
Saat pulang sekolah, Yuyi pun mampir ke rumah Mory karena kemarin dia tidak jadi mampir gara gara Vijan yang mengejarnya.
"Ini sushi untuk mu, perlombaan akan mulai 2 hari lagi, jadi makanlah yang banyak" ucap Yuyi
"Kenapa kau membeli sushi terlalu banyak! Apa kau ingin membuat ku gendut?" tanya Mory
"Tidak, aku hanya ingin energi mu kembali lagi, kau tau? Vijan akan bergabung ke dalam tim Ciwey" ucap Yuyi
"Apa maksudmu? Bukannya Vijan tidak satu sekolah dengan kita" ucap Mory yang kebingungan
"Dia sudah pindah ke sekolah kita, mungkin anak itu ingin mengincar hati Ciwey" ucap Yuyi
Yuyi pun melihat Mory yang memakan sushi sangat berantakan dan membuat mulutnya menjadi kotor, Yuyi pun langsung mengeluarkan sapu tangan dari kantong bajunya.
"Kau ini seperti anak anak saja, pelan pelan saja" ujar Yuyi sambil membersihkan mulut Mory
"Kyaaa!!" teriak Mory yang terkejut karena Yuyi memegang pipinya
"Eh? Kenapa kau berteriak!" ucap Yuyi yang kebingungan
"Kenapa kau memegang pipi ku!" ucap Mory dengan wajah yang memerah
"Baiklah baiklah... Aku akan membersihkan mulutmu tanpa menyentuh pipi mu" ucap Yuyi
Yuyi pun membersihkan mulut Mory dan membuat Mory mulai menyukai Yuyi karena Mory suka dengan laki laki yang sangat perhatian, apalagi Yuyi berasal dari Keluarga Light yang notabenenya Keluarga terkaya di Jepang.
"Baiklah, makanlah pelan pelan" ucap Yuyi
Tiba tiba Vijan menelpon.
"Vijan menelpon? Apa kau tidak mengangkatnya?" tanya Mory
"Iya baiklah, aku akan mengangkat telpon darinya" ucap Yuyi
Yuyi pun mengangkat telpon dari Vijan, namun tiba tiba Vijan berteriak dan membuat Yuyi kesal.
"Kenapa kau berteriak!" ucap Yuyi
"Nanti malam jangan lupa untuk ke Festival!" ucap Vijan
"Iya iya baiklah!" ucap Yuyi yang kesal
Yuyi pun mematikan telponnya.
"Ada apa? Kenapa Vijan menelpon mu?" tanya Mory
"Ah itu... Bagaimana ya bilangnya" ucap Yuyi
"Hmm?" ucap Mory
"Kau mau ikut bersama ku ke Festival Kembang Api?" tanya Yuyi
__ADS_1
"Apa?" ucap Mory yang terkejut
"Ya... Jika kau tidak ingin ikut tidak apa apa..." ucap Yuyi
"Aku ikut!" ucap Mory sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yuyi
"Alright, pakailah Kimono mu nanti" ucap Yuyi
Yuyi pun bermain game di rumah Mory hingga sore, saat sore telah tiba, mereka mulai menukar baju mereka untuk pergi ke Festival Kembang Api, namun Mory sangat lama untuk memakai Kimononya, Yuyi pun menunggunya di depan rumah.
"Hey Vijan, aku akan segera pergi" ucap Yuyi sambil menelpon Vijan
"Oke baiklah, kita akan bertemu di depan gerbang Festival nanti" ucap Vijan
Yuyi pun mematikan telponnya, dan Mory pun sudah selesai memakai Kimononya.
"Maaf membuat mu menunggu" ucap Mory
Yuyi pun melihat ke arah Mory, Yuyi pun sangat terkejut karena Mory sangat cantik jika memakai Kimono.
"Hey kenapa kau terdiam?" tanya Mory
"(Dia sangat cantik)" ucap Yuyi
"Hey? Kenapa kau melihat ke arah ku seperti itu?" tanya Mory yang kebingungan
"Ah tidak apa apa... Ayo masuk" ucap Yuyi yang panik
"Baiklah Nona, ayo masuk ke dalam mobil" ucap Vijan sambil membukakan pintu mobilnya
"Berhentilah memanggilku dengan sebutan Nona" ucap Ciwey dengan wajah yang memerah
Vijan dan Ciwey pun pergi ke Festival Kembang Api, namun Vijan masih belum bisa menjawab pertanyaan dari Yuyi di sekolah tadi.
