Married With Mr Mafia

Married With Mr Mafia
Surat asli


__ADS_3

......................


Kak, Ini Aku Rendi.


Di asrama aku tidak bisa memakai smartphone karna itu dilarang, selain untuk menghubungi ayah dan ibu, kami dilarang untuk menggunakannya.


Hanya sampai dua semester awal Kak.


Kak, aku dengar kau masih tinggal dengan suami mu itu?


Kak! Dia pembunuh! Jauhi dia Kak, minta cerai! Menjauh darinya, dia sangat berbahaya Kak! Aku mohon kak, menjauh darinya!


Dia pembunuh!


Aku tau ceritanya sangat panjang, tapi kak, aku tau dari teman ku, dia pembunuh kak! Kak, menjauh darinya, lari kak!

__ADS_1


Dari Rendi! Adik mu, percaya pada ku kak.


Wush!


Dari sudut kertas tampak ada api yang menjalar, dari kecil menjadi besar, perlahan-lahan menghanguskan kertas yang Will sentuh ujungnya.


Saat api itu ingin sampai ke ujung jari Will, Will melepasnya hingga surat itu melayang di udara, tapi tidak pernah jatuh Ke lantai sebagai kertas, karna saat jatuh ke lantai, kertas yang berisi tulisan tangan Rendi itu sudah berubah menjadi abu debu yang terbang terbawa angin entah kemana perginya.


"Merepotkan saja, Kenapa dia harus ada saat aku melakukan itu ya. Hmm, takdir kah?"


Tapi sayang, kelakuan Will tanpa sengaja terlihat oleh Rendi. Will ingin membunuh Rendi detik itu juga sebagai saksi mata, tapi sayangnya tidak boleh kan? Rendi itu adik kesayangannya Gisha. Bisa-bisa Gisha setress saat dia sedang hamil jika mendengar kematian asik satu-satunya yang paling dia cintai.


Will tidak mau itu.


William tidak ingin mengambil resiko besar, dimana anaknya mungkin akan hilang dan istrinya akan setress. Will tidak mau itu terjadi, makanya Will mengurungkan niatnya untuk membunuh sang adik ipar yang merupakan saksi mata atas penembakan yang Will lakukan dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


"Padahal aku sudah mengancamnya untuk tutup mulut, tapi adik ipar ku ini malah berani-beraninya mengirim surat kepada kakaknya? Syukurlah aku tau lebih dulu, dan sudah menggantinya. Jika tidak, Gisha pasti akan mulai menjauh, dan mungkin teriak-teriak minta cerai."


"Kalau sampai Gisha minta cerai lagi ... aku, tidak akan bisa."


William sudah meminta Rendi agar diam, tapi sayang adiknya itu tidak mau diam dan terus saja mencoba menghubungi Gisha.


"Tidak ada ruginya meletakkan Gisha di rumah kakek, keamanan dan informasi yang masuk dan keluar bisa ku awasi dengan ketat. Rendi, jadi tidak bisa bertemu dengan Gisha sementara waktu. Ah, bagaimana ya cara membujuk adik ipar ku agar dia mau tetap diam dan tutup mulut demi kebahagiaan kita bersama?" Will berpikir sebentar. Jalan satu-satunya yang ada di kepalanya adalah menembak Rendi, atau memberinya racun agar kematiannya tanpa rasa sakit.


Tapi ...


"Memang orang yang paling aman menyimpan rahasia adalah orang mati. Tapi, jika harus membunuh adiknya Gisha, rasanya ..."


Will tidak bisa.


Will jadi agak kesal, kenapa adik iparnya itu begitu kekanak-kanakan dan tidak ingin bekerjasama dengan dirinya. Padahal Will sudah menjelaskan bahwa dia sangat menyayangi Gisha dan rela melakukan apapun asal bisa mempertahankan senyuman sang istri, tapi tetap Rendi masih tidak percaya.

__ADS_1


"Ini cukup rumit, harus ku selesaikan sebelum Gisha meminta bertemu dengan Rendi lagi."


__ADS_2