
"Alex.."
Alex menghela nafasnya ketika Tiara memanggilnya. "Ada apa? Meeting kita sudah selesai," ucap Alex dengan nada datar. Tiara menggigit bibir, Alex yang dulu dia kenal sangat berbeda dengan Alex yang sekarang. "Nona Tiara, sebentar lagi sudah mau makan siang. Istriku akan segera datang untuk mengantarkanku makan siang. Lebih baik kau pergi."
"Alex." Tiara maju mendekati Alex, lalu memegang tangan Alex. "Biarkan begini, sebentar saja," ucap Tiara yang tahu Alex ingin menepisnya, dia berusaha keras mengabaikan tatapan Alex.
Alex menghela nafas kasar. "Apa yang kau inginkan?" tanyanya sembari menghadap ke depan. Tiara menunduk, menggengam tangan Alex semakin erat.
"Aku benar-benar minta maaf atas kejadian masa lalu. Aku benar-benar tidak menyangka semuanya bisa seperti ini. Aku saat itu memutuskanmu sebenarnya bukan karena aku tidak nyaman denganmu. Tapi aku harus pergi ke Amerika, paksaan dari Ayahku. Jika tidak, dia bisa membuatmu celaka."
Mata Alex melebar, dia langsung menatap Tiara dengan tatapan tak percaya. Namun Tiara mengangguk, berusaha menyakinkan." Aku terpaksa memutuskanmu agar kau tidak mencariku lagi, agar kau bisa melupakanku.. Sungguh, hanya itu." Tiara menarik nafas"Aku ingin memperbaiki semuanya. Tapi ternyata kau sudah memilki istri yang menjadi pendamping hidupmu. "Tiara tersenyum miris. "Tapi tak apa. Bagus sekali jika kau bahagia."
"Tiara.." lirij Alex sembari memegang tangan Tiara, membalas gengamannya. "Apa yang kau katakan itu benar?"
l
Tiara mengangguk lesu. "Tapi sekarang kita sudah tidak bisa bersama kan?"
Alex menggeleng cepat. "Bisa! Kau dan aku bisa kembali bersama."
Tiara membulatkan matanya, menatap Alex tak percaya. Apakah maksudnya Alex..
--Marriage Life Part 6--
Alice tersenyum sembari berjalan ke arah ruangan Alex sembari sesekali membalas sapaan para karyawan disini. Semua karyawan disini memang sudah mengenalnya yang berstatus sebagai istri Alex. Alice membuka pintu dan baru saja ingin berteriak, namun langkahnya terhenti ketika melihat Alex bersama seorang wanita dan yang membuat Alice terkejut, wanita itu memegang tangan Alex dan Alex membalasnya!
Apa-apaan ini?!
"Tiara.. Apa yang kau katakan itu benar?"
Alice melebarkan mata. Tiara? Itu adalah nama mantan Alex, jadi apakah di hadapan Alex sekarang adalah Tiara? Alice menggeleng tak percaya.
"Tapi sekarang kita sudah tak bisa bersama lagi kan?"
Benar! Wanita itu benar-benar adalah Tiara! Namun yang membuat Alice membeli adalah ketika Alex menggeleng dan mengatakan hal yang sangat menyakitkan untuk Alice.
__ADS_1
"Bisa! Kau dan aku bisa kembali bersama."
Apa?! Jadi maksud Alex?! Alice menggeleng tak percaya, Alex selingkuh? Alex ingin selingkuh dengan mantannya sendiri? Saking terkejutnya, Alice mundur beberapa langkah ke belakang dna menutup pintu, dia tidak kuat lagi untuk sekedar mendengar apapun. Air mata Alice mengalir di pipinya. Bagaimana bisa Alex begitu tega kepadanya?
"Nona?"
Alice tersadar ketika ada yang memanggilnya. Dia menoleh dan menemukan salah satu karyawan Alex yang memanggilnya.
"Kau, kau bisa membantuku?" tanya Alice dengan suara pelan. Rasanya dia benar-benar lemas.
Dengan kening mergenyit. Dia mengangguk. "Tentu Nona. Ingin bantu apa?"
Alice memberikan makan siang Alex kepada karyawan itu. "Tolong berikan makanan ini kepada Pak Alex. Terima kasih."
"Eh! Nona!!"
