
Yuyi dan Mory pun sampai di Festival dan mereka berdua pun sedang menunggu Vijan, namun mereka tidak menduganya kalau Ciwey ada bersamanya.
"Maaf telat" ucap Vijan
"Ciwey? Kenapa kau bersama Vijan?" tanya Mory
"Lalu kau kenapa bisa berdua dengan Yuyi?" tanya Ciwey
"Ini akan menjadi hal yang rumit" ucap Yuyi
"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau membawa Mory?" tanya Vijan
"Aku juga sebenarnya tidak ingin mengajaknya karena dia baru sembuh" ucap Yuyi
Mereka berempat pun masuk untuk melihat suasana Festival tahun ini, dengan memakai Kimono, Mory dan Ciwey berjalan berdua sambil memegang ikan yang berhasil Yuyi dan Vijan tangkap.
"Kenapa kita bisa menangkap ikan itu dalam sekali coba ya" ucap Yuyi
"Diam kau, padahal aku ingin mencoba menangkap ikan besar itu" ucap Vijan
"Mereka berdua seperti adik kakak saja" ucap Yuyi sambil melihat Mory dan Ciwey
"Mereka satu grub, sudah pasti akrab, tapi ini membuat kita di lihat oleh orang lain, karena kita membawa 2 Idol ini" ucap Vijan
Vijan pun meminta mereka berdua untuk pergi sesuka mereka, agar orang orang lain tidak terus menerus untuk melihat ke arah Yuyi dan Vijan.
"Baiklah Nona Nona, kalian boleh pergi sesuka kalian, tapi ingat, jangan lupa kumpul di kuil atas saat jam 8" ucap Vijan
"Oke baiklah" ucap Mory dan Ciwey
"Kau ini jago juga ya, ku kira mereka akan marah karena kau usir" ucap Yuyi
"Sekarang kita sudah aman, mau main tembak tembakan?" tanya Vijan
"Kau yakin?" tanya Yuyi
Yuyi dan Vijan pun mencoba permainan menembak, siapa yang menjatuhkan banyak hadiah, maka dialah pemenangnya, namun Vijan sangat percaya diri jika dia akan menang.
"Aku sudah ahli dalam hal tembak menembak seperti ini" ucap Vijan
"Kau yakin? Sepertinya kau lupa kalau aku ini mantan Atlet apa" ucap Yuyi
Mereka pun memulai pertandingan, di awal awal Vijan memimpin, namun tiba tiba Yuyi berhasil membalikkan keadaan dan berubah poin menjadi 7-8, dan peluru mereka berdua pun habis.
"Sial... Kenapa 3 peluru ku malah meleset" ucap Vijan yang kesal
"Sebaiknya kau belajar bermain game tembak dulu" ujar Yuyi sambil memukuli pundak Vijan
"Baiklah! Selanjutnya ayo kembali menangkap ikan lagi! Aku ingin menangkap ikan terbesar itu!" ucap Vijan
"Iya iya baiklah, ayo cepat sana" ucap Yuyi sambil mendorong Vijan
Mereka berdua pun kembali untuk menangkap ikan, namun paman tersebut mengatakan lebih baik menyerah karena itu sangat mustahil.
__ADS_1
"Lebih baik kalian menyerah saja, alat kalian pasti akan sobek nantinya" ucap paman tersebut
"Tidak akan!" ucap Vijan
"Maafkan sifat anak ini paman" ujar Yuyi sambil memukuli kepala Vijan
"Sepertinya kau sangat yakin untuk menang ya" ucap paman tersebut
"Ya itu sudah pasti!" ucap Vijan
Yuyi dan Vijan pun mencoba untuk menangkap ikan tersebut, namun ikan tersebut bergerak sangat cepat dan sangat susah untuk di tangkap.
"Kenapa dia sangat cepat" ucap Yuyi
Vijan pun memutar airnya hingga membuat gelombang besar, dan ikan tersebut pun terpental dan masuk ke dalam mangkok air milik Yuyi.
"Loh?" ucap Yuyi yang kebingungan
"Hah! Kenapa dia masuk ke dalam mangkok air mu!" ucap Vijan
"Mungkin hari ini keberuntungan ku" ucap Yuyi sambil mengejek Vijan
Vijan pun gagal lagi kali ini, Yuyi berhasil mendapatkan ikan besar itu, namun mereka berdua masih ingin berjalan jalan dulu sebelum naik ke kuil atas.
