
"Para suporter wanita sangat benar benar berisik, bagaimana cara mengatasi mereka" ucap Vijan yang berdiri di samping Yuyi
"Aku tau..." ucap Yuyi
Yuyi pun menaikkan poninya dan membuat para murid wanita pingsan karena ketampanan Yuyi yang memikat seluruh hati murid wanita.
"Apa apan itu..." ucap Yura yang kebingungan
"Hah! Dia menaikkan poninya!" ucap Mory yang terkejut
"Sangat tampan..." ucap Hira
"Kau bilang apa tadi?" ucap Felix
"Tidak... Tidak ada apa apa" ucap Hira yang panik
Seluruh murid terpanah dengan ketampanan Yuyi, anggota OSIS pun meminta agar Yuyi menurunkan kembali poninya atau pertandingan tidak akan di lanjut.
"Eh.. tolong kak Yuyi... Poninya turunkan lagi" ucap anggota OSIS
"Oke baiklah, padahal aku juga benci untuk mengangkat poniku" ucap Yuyi sambil menurunkan poninya
"Sebaiknya kau diam saja, agar tidak banyak suporter wanita yang berjatuhan" ucap Vijan
"Hey Vijan, jangan berbicara dengan Yuyi dan fokuslah pada pertandingan!" ucap Ciwey
"Ah ya baiklah! Kau berisik sekali Nona!" ucap Vijan
"Sebaiknya kita mengambil ikat kepala Yuyi terlebih dahulu agar dia keluar" ucap anggota tim Pink
"Tidak... Kita akan mengambil ikat kepala anak yang berada di tim Ungu itu dulu" ucap Giver
"Hah? Apa maksudmu mengincar Vijan? Apa kau ingin kalah?" ucap anggota tim Pink yang kebingungan
"Aku ada strategi" ucap Giver
Pertandingan pun akan di mulai, semua tim harus bersiap siap, kawasan mereka hanya lapangan sekolah saja, jika melewati garis lapangan sekolah, maka tim tersebut akan di diskualifikasi.
"Baiklah! Pertandingan di mulai!" ucap anggota OSIS
Pertandingan pun di mulai, seluruh tim mulai berpencar dan memakai strategi mereka masing masing, namun tim Hijau yang di pimpin oleh Seya bermain cukup bar bar, karena mereka langsung mengincar ikat kepala Yuyi.
"Hey kenapa kau mengincar ikat kepala ku duluan!" ucap Yuyi panik
"Karena kau sangat susah di kalahkan Yuyi" ucap Seya
tim Hijau dan tim Biru pun bentrok dan Yuyi harus menghadapi Seya, karena anggota mereka harus melawan satu sama lain, karena Seya merupakan mantan Atlet lari, tidak mungkin jika Yuyi memakai strategi kabur karena dia pasti akan tertangkap.
"Sial bagaimana ini" ucap Yuyi
"Kau tidak akan bisa lepas dari ku!" ucap Seya
__ADS_1
"Yuyi! Bertahanlah!" teriak Mory
Yuyi pun berpikir keras sambil menghindari Seya yang ingin mengambil ikat kepalanya, Yuyi pun mendapat ide untuk menghancurkan tim Hijau.
"Tim Biru! Berpencar!" ucap Yuyi
"Baik!" ucap seluruh anggota Tim Biru
Seluruh anggota Tim Biru pun berpencar ke pertarungan Tim lain dan membuat Tim Hijau harus berpindah target.
"Sial! Mereka semua berpencar!" ucap Seya
Tiba tiba Felix datang dan melompat ke arah Seya, namun Seya memiliki reflek yang cepat yang membuatnya bisa menghindar dengan cepat.
"Hampir..." ucap Seya yang panik
"Haha... Sekarang Tim Kuning akan melawan Tim Hijau mu" ucap Felix
Felix pun menyuruh seluruh anggota Tim Kuning untuk menyerang anggota Tim Hijau, sedangkan Felix akan melawan Seya seorang diri.
"Kau tau Seya? Sebaiknya kau kabur saja, jika tidak kau akan kalah" ucap Felix
"Hey aku ini bukan pecundang" ucap Seya
Namun tiba tiba ketiga anggota Tim Hijau berhasil di rebut ikat kepala mereka oleh Tim Kuning, hal tersebut membuat Seya panik.
