
Mobil Arya berhenti tepat di depan kediaman orang tua Kayla. Arya turun terlebih dahulu seraya membanting pintu mobil membuat Kayla terlonjak kaget. Kayla pun turun dari mobil lalu berlari kecil menyusul Arya.
" Om kok di tinggal sih. " Ucapnya kesal saat ia berada di sebelah Arya.
Arya hanya diam dan terus berjalan membuat Kayla mendengus kesal. Ada apa dengan suami nya ini tiba-tiba bersikap diam.
Saat akan membuka suara kembali, Kayla mendengar seseorang memanggil nama nya.
" Kayla. " Kayla melihat ke depan, bisa ia lihat papa dan mama nya berdiri di teras rumah, seperti nya sengaja menunggu mereka.
Wajah Kayla berubah berbinar. Ia berlari kecil lalu memeluk papa nya erat. " Kangen. " Ucapnya manja.
David terkekeh pelan melihat tingkah manja anak nya, ia ikut membalas pelukan anak nya. " Papa juga kangen. " Ucapnya.
Arya menggeleng pelan melihat tingkah Kayla lalu menghampiri mama mertua nya dan dengan sopan mencium tangan mertua nya. " Mama sehat? " Tanya nya yang di balas anggukan oleh Dania.
" Mama sehat. " Balas nya seraya tersenyum.
" Kayla gak nyusahin kan? " Tanya nya yang langsung mendapatkan protes dari anak nya.
" Mama! " Protes Kayla seraya melepaskan pelukannya dari papa nya.
" Loh mama kan cuma nanya kamu nyusahin apa enggak? Karena kamu itu orang nya tukang nyusahin. " Ucap Dania yang sengaja menggoda anak nya itu.
" Papa liat mama! "Adu nya pada sang papa yang membuat David menggeleng pelan melihat kelakuan anak dan mama itu yang jarang sekali akur. Bukannya baru ketemu temu kangen malah berantem.
" Sudah sudah ayo masuk. " Ajak David. Akhirnya mereka masuk bersama dan tentunya di selingi perdebatan anak dan mama yang sudah lama sekali tidak berdebat itu.
Saat akan duduk Kayla kembali melirik ke arah Arya yang masih diam tanpa mau berbicara dengan nya. Kayla masih heran ini kenapa suaminya berubah jadi batu yang diem terus. Padahal sebelum pergi hangat nya minta ampun.
" Jadi gimana perkembangan nya? " Tanya David kepada pasutri di depan nya ini.
" Perkembangan apa pa? " Tanya Kayla bingung seraya mengambil minuman untuk nya di meja.
" Buat cucu. "
Uhuk.
Kayla tersedak mendengar penuturan papa nya. Wajah nya memerah antara kaget dan kesal. Arya yang duduk di samping nya mengelus lembut tengkuk istri nya dengan diam.
" Papa! " Protes Kayla.
__ADS_1
" Loh emang papa salah nanya gitu. " Ucap David dengan wajah bingung.
" Tau ih. " Ucap Kayla kesal lalu pergi menaiki tangga seraya menghentakkan kaki nya. Kayla itu sedikit sensitif mengenai hal tersebut.
Dania menggeleng melihat tingkah anak nya itu. " Kamu baik-baik ajakan sama anak mama? " Tanya Dania kepada Arya. Biar gimanapun Kayla adalah anak satu-satunya yang sangat ia sayangi.
Arya tersenyum. " Alhamdulillah baik kok ma. " Ucapnya.
" Memang gak salah papa percaya sama kamu Ar. " Ucap David bangga.
" Yaudah mama mau ke atas dulu nyamperin Kayla. " Ucapnya lalu pergi dari sana.
...****...
Kayla masuk ke dalam kamar nya lalu sedikit membanting pintu tersebut. Ia duduk di kasur dengan wajah kesal nya. " Ih papa itu gak tau yah kalo anak nya sensitif sama kata-kata itu. Kesel banget. "
Kayla sibuk menggerutu di dalam kamar tanpa sadar kehadiran ibu nya tepat di depan kamar nya. Dania menggeleng kecil melihat tingkah anak nya yang masih kekanakan itu.
