MASA LALU ATAU MASA DEPAN

MASA LALU ATAU MASA DEPAN
Busur Elang Cahaya


__ADS_3

Giver pun melesatkan busurnya dan mendapatkan 8 poin yang membuat seluruh murid mulai ketakutan karena Giver yang merupakan atlet aja bisa mendapatkan 8 poin karena angin, apalagi Yuyi yang baru kembali panahan.


"Sial" ucap Giver


"Sepertinya busurmu terkena angin ya" ucap Yuyi


Yuyi pun melepaskan busurnya dan membuat seluruh murid terdiam dan khawatir.


"Busur Elang Cahaya" ucap Yuyi


Busur Yuyi pun menancap di tengah target di jarak 70 meter dan mendapatkan 10 poin yang membuat seluruh murid terkejut karena busur Yuyi lebih cepat dari busur Giver.


"Aku kalah..." ucap Giver


"Apa apaan itu! Bagaimana busurnya bisa secepat itu! Ini tidak masuk akal!" ucap murid murid lain


"Kerja bagus Yuyi!" ucap Mory


"Sial, kenapa kita harus puas di posisi ke 2" ucap Zora yang menyamar menjadi Zera


Yuyi pun mendapatkan posisi ke 1 di 2 pertandingan yang membuat poin tim Biru berada di paling atas dan di ikuti dengan poin tim Ungu, lalu poin tim Pink, lalu poin tim Hijau dan poin tim Kuning.


"Kita berada di paling bawah" ucap Felix


"Selanjutnya lari estafet, raihlah peringkat satu" ucap Hira


Pertandingan panahan pun selesai dan akan di lanjutkan dengan pertandingan lari estafet besok yang membuat seluruh pemimpin tim harus turun tangan dalam pertandingan.


"Kau yakin ingin ikut berlari besok? Aku dengar pergelangan kakimu sedang sakit" ucap Mory


"Ini sudah lumayan sembuh, mungkin kemarin itu saat pertandingan kedua, aku tidak mendarat dengan mulus" ucap Yuyi


"Tapi bukannya itu akan memperparah?" tanya Mory yang khawatir


"Tidak apa apa, aku sudah berjanji kepadamu bukan? untuk memenangkan perlombaan ini" ucap Yuyi sambil tersenyum


Mory yang melihat Yuyi tersenyum pun mulai merasa kalau dirinya telah jatuh cinta kepada Yuyi.


"(Aku mulai menyukaimu Yuyi)" ucap Mory


Tiba tiba sebuah bola bisbol terlempar ke arah Mory, namun Yuyi langsung berdiri dan melindunginya dengan badannya yang membuat badannya kesakitan.


"Kau tidak apa apa..." ucap Yuyi

__ADS_1


"Aku tidak apa apa... Tapi badan mu.." ucap Mory yang khawatir


Yuyi pun melihat ke arah Zora yang ternyata sengaja melemparkan bola bisbol kepada Mory untuk membuat dia tidak ikut pertandingan besok.


"Oi! Kau ingin melukai pemimpin tim lain!" teriak Vijan


"Sial aku ketahuan" ucap Zora


"Hey, dasar bodoh" ucap Giver


Giver pun menampar Zora yang membuat seluruh murid terkejut karena Giver berani menampar pemimpin timnya sendiri, namun Giver pun menarik rambut palsu yang di pakai oleh Zora.


"Sudah aku duga, ternyata kau Zora" ucap Giver


"Apa!" ucap seluruh murid yang terkejut


"Memang benar, Zera tidak pernah mencoba melukai partnernya" ucap Seya


"Apa apaan ini" ucap Vijan


"Hey Zora! Sudah berapa kali kau mengacau hah!" teriak Yura


Zora yang panik pun pergi dari sana, Ciwey dan Vijan pun mendekatinya agar tidak kabur untuk menanyakan sesuatu.


Vijan dan Ciwey pun mengejar Zora, sedangkan badan Yuyi terasa sakit karena lemparan bola bisbol tadi, namun dia bisa menahannya karena lemparan tadi tidak membuat tulangnya retak.


"Kau yakin... Aku rasa kau kesakitan" ucap Mory


"Tidak... Itu hanya lemparan lemah, masih bisa untuk ku tahan" ucap Yuyi


Giver pun mengumumkan kepada anggota tim Pink kalau dialah yang akan memimpin tim Pink sampai Zera kembali ke sekolah, disisi lain, Zera yang sedang terbaring di kamarnya pun merasakan firasat buruk.