Jam 10 pagi di sekolah....
"Jadi apa kau menyukai Ciwey?" tanya Yuyi
Vijan pun terdiam untuk sementara dan tidak melanjutkan langkahnya.
"Tidak... Aku masih.... Belum tau..." ucap Vijan
"Apa maksudmu?" tanya Yuyi yang kebingungan dengan perkataan Vijan
Vijan pun berbalik dan melihat ke arah Yuyi yang membuat Yuyi mulai gemetaran karena dia mengira kalau Vijan akan marah kepadanya.
"(Dia ini sepertinya marah)" ucap Yuyi yang panik
"Aku akan membantu Ciwey untuk menang" ucap Vijan
"Eh?" ucap Yuyi yang kebingungan
__ADS_1
Vijan memutuskan untuk bergabung ke dalam tim Ungu yaitu tim Ciwey, Ciwey sangat ahli dalam bidang olahraga, tubuhnya lebih ke arah tubuh Atletik dari pada tubuh Idol, tidak heran kenapa Ciwey pernah menjuarai beberapa perlombaan seperti berenang gaya bebas 200 meter.
"(Wanita ini lebih hebat dari ku)" ucap Vijan sambil menyetir mobilnya
Disisi lain, Giver pun memutuskan untuk bergabung ke tim Pink yaitu tim Zera, Giver memilih tim Pink karena dia di paksa oleh Zora, karena paksaan tersebut, Giver mulai merasa tidak enak dengan Yura.
"Aku tidak tau kenapa aku memilih tim Pink dari pada tim Hijau..." ucap Giver
Giver pun melihat jadwal perlombaan yang tinggal 2 hari lagi, Giver pun memutuskan untuk mengalahkan Yuyi di perlombaan nanti.
"Tidak peduli jika dia berada di tim manapun, aku akan tetap mengalahkannya" ucap Giver yang masih kesal
Giver menelpon Zora.
"Bagaimana?" tanya Zora
"Aku akan menjadi tangan kanan mu" ucap Giver
"Ternyata kau mulai sadar ya...." ucap Zora
Giver pun memutuskan untuk memperkuat tim Pink, sedangkan tim Hijau masih belum mempunyai laki laki yang akan memperkuat timnya.
"Jadi dia tidak menerima tawaran ku ya.." ucap Yura sambil melihat pesan dari Giver
Tiba tiba Seya mengirimkan pesan kepada Yura yang membuat Yura terkejut.
"Yura, aku akan memperkuat tim mu, walaupun kau tidak begitu yakin dengan ku, tapi serahkan semuanya pada ku" isi pesan dari Seya
Yura yang melihat isi pesan dari Seya pun langsung menyetujuinya karena Yura tau kalau Seya merupakan mantan Atlet lari, dan hal tersebut membuat keuntungan besar kepada tim Yura.
Disisi lain, Hira kembali menghubungi Felix, Hira menyetujui kalau Felix boleh bergabung ke dalam timnya.
"Kau tau Hira? Jika Yuyi mengikuti perlombaan, maka kita semua akan tamat" ucap Felix
"Apa maksudmu?" tanya Hira yang kebingungan
"Kau akan melihat kesempurnaan dari seorang Yuyi nantinya, tapi dia tidak akan bisa mengalahkanku" ucap Felix
Felix pun mulai mengakui kalau Yuyi kuat, namun Felix masih belum mengakui kalau Yuyi bisa mengalahkannya, Hira yang mendengar perkataan Felix pun mulai merasa kalau Felix berada di atas Yuyi.
"Aku nantikan hasilnya... Jangan buat aku kecewa" ucap Hira
"Oke baiklah" ucap Felix
Hira pun menutup telponnya,Disisi lain, Yuyi yang sedang menyetir pun berbicara kepada Mory tentang perlombaan.
"Mory, aku akan memperkuat tim Biru mu dalam perlombaan ini" ucap Yuyi yang serius
"Apa? Tapi kenapa kau memutuskan untuk bergabung ke dalam tim ku?" tanya Mory yang terkejut mendengar perkataan Yuyi
"Aku tidak memandang kelemahan di dalam tim Biru, tapi selama perlombaannya adalah tim, maka aku berjanji akan membawa tim Biru menjadi juara" ujar Yuyi sambil menatap wajah Mory
__ADS_1