
"Kenapa kalian berteriak!" ucap Ciwey
"Ah ternyata hanya Ciwey" ucap Yuyi
Mereka berdua pun bangun dan melihat pakaian Ciwey yang sangat terbuka, hal tersebut membuat Yuyi dan Vijan melihat ke arah lain.
"Hari ini lumayan cerah ya" ucap Yuyi
"Ya begitulah... Apalagi ada Nona cantik di depan kita" ucap Vijan
"Kalian ini kenapa melihat ke arah lain?" tanya Ciwey
"Tidak sepertinya kau salah lihat" ucap Yuyi
"Iya iya itu benar" ucap Vijan
"Ayolah ini bukan saatnya untuk bercanda" ucap Ciwey
Mereka berdua pun mulai serius, namun Ciwey mengenali Vijan karena Vijan Idol laki laki papan atas di Jepang, sesama Idol, Ciwey pasti mengetahui Vijan.
"Kau Vijan bukan?" tanya Ciwey
"Ya tentu saja, kau Ciwey, Idol Wanita yang sedang naik daun" ucap Vijan
"Ya begitulah" ucap Ciwey
"Jadi apa yang sedang kau lakukan disini Ciwey?" tanya Yuyi
"Aku hanya menjemur badan ku, tapi aku melihat kegilaan kalian tadi" ucap Ciwey
Tiba tiba Yuyi di telpon oleh ibunya, Yuyi pun meminta waktu sebentar sedangkan Vijan berbicara dengan Ciwey.
"Apa kau bisa menutup badan mu itu?" tanya Vijan
"Hah? Apa kau menghina ku!" ucap Ciwey yang kesal
"Bukan... Aku memang mempunyai nafsu, tapi aku tidak ingin melihat mu seperti itu" ucap Vijan
Ciwey pun memakai jaketnya dan membuat Vijan lega karena Ciwey terlalu cantik pasti ramai yang menyukainya, Vijan menyukai Wanita yang bisa di atur oleh laki laki.
"Sekarang Nona ku sudah mulai cantik, apa aku boleh meminta nomormu?" tanya Vijan
Ciwey pun langsung terdiam karena dia tidak pernah di mintai nomornya oleh laki laki, apalagi sekarang yang berada di depannya adalah Idol laki laki yang sangat terkenal.
"Ah.. ya... Baiklah..." ucap Ciwey yang malu
__ADS_1
Ciwey pun memberikan nomornya kepada Vijan, namun tiba tiba Yuyi kembali.
"Aku bukan ingin kabur, tapi ibu ku sedang membutuhkanku sekarang, jadi aku akan kembali duluan ya" ucap Yuyi
"Ah ya baiklah, besok malam jangan lupa untuk pergi ke festival kembang api!" ucap Vijan
"Iya baiklah" ucap Yuyi
Yuyi pun pergi pulang ke rumahnya karena ibunya membutuhkannya untuk mengurus beberapa dokumen produk.
"Sepertinya aku juga ada jadwal syuting, aku harap suatu saat aku bisa syuting dengan mu" ucap Vijan sambil tersenyum
"Iya baiklah" ujar Ciwey dengan wajah memerah
Vijan pun pergi juga dari sana karena dia ada jadwal Syuting iklan produk, sedangkan Ciwey kembali ke rumahnya di Perusahaan Idol Star, disisi lain Giver kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan Zera.
"Anak itu sengaja tidak membaca pesan ku ya, kenapa dia sangat keterlaluan" ucap Giver yang kesal
Giver pun kembali menelpon Yuyi, namun Yuyi tetap tidak mengangkatnya karena dia sedang sibuk, Giver pun benar benar marah dengan Yuyi, karena dirinya, Zera harus di rawat di rumah sakit.
"Anak itu kenapa tidak bisa memaafkan kesalahan Zera" ucap Giver
Keesokan paginya saat sekolah, Yuyi di panggil ke kantor OSIS bersama Seya, namun kali ini hanya Seya saja yang mendapatkan tugas, sedangkan Yuyi tidak di kasih tugas dan disuruh tinggal di dalam ruangan oleh Yura.
"Semoga beruntung teman" ucap Seya
Seya pun keluar dari ruangan OSIS, sedangkan Yura mengajak bicara Yuyi tentang Zera.