"Bagaimana keadaan Giver ya... Aku mulai khawatir" ucap Zera


Zera pun melihat ke arah boneka pemberian dari Giver, Giver memberikan boneka beruang kepada Zera saat Zera di rawat di rumah sakit, namun Giver mengira kalau Zera sudah sembuh dan kembali bersekolah.


Disisi lain, Giver sedang berjalan di lorong sekolah untuk mencari Yuyi untuk meminta maaf tentang kejadian tadi karena Giver kurang cepat untuk menyadarinya.


"Aku memang sudah lama curiga, tapi aku masih belum yakin" ucap Giver


Giver sudah mengetahui kalau itu Zora, karena belakangan ini sifat Zera sangat berbeda, lalu tentang Giver yang berpacaran dengan Zera itu hanyalah bohongan demi membuat iri Yuyi, namun karena Yuyi sudah mulai menyukai Mory, Yuyi pun tidak akan iri dengan hal itu.


"Tanpa Zera, aku pasti bisa memenangkan pertandingan besok" ucap Giver

__ADS_1


Giver pun mencari Yuyi, namun Yuyi sudah duluan pulang karena dia sedang buru buru, Yuyi pun berhasil menyelesaikan cincin Linyer Tera dan akan menghadiahkannya kepada seluruh murid di sekolah.


"Bukannya itu akan membuatmu bangkrut?" tanya Vijan yang ikut bersama Yuyi


"Tidak, karena cincin Linyer sangat murah, dan juga kenapa kau ikut ke dalam mobil ku!" ucap Yuyi


"Lah? Bukannya hari ini kita ada janji untuk main di arcade?" tanya Vijan


"Oh ya, baiklah ayo temani aku terlebih dahulu" ucap Yuyi


"Sip" ucap Vijan


Yuyi dan Vijan pun pergi ke rumah Yuyi terlebih dahulu untuk melihat cincin Linyer Tera versi khusus untuk di pakai orang lain, target pasaran Yuyi adalah anak anak Remaja, dengan harga yang murah, pastinya anak anak Remaja akan membelinya.


Disisi lain, Rewa sedang melihat cincin Linyer Tera yang sudah selesai, namun dia masih belum mencobanya karena belum mendapatkan izin dari Yuyi, dia pun melihat bahan bahan yang di pakai oleh Yuyi untuk membuat seluruh cincin Linyer Tera.


"Dia bisa membuat cincin Linyer Tera sebanyak ini di usianya yang masih sangat muda, dia itu memang benar benar jenius, bahkan saat aku masih seusianya dulu masih belum bisa membuat produk seperti ini" ucap Rewa sambil melihat cincin Linyer Tera


Di dalam mobil, Vijan bertanya tentang tujuan Yuyi ketika sudah lulus SMA.


"Jadi setelah kau lulus SMA, kau akan pergi ke mana?" tanya Vijan


"Entahlah, mungkin aku akan menjadi pemanah profesional atau akan tinggal di inggris" ucap Yuyi


"Jadi kau tidak ada maksud untuk kuliah?" tanya Vijan


"Tentu saja aku akan kuliah terlebih dahulu, tapi aku akan kuliah ke Tokyo" ucap Yuyi


"Jadi kau sudah ada jawaban ya ketika sudah lulus, kalau aku masih bimbang" ucap Vijan


"Kau ingin terus menjadi idol?" tanya Yuyi


"Tentu, tapi ayahku menyuruh ku untuk melanjutkan kuliah" ucap Vijan


"Itu sangat berat juga ya" ucap Yuyi


Mereka pun sampai di rumah Yuyi, namun mereka melihat ada seseorang yang sedang berbicara dengan Gray yang membuat mereka berdua berhenti di simpang.


"Kau lihat itu? Orang itu sepertinya bukan dari kota ini" ucap Vijan


"Bentar bentar, wajahnya seperti pernah aku lihat saat aku masih kecil" ucap Yuyi


Miryo dan Gray sedang berbicara, namun tiba tiba Miryo kembali ke dalam mobilnya dan pergi setelah mendapat telpon dari seseorang.

__ADS_1


__ADS_2