggukan oleh Kayla yang mengikuti nya di belakang.


Mereka pergi dengan sopir yang mengendarai mobil menuju tempat tujuan Dania. Sepanjang jalan Dania terus bertanya tentang hubungan Kayla dan Arya yang hanya di balas Kayla dengan sopan dan lembut. Ini mama mertua loh jadi harus sopan.


Saat sampai di pelataran rumah seseorang yang kata nya adalah teman dari Dania. Mereka berdua turun dan di sambut baik oleh tuan rumah.


" Hai Dania. I Miss you so much. " Ucap tuan rumah seraya memeluk singkat tubuh Dania.


" I Miss you too Tamara. " Balas Dania.


" Eh ini siapa Nia? Perasaan kamu gak punya anak gadis. " Tanya wanita yang bernama Tamara tersebut saat melihat Kayla yang berdiri di belakang temannya.


Kayla tersenyum kikuk saat di pandang dari atas sampai bawah oleh sosok wanita di depan nya ini. Tidak tahu kah dia jika dirinya risih di lihat seperti itu.


" eh iya ini menantu aku loh tam yang pernah aku ceritain itu. " Ucapnya seraya menarik lembut tubuh Kayla ke hadapan Tamara.


" Ayo sayang kenalin ini temen mama. "


Kayla menyalimi tangan Tamara yang di sambut dengan paksaan oleh Tamara, terlihat dari wajah nya. " Kayla Tan. " Ucapnya sopan.


" Tamara. " Balas nya singkat dan langsung melepaskan tangan nya begitu saja membuat Kayla merutuki orang tua di hadapannya ini. Berdosa banget kamu Kayla.


" Yaudah Nia ayo masuk. " Ajak nya dan langsung merangkul Dania agar masuk ke dalam meninggalkan Kayla yang misuh-misuh tidak jelas.


" Dasar tu orang tua gak di anggap nya gue ada. " Gumam nya kesal.


" KAYLA SAYANG AYO MASUK. " Kayla langsung masuk mendengar Teriakan mama mertua nya.


Seketika ia menyesal menyetujui untuk ikut dengan mertua nya saat melihat gerombolan ibu-ibu sosialita yang sedang duduk di sofa walaupun ada beberapa anak gadis mereka. Tidak tahukah jika ibu-ibu sudah merumpi akan lama siap nya.

__ADS_1


Dengan terpaksa ia duduk di samping mama mertua nya saat dania melambai ke arah nya.


" kenalin ini menantu aku loh jeng. " Ucap Dania mengenalkan Kayla kepada ibu-ibu yang ada di hadapannya dengan antusias.


" Cantik banget menantu kamu Dania. " Puji salah satu ibu-ibu yang ada di sana.


" Iya cantik banget. Mana wajah nya muda banget lagi. "


Kayla tersenyum kikuk mendengar pujian yang terlontar dari mulut mereka. Boleh kah ia sombong sedikit.


" Iya dong cantik. Menantu ku ini. " Ucap Dania bangga.


" Biasa aja pun. " Bisik Tamara yang mampu di dengar oleh Kayla karena jarak mereka tidak terlalu jauh.


" Ini ibu-ibu sensi amat sama gue kayak nya. " Batin nya kesal.


Obrolan berlanjut, Kayla memutuskan untuk pamit dari segerombolan ibu-ibu yang mulai menggosip tersebut. Gosip mereka terlalu vulgar sehingga tidak nyambung dengan telinga nya yang masih polos ini.


Kayla berjalan menuju taman belakang dimana terlihat seorang wanita duduk di bawah pohon rindang dengan kursi di bawah nya.


" Eh silahkan duduk aja. " Wanita itu menggeser tubuhnya dan melepaskan kacamata yang bertengger di wajah nya.


Kayla mengangguk lalu duduk di samping wanita itu. " Kamu anak nya salah satu ibu-ibu di dalam yah? " Tanya wanita itu.


Kayla mengangguk, " Kalo kakak? " Tanya Kayla balik.


" Saya anak nya yang punya rumah ini. " Jawab nya ramah.


" Oh anak nya Tante Tamara yah?. " Si Tante julid Sambung nya dalam hati.


Wanita itu mengangguk dengan senyuman. " Nama kamu siapa? "


" Kayla Arabella. Kalo kakak? " Tanya nya.


" Nama saya Celine. " Jawab nya.

__ADS_1


Kayla membulatkan mulut nya seraya mengangguk-anggukkan kepala nya mengerti. Ternyata anak nya beda ya seperti mama nya yang julid itu. Kayla memperhatikan Celine yang kembali fokus pada buku nya yang berbau medis itu.


" Kakak dokter yah? " Tanya nya penasaran.


Celine mengangkat kepala nya lalu mengangguk menjawab pertanyaan gadis di sebelah nya ini. " Iya saya dokter. Dokter spesialis bedah. "


" Wah hebat yah. Kelihatan nya kakak ini masih muda tapi Uda jadi dokter spesialis lagi. " Ujar nya antusias. Dari dulu ia sangat ingin menjadi dokter di usia muda dan membanggakan kedua orang tua nya.


" Bisa aja kamu. " Elak nya.


" Iya kakak hebat dari dulu tu aku pengen banget bisa jadi dokter di usia muda. Itu cita-cita aku banget. Tapi.... " Wajah Kayla langsung murung ketika mengingat saat ini ia sudah menjadi seorang istri yang pasti nya ketika tamat nanti ia akan sepenuhnya mengurusi kebutuhan rumah dan suami.


Celine mengerutkan kening nya melihat gadis remaja di depan nya ini murung. " Tapi kenapa? " Tanya nya bingung.


Kayla merubah raut wajah nya menjadi tersenyum lalu menggelengkan kepala nya. " Eh gak papa kak, aku bingung aja bisa tercapai apa enggak nanti nya. "


Celine tersenyum lembut lalu mengelus bahu Kayla. " Saya yakin kamu pasti bisa. Kalo kamu berusaha sungguh-sungguh pasti bisa. Dulu saya juga kayak kamu, gak yakin sama apa yang saya cita-citakan tapi berkat seseorang yang selalu mendukung saya dulu, saya menjadi tidak ragu lagi. Dia yang membuat saya menjadi seperti sekarang. " Ucapnya seraya mengingat seseorang yang selalu mendukung nya dulu bahkan sampai sekarang.


" Pasti orang itu istimewa ya untuk kakak? " Tanya nya sedikit menggoda.


Celine tersenyum kecil lalu mengangguk sebagai jawaban. " Sangat istimewa. " Gumamnya dengan pandangan penuh arti.


" Pasti orang itu seorang pria kan? Kelihatan dari raut wajah kakak. " Ujar nya menggoda yang di jawab tawa kecil oleh Celine.


" Sudah-sudah jangan di bahas lagi. " Ucap Celine yang di Jawab anggukan oleh Kayla.


" kalo boleh tau Kakak bekerja di rumah sakit mana? " Tanya Kayla.


Ketika Celine ingin menjawab, terdengar teriakan yang memanggil nama nya. Seperti nya itu Dania.


" Eh Uda dulu ya kak, kayak nya aku di panggil mama deh. See you again kak Celine. " Kayla beranjak dari duduk nya lalu melambaikan tangan nya ke arah Celine yang di jawab senyuman oleh wanita itu.


" Gadis yang manis. " Puji nya lalu kembali membaca buku nya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2