
Yuyi pun pergi ke sekolah seperti biasanya, Namun kali ini dia di panggil untuk menghadap Ketua OSIS baru.
"Kenapa kau yang menjadi Ketuanya?" tanya Yuyi
"Aku memenangkan pertandingan, Jadi aku lah yang memimpin sekarang" ucap Yura
"Jadi apa alasan mu memanggil ku kesini?" tanya Yuyi
Yura pun melemparkan sebuah rancangan untuk sekolah di hari libur festival, Yura berniat untuk mengadakan perlombaan antar tim.
"Jadi kau ingin membuat perlombaan ini?" tanya Yuyi
"Ya tentu saja, aku ingin kau membantu ku untuk menyiapkan semua ini" ucap Yura
"Hah! Ayolah! Aku tidak ingin begini!" ucap Yuyi
"Dengarkan kata Ketua baru mu ini" ucap Yura
"Oke oke fine!, aku akan melakukannya! Aku akan menyiapkan semuanya" ucap Yuyi
"Bagus! Sekarang keluar dari kantor OSIS" ucap Yura
Yuyi pun di keluarkan dari kantor OSIS oleh Yura, Namun Yuyi kebingungan karena pertandingan ini tidak akan di sukai oleh para murid jika tidak di hadiahi apa apa
"Sepertinya aku bisa membuat ini menjadi lebih menarik" ucap Yuyi
Yuyi pun menelpon temannya yang satu SMP dengan Yuyi juga.
"Kau sudah kembali ke Jepang?" tanya Yuyi
"Ya tentu saja, jadi apa mau mu?" tanya Vijan
"Aku sedang mendapatkan masalah tentang ide perlombaan, apa kau bisa membantu ku?" tanya Yuyi
"Tentu saja, Sekarang aku akan menemui mu" ucap Vijan
"Baiklah" ucap Yuyi
Yuyi pun mematikan telponnya.
"Sepertinya ini juga akan menjadi langkah baru dari OSIS tahun ini" ucap Yuyi
Yuyi pun menunggu temannya di depan gerbang, dia pun memakai cincin buatannya yaitu Linyer Tera, Yuyi mencoba beberapa kemampuan Linyer Tera agar bisa di jual di pasaran.
"Ah itu dia" ucap Yuyi
Vijan pun datang menggunakan mobilnya.
"Aku lihat dari jauh tadi, Kau sedang memainkan sebuah cincin" ucap Vijan
"Ah ini? Ini produk bikinan ku" ucap Yuyi
"Hmm? Memakai hologram terbaru? Bagaimana caranya kau bisa mendapatkan itu?" tanya Vijan
"Aku meminta teman ku dari Inggris untuk membuatnya" ucap Yuyi
"Jadi kenapa kau meminta bantuan ku?" tanya Vijan
"Aku ingin kau membuat desain untuk perlombaan ini" ucap Yuyi sambil memperlihatkan gambaran Yura
"Hasil gambaran mu seperti anak anak" ucap Vijan
"Hey ayolah, ini bukan gambaran ku" ucap Yuyi
"Hmm? Lalu siapa juga" ucap Vijan
__ADS_1
"Kau tidak akan percaya kalau yang menggambar ini adalah Wanita tercantik di sekolah ini" ucap Yuyi
Yuyi dan Vijan pun berkeliling sambil memberikan ide mereka masing masing.
"Bagaimana jika kau menambahkan perlombaan WaterGun" ucap Vijan
"Kau ini mengada ngada ya, disini seragamnya warna putih, jika yang di tembak laki laki tidak masalah, tapi kalau di tembak adalah seorang wanita? Bagaimana?" ucap Yuyi
Vijan pun langsung terdiam.
"Itu sangat... benar.. benar... tidak masuk akal..." ucap Vijan
"Apa kau tidak ada ide lain?" tanya Yuyi
"Sebaiknya kita harus menanyakan usulan dari para murid" ucap Vijan
"Hey hey, ayolah, kau itu seorang Idol, bisa bisa para murid pada berisik" ucap Yuyi
"Hah! Yang lebih populer kan kau!" ucap Vijan yang kesal
"Sttt ayo cepat pikirkan" ucap Yuyi sambil menutup mulut Vijan
Disisi lain, Zera menemui Giver, Zera mulai penasaran karena Give selalu bersama dengan Yuyi.
