MASA LALU ATAU MASA DEPAN

MASA LALU ATAU MASA DEPAN
Pertandingan Ketiga


__ADS_3

Di sekolah, Yuyi membawa panah Light Eagle nya yang membuat Mory terkejut karena itu akan menarik perhatian murid lain.


"Kenapa kau membawa panah Light Eagle mu?" tanya Mory


"Ya aku hanya ingin memberikan hasil yang baik... Terlebih lagi aku akan memberikan contoh yang benar kepada murid murid club panahan" ucap Yuyi


"Tentang perlombaan itu ya, perlombaannya akan di mulai 1 bulan lagi, mungkin kau bisa menghadapinya" ucap Mory


"Hmm? Kenapa kau hari ini sangat bahagia?" tanya Yuyi


"Sudahlah, ayo kita bersiap siap" ucap Mory sambil menarik Yuyi


"Ah ya... Baiklah" ucap Yuyi


Mereka berdua pun berkumpul di tempat tim Biru agar bersiap siap untuk melakukan pertandingan panahan, namun Vijan tidak ikut karena dia tidak bisa memanah, dia pun di gantikan oleh Ciwey.


"Oi oi, kenapa pemimpin bisa turun tangan seperti itu" ucap Yuyi yang kebingungan


"Vijan tidak bisa memanah, jadi aku saja yang menggantikannya" ucap Ciwey


"Kenapa harus ada pertandingan Memanah sih!" ucap Vijan yang kesal


"Jadi apa kau bisa memanah?" tanya Yuyi kepada Ciwey


"Ya tentu, karena aku pernah bergabung ke dalam Club panahan saat SMP" ucap Ciwey


Yuyi pun melihat cara Ciwey memegang panahnya dan ancang ancang nya, Yuyi pun mempercayai kalau Ciwey bisa panahan walaupun Yuyi yakin kalau Ciwey tidak bisa mengalahkan Giver.


"Jadi apa kau ingin bertukaran dengan ku Yuyi?" tanya Mory


"Tidak, aku bisa mengatasi ini" ucap Yuyi


Yuyi pun mengeluarkan panah Light Eaglenya, murid murid lain pun takjub dengan desain dari panah tersebut seperti sayap elang berwarna putih.


"Woah! Panah yang keren! Itu Light Eagle! Kenapa dia membawa panah bagus kesini" ucap para murid murid


"Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Ciwey yang terkejut


"Hmm? Bukannya panah ini sudah ramai yang memakainya? Contohnya milik Mory" ucap Yuyi yang kebingungan


"Dari mana kau mengetahuinya?" tanya Mory yang terkejut


"Ah ya... Saat aku berkunjung ke rumah mu itu, aku tidak sengaja tersesat ke dalam ruangan tempat penyimpanan panah mu, tapi aku melihat satu panah Eagle yang berada di dalam kaca, jadi aku kira kau tidak ingin memakainya lagi ya" ucap Yuyi


"Eh? Apa maksudmu tersesat di rumahnya?" tanya Vijan


"Ah begitu ya..." ucap Mory

__ADS_1


"Seluruh peserta yang akan mengikuti perlombaan harap bersiap siap!"


"Sepertinya sudah saatnya kita ke tengah lapangan" ucap Yuyi


"Ya kau benar" ucap Ciwey


"Kalian berdua semangatlah!" ucap Mory dan Vijan


Ciwey dan Yuyi pun pergi ke tengah lapangan untuk berdiri di tempat target mereka masing masing, namun Yuyi berdiri di samping Giver yang membuat Giver menatap Yuyi dengan kesal.


"Aku akan menangkan pertandingan ini" ucap Giver sambil memasang wajah kesal


"Oke... Baiklah..." ucap Yuyi yang kebingungan


Semua tim pun bersiap, namun Felix dan Seya sedang bertengkar karena kejadian kemarin yang membuat tim Felix terjebak.


"Sialan! Aku akan akan mengalahmu hari ini!" ucap Felix


"Coba saja!" ucap Seya


"Hey hey sudahlah, atau kalian akan di diskualifikasi" ucap Ciwey


Semua tim pun bersiap, peraturannya adalah ada 3 ronde, ronde pertama siapa yang mendapat poin terendah maka akan gugur, dan di ronde kedua jika 2 peserta memiliki poin terenda, maka 2 peserta tersebut akan gugur, dan peserta terakhir akan melawan di ronde ke 3.


