
Di sekolah, Yuyi yang sedang berlatih di belakang sekolah pun terus di teriaki oleh para murid Wanita.
"Yuyi! Wah! Dia melihat kesini!" ucap para murid Wanita
"Aku jadi malas sekarang" ucap Yuyi
Tiba tiba Yuyi mendapatkan informasi kalau Jepang gagal menuju ke olimpiade.
"Apa? Bagaimana bisa?" ucap Yuyi
Atlet Jepang berhasil di kalahkan oleh Atlet asal Indonesia yang membuat Jepang tidak memasuki olimpiade.
"Oke baiklah... Jepang gagal kali ini" ucap Yuyi
Yuyi pun melesatkan busurnya dan mengenai target jarak 50 meter yang membuat para murid Wanita makin berisik.
"Sepertinya hari ini cukup disini saja" ucap Yuyi
Yuyi pun menaruh semua peralatan panahannya dan pergi untuk ganti baju, semenjak kejadian itu, Zera tidak pernah lagi pergi ke sekolah, dia hanya berdiam diri di rumah.
"Di mana dia itu" ucap Yuyi sambil menunggu di depan gerbang
Vijan pun datang untuk membawakan hasil desainnya.
"Maaf telat, aku habis memperbaiki mobil ku" ucap Vijan
"Jadi ini hasil desain mu?" tanya Yuyi
"Iya benar, jika kau ingin meminta revisi kau boleh menelpon ku lagi" ucap Vijan
"Baiklah, mungkin ini bisa membuat dia menyukai desain ini" ucap Yuyi
Yuyi pun pergi ke ruangan OSIS untuk memperlihatkan hasil desain untuk perlombaan nanti.
"Desain ini sangat menarik, dari mulai bajunya hingga perlengkapan" ucap Yura
"Baguslah jika kau menyukainya" ucap Yuyi
"Jadi apa kita bisa mempersiapkan ini dalam seminggu?" tanya Yura
"Sepertinya bisa, aku akan meminta bantuan bodyguard ku" ucap Yuyi
"Oke baiklah, perlombaan akan di mulai seminggu lagi, jadi siap kan semuanya" ucap Yura
"Baiklah baiklah, aku akan mendengar ucapan mu" ucap Yuyi
Yuyi pun pergi ruangan OSIS.
"Sialan dia itu ingin membuat ku pingsan" ucap Yuyi
Yuyi pun pergi ke arah taman sekolah, namun saat sampai di taman, dia melihat Mory yang sedang duduk sambil mendengarkan lagu buatannya.
"Dia sedang mendengarkan lagu ya..." ucap Yuyi
Yuyi pun mendekati Mory dan memberikannya jus kaleng.
"Jus?" ucap Yuyi
__ADS_1
"Tentu" jawab Mory
Mory pun mengambil jus kaleng yang di berikan oleh Yuyi.
"Omong omong kau sedang menciptakan lagu baru?" tanya Yuyi
"Ya kali ini aku ingin menciptakan lagu solo ku" ucap Mory
"Begitu ya... Jadi itulah kenapa kau bernyanyi tadi" ucap Yuyi
"Kau mendengarnya ya...." ucap Mory yang malu
"Suara mu sangat indah.... Suara mu saat bernyanyi membuat ku serasa damai" ucap Yuyi
Mory yang mendengar perkataan Yuyi menjadi sangat malu dan wajahnya mulai memerah.
"Ada apa dengan wajahmu? Apa kau sakit?" tanya Yuyi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Mory
"Cukup!" ucap Mory sambil mendorong wajah Yuyi
"Kau ini kenapa?" tanya Yuyi
"Omong omong apa kau sudah memasarkan benda itu?" tanya Mory
"Tentang Linyer Tera? Aku masih belum memasarkannya" ucap Yuyi
Mory yang mendengar nama Tera pun sangat terkejut.