"Kau tau? Zera masuk rumah sakit" ucap Yura
"Apa hubungannya dengan ku?" tanya Yuyi yang kesal
Yura pun tiba tiba menendang Yuyi, namun Yuyi berhasil menahannya dan membuat Yura menjadi sangat kesal.
"Hampir saja, kau bisa membuatku gagal ikut perlombaan" ucap Yuyi
"Aku tidak paham dengan mu, kenapa kau sangat membenci Zera hanya karena waktu itu dia menolak mu" ucap Yura
"Oke baiklah, kau mulai membahas aib ku, aku sudah mulai kesal dengan mu sekarang" ujar Yuyi
Yuyi pun memilih untuk keluar dari ruangan OSIS dari pada dia memarahi Yura, namun karena tingkah lakunya itu, Tim kuning, Hijau, dan Pink tidak akan menerima jika Yuyi meminta bergabung ke tim mereka.
"Baiklah sekarang tinggal 2 hari lagi sebelum perlombaan, dan aku belum masuk ke tim siapapun, 3 Wanita sialan itu telah mentah mentah menolak ku untuk bergabung ke dalam tim mereka, tapi hanya tersisa tim Biru dan tik Ungu" ujar Yuyi sambil duduk di kursi taman
Tiba tiba Giver datang dan memukuli Yuyi.
__ADS_1
"Apa maksudmu!" ujar Yuyi yang kesal
"Kau tau? Kau mulai melupakan teman mu ya" ucap Giver
"Hah?" ujar Yuyi yang kebingungan
"Kenapa kau tidak bisa untuk memaafkan Zera hah! Padahal yang waktu itu bukanlah dia!" ucap Giver sambil memukuli Yuyi
"Kau tau? Kau mulai membuat ku marah sekarang" ucap Yuyi sambil menahan pukulan Giver
Yuyi pun menendang Giver hingga Giver terpental dan mengenai vas bunga.
"Kau tidak akan mengerti kalau belum merasakannya! Aku membenci Keluarga Zera! Jika dia tetap ingin menyukai ku! Aku tidak akan menyukainya! Karena aku sudah mempunyai Wanita yang ku sukai!" ujar Yuyi
"Apa maksudmu! Jangan bilang kau menyukai Mory!" ucap Giver
"Jangan berusaha mengalihkan topik pembicaraan! Sekarang beritahukan aku tentang letak kesalahan ku kepada Zera? Apa hanya karena aku membencinya?" ucap Yuyi
Yuyi pun menarik kerah baju Giver dan memukuli Giver terus menerus, namun Yura yang keluar untuk mencari angin pun tiba tiba melihat mereka yang sedang berkelahi.
"Hey hentikan!" teriak Yura
Yuyi pun berhenti memukuli Giver, Yuyi pun berdiri dan ingin pergi dari sana.
"Kau tau Giver? Orang yang menyakiti ku malah merasa dia yang di sakiti, jika kau menyukai Zera aku tidak mempermasalahkan itu, tapi aku meminta mu mengatakan ini kepada Zera, jangan pernah berbicara dengan ku lagi" ujar Yuyi yang kesal
Yuyi pun pergi dari sana dan meninggalkan Yura dan Giver, Yura pun melihat luka di kepala Giver karena terkena vas bunga, dan dia pun membantu Giver ke ruangan UKS.
"Apa maksud perkataannya itu" ujar Yura sambil membantu Giver bangun
"Hanya aku yang paham... Aku berada disana pada saat itu" ucap Giver
Yuyi pun sedang berjalan di lorong sekolah, namun tiba tiba dia berpapasan dengan Vijan yang ingin pindah ke SMA Oroziwa.
"Hah! Kenapa kau disini?" tanya Yuyi
"Aku ingin pindah ke sekolah ini, aku memang sering pindah pindah sekolah karena gak ada yang pas dengan ku" ucap Vijan
"(Anak ini sangat aneh)" ujar Yuyi
"Baiklah, aku sudah di terima dengan kepala sekolah, jadi mulai besok aku sudah bisa belajar disini" ucap Vijan
Vijan pun pergi dari sana, namun tiba tiba Yuyi mengatakan tentang Ciwey kepada Vijan.
"Jangan bilang kau ingin mendekati Ciwey?" tanya Yuyi yang mencurigai Vijan
__ADS_1
Vijan pun terdiam.