"Peraturan macam apa itu!" ucap Felix


"Gila! Peluit baru saja di bunyikan!" ucap Felix


"Apa apaan ini!" ucap Seya


Ciwey pun melepaskan busurnya dan mengenai 9 poin, hal tersebut sudah sangat bagus untuk dia yang baru kembali memanah setelah 3 tahun lalu semenjak dia SMP.


"Ini lumayan sulit" ucap Ciwey


"Bro... Seperti salah satu dari kita akan ada yang gugur" ucap Felix


"Jika itu ada, maka kau yang akan gugur" ucap Seya


Seya dan Felix pun melepaskan busur mereka, namun Seya berhasil mendapatkan 9 poin, sedangkan Felix hanya mendapatkan 8 poin yang membuat Tim Kuning harus gugur duluan di ronde pertama.


"Sialan" ucap Hira yang kesal


"Yeah! Bagus Seya!" ucap Yura


"Sebaiknya kita tenang saja, karena dua orang itu pasti akan masuk ke final" ucap Vijan


"Eh? Apa kau menganggap kalau Ciwey tidak bisa mengalahkan mereka?" tanya anggota Tim Ungu

__ADS_1


"Mereka berdua itu atlet... Jadi mending menyerah saja" ucap Vijan


Ronde kedua pun target di jauhkan sepanjang 60 meter demi menambah tantangan, Seya yang melihat itu pun sangat ketakutan karena dia tidak yakin akan bisa mencapainya.


"Kenapa di perpanjang 10 meter!" ucap Seya


"Itu sudah biasa di dunia perpanahan" ucap Ciwey


Giver dan Yuyi pun dengan santai berhasil mendapatkan 10 poin lagi, sedangkan Ciwey masih ancang ancang untuk menargetkannya, Vijan yang melihat itu pun langsung berbalik badan.


"Kita sudah kalah" ucap Vijan


Ciwey pun melesatkan busurnya dan mendapatkan 10 poin yang membuat Vijan, Giver dan Yuyi sangat terkejut.


"Apa apaan itu!" ucap Hira


"Hah! Bagaimana bisa!" ucap Giver


"Apa!" ucap Vijan yang terkejut


"Woah! Ciwey berhasil mendapatkan 10 poin! Itu sangat hebat!" ucap para murid murid Tim Ungu


Seya pun mencobanya, namun dia hanya mendapatkan 9 poin saja yang membuatnya gugur, karena Ciwey, Giver, Yuyi mendapatkan 10 poin, maka mereka naik ke ronde ketiga.


"Tidak apa apa bro" ucap Yuyi sambil memegang pundak Seya


"Aku sudah menduganya, kalau aku memang tidak bisa mengalahkan kalian" ucap Seya


Seya pun kembali ke Timnya, namun Yura tetap menyemangatinya untuk perlombaan terakhir besok yaitu perlombaan lari estafet.


"Maaf kan aku" ucap Seya


"Tidak masalah... Tapi berjanjilah, kalau kau akan memberikan hasil yang terbaik di perlombaan terakhir besok" ucap Yura


"Ya... Baiklah" ucap Seya


Ronde ketiga, target pun di jauhkan 70 meter yang membuat Ciwey tidak bisa membidiknya karena sangat susah, angin pun juga dapat membuat busur berbelok arah, namun Yuyi dan Giver pun harus kembali menghadapi target 70 meter itu yang membuat mereka berdua mulai serius.


"Ciwey! Menyerah saja! Kau tidak akan bisa mengenainya" ucap Mory


Ciwey pun melesatkan busurnya, namun busurnya terlalu samping yang membuat dia tidak mengenai target dan harus gugur di posisi ke 3, Yuyi dan Giver pun mulai fokus untuk konsentrasi penuh.


"(Miring sedikit, akan merubah segalanya)" ucap Yuyi


"(Ini benar benar berat, apa lagi ini di ruangan terbuka)" ucap Giver


"Baiklah! Kalian berdua! Mulai!"

__ADS_1


__ADS_2