" Kayla. "
Kayla menoleh ke arah mama nya yang berjalan ke arah dirinya. Mama nya duduk di samping dirinya.
" Kok cemberut gitu. " Ucap Dania.
Dania tersenyum lembut menatap anak nya. " Mama tau menikah di usia kamu saat ini bukan hal yang mudah. Mama juga kaya kamu loh dulu nikah nya di jodohkan. " Beritahu nya.
Kayla masih cemberut. " Tapi mama Uda tamat sekolah sedangkan aku liat lulus aja belum. "
Dania dengan lembut mengelus Surai Kayla. Ia paham betul apa yang ada di pikiran dan hati anak nya. Dulu Dania juga begitu, tidak mudah bagi nya untuk menetapkan hati dan pikiran nya pada lelaki yang tiba-tiba hadir di hidup nya.
" Mama tau ini berat Kayla tapi gak ada salah nya terbuka kan? "
" Kay masih sekolah mah apa kata orang nanti kalo Kayla pecah perawan pas masih sekolah. " Ucapnya dengan wajah cemberut.
Dania terkekeh mendengar ucapan anak nya yang terlalu vulgar. " Ya Allah Kayla mulut nya. "
" Lagian mama sih! "
" Mama mau nanya gimana perasaan kamu saat ini sama Arya? " Tanya nya.
Kayla terdiam sejenak memikirkan jawaban dari pertanyaan mama nya yang cukup sulit untuk di jabarkan. " Hmm Kay gak tau pasti yang Kayla rasa. Tapi ma beberapa hari ini tu Kayla kepikiran terus sama om Arya terus suka deg-degan gitu. " Ujar nya.
__ADS_1
Dania tersenyum menatap penuh arti ke arah anak nya. " Anak mama ini ternyata Uda gede. Uda bisa jatuh cinta. " Ucapnya.
Kayla mengerjabkan mata nya. " Cinta? Jadi menurut mama Kay Uda jatuh cinta gitu? Kayak nya mama salah deh. Mana ada orang jatuh cinta cepet banget. " Sangkal nya.
Dania dengan gemas menangkup wajah anak nya. " Lihat mama! " Dengan menurut Kayla menatap mama nya.
" Kamu kalo deket Arya deg-degan kan? "
Kayla mengangguk.
" Setiap saat mikirin Arya walaupun sekilas? "
Kembali Kayla mengangguk.
" fiks itu tanda-tanda jatuh cinta!! " Ucap Dania keras membuat Kayla sedikit terkejut.
" Ih enggak mama!! "
" Cie jatuh cinta cie. " Goda Dania membuat Kayla menutup wajah nya malu.
" Mama jangan gitu ihh. " Rengek nya kesal.
" Cie anak mama Uda gede. " Kayla yang merasa malu langsung menyembunyikan wajah nya di balik bantal membuat tawa Dania pecah. Menggemaskan sekali putri nya yang sedang jatuh cinta ini.
" Mama keluar aja sana kalo masih mau goda anak nya. " Usir Kayla.
" Durhaka kamu yah ngusir- ngusir mama! " Ucapnya seraya berkacak pinggang.
" Bodo. " Ucap Kayla tak perduli.
" Dan satu lagi ya Kay. Ubah panggilan kamu sama Arya gak sopan manggil suami dengan sebutan Om. Dia itu suami kamu bukan om kamu. " Tegas nya yang hanya di balas deheman oleh Kayla.
Dania menggelengkan kepalanya lalu keluar dari kamar anak nya.
Kayla mengintip sedikit, melihat apa mama nya sudah pergi atau belum. Ia bernafas lega melihat mama nya sudah tidak ada di kamar nya.
Kayla berjalan menuju meja rias lalu duduk di sana. Ia menatap ke arah cermin lalu menangkup wajah nya. " Masak ia gue Uda jatuh cinta sama itu om-om. " Ucapnya tak percaya.
" Tapi kalo Deket dia suka deg-degan. " Ucapnya kembali dengan wajah yang mulai memerah. Ia menatap cermin dengan senyum-senyum malu.
" AAA MAMA KAYLA MALU!! " Teriaknya lalu mengigit gemas jari nya.
__ADS_1
Bersambung....