"Bagaimana bisa!" ucap Seya yang panik
Felix pun ingin mengambil ikat kepala milik Seya agar Tim Hijau benar benar kalah, namun tiba tiba Yura menyuruh Seya agar kabur saja.
"Seya! Kaburlah!" ucap Yura
Seya pun menunduk dan menghindari Felix.
"Sial! Jangan kabur!" ucap Felix
Felix dan anggota Tim Kuning pun mengejar Seya, namun tiba tiba Tim Biru datang dari belakang dan mengambil ketiga ikat kepala milik Tim Kuning.
"Hah?" ucap Felix yang terkejut
"Sebaiknya kau jangan terlalu fokus dengan objektif mu, tapi lihatlah sekitaranmu" ucap Yuyi
Yuyi sudah memikirkan ide tersebut, dia sengaja memecah anggota Timnya sementara karena dia melihat Felix yang berlari ke arah Seya tadi, dia pun berencana untuk membuat Felix dan Seya bertarung terlebih dahulu, dan rencana mereka pun berjalan dengan mulus.
"Felix! Apa yang sedang kau lakukan!" ucap Hira
"Cih, sekarang tersisa aku" ucap Felix
Karena anggota Tim Kuning membawa ikat kepala Tim Hijau yang mereka rampas tadi, Tim Biru pun berhasil mendapatkan 9 ikat kepala sekaligus dan membuat mereka berada di posisi 1 untuk sementara.
"Baiklah, aku harus menghadapi 1 vs 4 ya kali ini" ucap Felix
__ADS_1
"Belum waktunya" ucap Seya
Seya pun menarik ikat kepala Felix dan membuat Tim Kuning tereliminasi karena tidak ada anggota mereka yang tersisa sedikit pun.
"Apa!" ucap Felix yang terkejut
"Woah! Sepertinya Tim Kuning sudah tereliminasi!" ucap anggota OSIS
"Yosh! Sekarang Tim kita memasuki posisi 2 besar" ucap Yura
Seya pun harus berhadapan dengan Tim Biru jika dia ingin berada di posisi 1, namun tentu saja 1 vs 4 sangatlah sulit, Yuyi pun memberikan 2 pilihan.
"Maju atau menyerah?" ucap Yuyi sambil tersenyum
"Yuyi! Apa yang kau tunggu! Cepat ambil ikat kepala dia!" ucap Mory
"Kalian sangat curang" ucap Seya
Felix pun kembali ke kursi penonton, Hira pun memarahinya karena sangat ceroboh, Tim Kuning pun harus puas di posisi ke 5.
"Maafkan aku..." ucap Felix
Yuyi pun berhadapan dengan Seya, dia menyuruh semua Timnya menyerang bersamaan, namun tiba tiba Seya menendang seluruh anggota Tim Biru, namun Yuyi berhasil menahan tendangan Seya.
"Wey! Kenapa kau bermain kasar!" ucap Yuyi
"Di peraturan kan di tidak ada larangan itu" ucap Seya
Yuyi pun terpaksa harus melawan Seya seorang diri, sementara anggotanya sedang terluka karena tendangan Seya yang mengenai mereka.
"Hey itu curang!" ucap Mory
"Tidak ada larangan bermain kasar!" ucap Yura
Tim Biru dan Tim Hijau pun berdebat karena Tim Hijau bermain kasar, namun Yuyi meminta mereka semua untuk diam.
"Diam dan lihatlah!" teriak Yuyi
Seluruh murid pun terdiam dan pandangan seluruh murid tertuju pada pertarungan Seya melawan Yuyi.
"Jika kau ingin bermain kasar, aku bisa membuatmu kalah dengan cepat, tapi aku ingin bersenang senang dengan mu" ucap Yuyi sambil tersenyum
"Oke baiklah... Jika kau bisa mengalahkan ku, aku akan membelikan mu satu kotak susu coklat nanti" ucap Seya
"Baiklah! Ayo kita mulai!" ucap Yuyi
Yuyi pun melompat ke arah Seya, namun Seya menghindarinya, Yuyi pun terus menerus mencoba mengambil ikat kepala Seya, namun Seya menepis tangan Yuyi dan memegangnya lalu melemparkan Yuyi hingga terpental, namun Yuyi berhasil mendarat dengan aman.
"Tidak buruk" ucap Yuyi
"Aku lelah..." ucap Seya yang mulai lelah
__ADS_1