"Sebaiknya kita membeli sesuatu" ucap Vijan sambil memakan Takoyaki
"Sekarang ini kita sedang apa hah?" ujar Yuyi yang berdiri di tempat stan Takoyaki
Mereka berdua pun memakan Takoyaki, namun Vijan terus menerus membeli makanan dan minuman, Yuyi pun sangat heran kenapa Vijan bisa makan sebanyak itu.
"Kenapa kau bisa makan sebanyak itu? Padahal kau tidak berotot" ucap Yuyi
"Entahlah, aku memang suka makan banyak" ucap Vijan
"(Dia tidak ada bedanya dengan Ciwey)" ujar Yuyi yang mengingat kejadian Ciwey memakan banyak Pocky
Mereka pun melewati perlombaan panahan, yang berhasil mengenai target 50 meter di 10 poin, maka akan memenangkan hadiah utama, Vijan pun mencobanya namun gagal.
"Aku ini memang tidak berbakat ya" ucap Vijan
"Sudah minggirlah, biar aku coba" ucap Yuyi
"Sebaiknya kalian berdua menyerah saja" ucap paman tersebut
Yuyi pun memakai kuda kudanya dan membidik target bagian tengah, dengan waktu yang sempurna, Yuyi pun melesatkan panah tersebut dan mengenai bagian tengah target yang membuat paman tersebut terkejut.
"Apa?" ucap Paman tersebut yang terkejut
Yuyi pun berhasil mendapatkan hadiah utama, namun dia mendapatkan sebuah kotak, namun dia tidak mengetahui kotak apa ini.
"Kau sepertinya mendapatkan kalung" ucap Vijan
Yuyi pun membuka kotak tersebut.
__ADS_1
"Benar bukan? Itu benar benar kalung yang indah" ucap Vijan
"Kenapa dia berani menjadikan kalung ini sebagai hadiah?" tanya Yuyi
"Entahlah, di dunia semua kemungkinan pasti akan terjadi, jadi jika kau menganggap lawan mu tidak pernah mengalahkan mu, tapi suatu saat lawan mu pasti akan mengalahkan mu" ucap Vijan
"Kau ini ngomong apa?" ucap Yuyi yang kebingungan
"(Dia ini benar benar bodoh)" ucap Vijan yang kesal
Sebentar lagi akan jam 8, mereka berdua pun naik ke kuil atas, walaupun Vijan kecapean karena dia mempunyai stamina yang lemah.
"Hey Yuyi! Angkatlah aku!" ucap Vijan
"Hah! Bagaimana kau memperkuat tim Ciwey kalau kau memiliki stamina yang rendah!" ucap Yuyi
"Hey ayolah, aku memang kuat dalam hal berlari, tapi ini menaiki tangga dasar bodoh" ucap Vijan
Mereka berdua pun akhirnya sampai di kuil, namun Mory dan Ciwey sudah duluan menunggu mereka.
"Kalian sudah sampai dari tadi ya..." ucap Yuyi yang terengah-engah
"Kenapa kalian bisa cepat sekali" ucap Vijan
"Kami memakai lift" ucap Ciwey
"Hah!!!" ucap Vijan dan Yuyi yang terkejut
Tiba tiba kembang api mulai bermunculan, dan mereka pun melihat keindahan kembang api malam itu di Kuil atas.
"Ini makan lah" ucap Yuyi sambil memberikan Takoyaki kepada Mory dan Ciwey
"Ah.. terimakasih Yuyi" ucap Mory dan Ciwey
"Jadi apakah Festival Kembang Api tahun ini sangat seru Yuyi?" tanya Vijan
"Ya tentu... Aku mulai merasakan keseruannya" ucap Yuyi
"Jadi apa yang kalian lakukan tadi?" tanya Ciwey
"Hanya bermain beberapa permainan" ucap Vijan
"Wah! Itu bukannya ikan yang besar tadi?" tanya Mory
"Iya, kami berhasil mendapatkannya" ucap Yuyi
Mereka berempat pun bersenang senang di kuil atas hingga festival kembang api berakhir, mereka berempat pun turun menggunakan lift dan pulang ke rumah mereka masing masing.
"Baiklah Nona, tidurlah karena besok kau harus sekolah" ucap Yuyi
"Terimakasih untuk hari ini tampan" ujar Mory sambil keluar dari mobil Yuyi
"Ya... Tidak masalah..." ucap Yuyi yang malu
__ADS_1