"Kau ini kenapa mengikuti ku terus!" ucap Giver
"Aku penasaran apa hubungan mu dengan Yuyi" ucap Zera
"Ayolah! Kami hanya berteman!" jawab Giver yang kesal
"Kenapa kau marah?" tanya Zera
"Karena kau! Yuyi..." ucap Giver yang marah
"Sudahlah, Biarkan aku sendiri" ucap Giver
Giver pun pergi meninggalkan Zera yang sedang terdiam karena mendengar perkataan Giver barusan.
"Apa salahku..." ucap Zera
Yuyi dan Vijan yang yang tidak punya ide pun mencoba bertanding lomba berenang demi mengisi otak mereka.
"Aku dengar berenang bisa membuat otak menjadi semakin bagus" ucap Vijan
"Perkataan dari siapa lagi yang kau dengar itu" ucap Yuyi
Mereka pun mulai memikirkan sesuatu di dalam kolam renang.
"Aku sudah tau" ucap Yuyi
"Apa yang kau tau?" tanya Vijan
"Aku akan membuat hadiah yang sangat spesial untuk pemenangnya" ucap Yuyi
"Baiklah, sisanya berikan ke aku semua, aku akan membantu mu untuk mendesignnya" ucap Vijan
Vijan pun pulang ke rumahnya untuk membuat design yang di suruh oleh Yuyi. Namun Yuyi masih berada di kantor OSIS untuk berbicara dengan Yura.
"Semuanya telah aku selesaikan, jadi tinggal menunggu waktu saja" ucap Yuyi
"Oke baiklah, kau sangat pantas di sebut tampan sekarang" ucap Yura
"Apa hubungannya?" ucap Yuyi yang kebingungan
"Lupakan itu, sekarang kau boleh pergi" ucap Yura
__ADS_1
Yuyi pun keluar dari ruangan, saat melewati taman dia melihat Zera yang sedang bersedih sambil duduk di kursi taman.
"Dia menangis?" ucap Yuyi yang kebingungan
Yuyi pun mendekati Zera dan meletakkan sekotak Susu untuk Zera.
"Minumlah, aku tau kalau laki laki itu jahat" ucap Yuyi
"Apa maksudmu...." ucap Zera sambil menangis
"Kau habis di putusin sama pacarmu bukan? Yura memberitahu ku" ucap Yuyi
Yuyi pun duduk di samping Zera.
"Dulu saat SMP aku pernah menembak seorang Wanita yang cantik di kelasku, tapi aku di tolak mentah mentah karena jelek dan culun" ucap Yuyi
"Di tolak mentah mentah?" ucap Zera yang kebingungan
"Aku tidak akan melupakan kejadian itu" ucap Yuyi
Yuyi pun melemparkan susunya karena dia merasa kesal, namun tiba tiba Zora datang dan mempergoki mereka berdua.
"Kalian sedang apa?" tanya Zora
Yuyi yang melihat itu pun sangat terkejut.
"(Kenapa... Kenapa mereka ada dua?)" ucap Yuyi yang terkejut
"Zora, kenapa kau disini" ucap Zera
"Aku ingin memanggil mu" ucap Zora
"Tunggu tunggu, kalian kembar?" ucap Yuyi
"Tentu saja, apa kau tidak tau?" tanya Zera
"Cih! Banjingan! Aku mulai benar benar marah sekarang!" ucap Yuyi
"Owh apa kau masih marah tentang kejadian itu? Takeda Yuya" ucap Zora
"Apa?" ucap Zera dan Yuyi yang terkejut
Yuyi pun langsung lari dari sana dan meninggalkan mereka berdua.
"Hey Zora! Apa maksudmu Takeda Yuya!" ucap Zera yang marah
"Baiklah aku akan memberitahumu yang sebenarnya... Kak" ucap Zora
Disisi lain, pikiran Yuyi mulai rusak dan dia merasa sangat marah.
"Tenangkan dirimu Yuyi!" ucap Yuyi yang kesal
Yuyi pun tidak akan pernah menyukai Zera lagi, apalagi dia mempunyai kembaran yang mengetahui identitasnya sekarang, Yuyi tidak ingin aibnya terbongkar.
"Pada saat itu... Ternyata dia..." ucap Yuyi yang kecewa
Yuyi pun menendang tong sampah di sampingnya.
"Aku akan menjadi serius mulai sekarang" ucap Yuyi
Yuyi pun menelpon Giver.
"Ada apa?" tanya Giver
"Temui aku di Light Cafe" ucap Yuyi yang serius
__ADS_1