"Apa tadi kau bilang Tera? Apa kau menamakan cincin itu Linyer Tera?" ucap Mory yang terkejut
"Kau penasaran? Aku menamakan Tera di depan nama Linyer karena aku menyukai gadis waktu aku masih SD" ucap Yuyi
"Aku tidak mengenal pasti dirinya... Tapi dia bernama Tera Mory... Aku pikir itu adalah dirimu tapi sepertinya tidak mungkin" ucap Yuyi
"(Yuyi mengetahui nama lama ku... Apa maksudnya? Aku tidak pernah bertemu dengan Yuyi sebelumnya)" ucap Mory yang kebingungan
"Setelah melihat kau, aku mulai mencari kembali gadis itu walaupun saat SMP aku pernah melupakannya" ucap Yuyi
"Maaf... Tapi aku harus pergi sekarang" ucap Mory
Mory pun pergi dari sana dengan tergesa gesa, Yuyi yang melihat itu pun sangat kebingungan karena Mory tiba tiba pergi, namun Yuyi masih menganggap kalau gadis tersebut bukanlah Mory yang duduk bersamanya barusan.
"Dia semakin aneh saja" ucap Yuyi
Yuyi pun kembali ke dalam kelas untuk memasuki pelajaran setelah beberapa kali dia di panggil oleh Yura untuk ke ruangan OSIS.
"Anak itu tidak akan memanggil ku lagi kan?" ucap Yuyi
Tiba tiba Yura pun memanggil Yuyi kembali, Yuyi yang kesal pun meremas pulpennya hingga patah.
"Apa lagi yang dia inginkan!" ucap Yuyi
Yuyi pun pergi kembali ke ruangan OSIS. Yuyi pun langsung menendang pintu ruangan OSIS.
"Kenapa kau memanggil ku lagi!" ucap Yuyi
Yuyi pun melihat Yura yang sedang memanggang daging bersama Hira.
__ADS_1
"Apa... Apaan semua ini!!!" teriak Yuyi
"Kenapa kau berteriak?" tanya Hira
"Apa yang kalian buat di ruangan OSIS dasar bodoh! Sebaiknya kalian memanggangnya di atas atap!" ucap Yuyi
"Karena itulah kami memanggil mu, cepat angkat panggangan ini ke atas" ucap Yura
Yuyi pun menghela nafasnya, dia pun mengangkat panggangan itu ke atas atap.
"Cih sekarang apa lagi?" tanya Yuyi
"Sekarang bergabung lah bersama kami" ucap Hira
"Tidak aku tidak perlu, memakan kalori yang begitu banyak bisa membuat aku gendut" ucap Yuyi
"Apa maksudmu?" tanya Yura
Yuyi pun ingin pergi dari sana, namun sebelum pergi Yuyi menasehati mereka berdua.
"Sebaiknya kalian jangan makan terlalu banyak jika kalian tidak ingin menjadi gendut" ucap Yuyi
Yuyi yang mengetahui dirinya akan di lempari sesuatu pun langsung cepat cepat turun dari tangga.
"Sialan! Dia berani sekali bilang begitu!" ucap Yura
"Dia melompat dari atas sini ke tangga selanjutnya? Benar benar gila" ucap Hira
Yuyi pun berhasil turun ke bawah dan kelelahan karena tangganya sangat banyak.
"Aku benci tangga di sekolah ini" ucap Yuyi sambil bersandar di dinding
Yuyi pun melihat Giver yang sedang berlarian.
"Hmm? Kenapa dia berlarian?" ucap Yuyi yang kebingungan
Yuyi pun mengejar Giver untuk bertanya kenapa dia berlari larian di lorong sekolah.
"Hey Giver apa yang sedang kau kejar?" tanya Yuyi
"Aku sedang buru buru, pak kepala membutuhkan ku" ucap Giver
"Untuk apa?" tanya Yuyi
"Dia sedang merelai beberapa murid yang sedang berkelahi, jadi jika kau ingin membantu kau bisa ikut dengan ku" ucap Giver
"Oke baiklah" ucap Yuyi
Giver dan Yuyi pun pergi ke lapangan sekolah, mereka pun melihat para murid yang sedang berkelahi.
"Apa apaan ini!" ucap Yuyi
"Ini benar benar gawat, kenapa ada perkelahian antara 2 kubu yang berbeda" ucap Giver
Kepala sekolah pun melihat Yuyi dan Giver yang sudah sampai di lapangan sekolah, Kepala sekolah meminta mereka untuk ikut melerai perkelahian ini.
"Kalian berdua, cepat tolong bapak" ucap Kepala Sekolah
__ADS_1
Yuyi dan Giver pun langsung pergi ke dua kubu yang sedang berkelahi dan menghajar mereka satu persatu.
"Kenapa kalian malah ikut berkelahi juga!" ucap Kepala Sekolah yang marah