Teriakan karyawan itu tidak dipedulukan oleh Alice, dia ingin pergi sejauh mungkin, dadanya benar-benar sesak. Karyawan itu geleng-geleng kepala, kemudian masuk kedalam setelah mengetuk pintu. Dia melihat Alex yang sedang bersama Tiara secara bergantian, apakah Alice cemburu karena ini? Tapi kan mereka rekan kerja.
Ya.. Mereka tidak berpegangan tangan seperti tadi.
Karyawan itu menggeleng sembari tersenyum. "Tidak apa-apa Pak, saya hanya ingin memberikan ini." Karyawan itu meletakkan makan siang Alex di meja. "Ini dari Nona Alice, tadi dia meminta saya yang memberikan ini kepada Bapak."
Alex melebarkan matanya. "Apa?! Kenapa dja memintamu yang membawanya?!" Ya.. Alex takut Alice mendengar semuanya.
"Saya juga kurang tahu Pak, tadi dia hanya mematung didepan ruangan Bapak, lalu aku melihatnya menangis dan dia memintaku untuk memberikan makan siang ini kepada Anda."
Alex menggeleng tak percaya. Pasti Alice salah paham kepadanya! Pasti Alice menangis karena melihatnya dan Tiara tadi.
"Alice.. Alice!!"
Alex langsung berlari keluar dari ruangannya, dia tidak peduli apapun, sekarang dipikirannya hanya ada Alice. Sedangkan Tiara, dia menatap sendu Alex yang berlari tadi seperti orang gila. Alice benar-benar sangat penting dalam hidup Alex dan tidak bisa terganti kan lagi. Tiara sudah tidak punya tempat lagi di hati seorang Alex.
--Marriage Life Part 5--
Alice berjalan dengan tatapan kosong menuju ke rumahnya tanpa menggunakan taksi. Dia sama sekali tidak peduli dengan dirinya yang sedaritadi menabrak orang yang berjalan didekatnya. Dia hanya terus berjalan dan berjalan dengan Alex dan Tiara yang masih memenuhi kepalanya dan tidak mau hilang.
__ADS_1
Alice kembali merasakan air matanya mengalir. Bagaimana bisa Alex tega kepadanya? Alice sudah menerimanya dan mencintainya dengan tulus, tapi dia mau kembali bersama Tiara? Alice yang terlalu tenggelam dalam kepikirannya sampai tidak sadar kalau dia langsung menyebrang dan tidak menyadari mobil sudah berjalan ke arah ya.
"NONA!! AWAS!!"
U"AWAS!! NONA!!"
Teriakan-teriakan orang-orang tak bisa membuat kesadaran Alice kembali. Namun Alice terkejur ketika tubuhnya dipeluk oleh seseorang dan tubuhnya terjatuh begitu saja ke aspal, namun tubuh Alice tidak tertimpa ke aspal karena orang yang memeluknya lah yang terkena aspal.
Alice melebarkan matanya. "Alex?" tanyanya terkejut.
Ya, yang tadi menolongnya adalah Alex.
Alice langsung berdiri dari tubuh Alex. Alex meringis sembari ikut berdiri dan memegang pundaknya. "Kau?! Kenapa kau disini?" tanya Alice tanpa menoleh ke arah Alex, masih ada kecewa yang terselip di hatinya.
"Nona! Tuan!" Alex dan Alice menoleh ketika nama mereka dipanggil dan warga berjalan ke arah mereka. "Kalian baik-baik saja."
Alice dan Alex mengangguk. "Iya kami baik-baik saja," jawab Alex.
"Syukurlah. Lain kali hatu-hati ya."
Alice hanya mengangguk sembari tersenyum untuk menjawabnya. Setelah itu warga itu pergi, meninggalkan mereka berdua lagi. Alice terkejut ketika Alex memegang pergelangan tangannya dengan erat.
"Alex! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!" ucap Alice sembari memberontak.
"Aku harus berbicara denganmu, ikut aku ke mobil," ucap Alex, lalu dengan snagat terpaksa menarik Alice kedalam mobilnya yang tidak jauh dari sini, karena tadi kebetulan Alex melihat Alice disana dan ingin menghampiri. Jika tidak Alice pasti tidak mau ikut dengannya, Alex harus menjelaskan semuanya kepada Alice.
.
.
.
.
.
__ADS_1
--To Be Continue--