MASA LALU ATAU MASA DEPAN

MASA LALU ATAU MASA DEPAN
Miryo Dan Gray


__ADS_3

Yuyi pun melompat dan berputar di udara, Seya pun mengira kalau Yuyi akan menendangnya, dan Seya pun menutup matanya sambil ingin menahan tendangan tersebut, namun ternyata Yuyi tidak menendangnya, Yuyi pun berhasil merebut ikat kepala Seya.


"Apa!" ucap Seya yang terkejut


Seluruh murid pun terkejut dengan aksi Yuyi barusan, sedangkan Yura hanya tercengang karena Yuyi bisa berpikir bebas di udara, padahal Yuyi bisa saja menendang Seya, namun Yuyi lebih memilih untuk mengambil ikat kepala Seya saja.


"Aku menang" ucap Yuyi


"Yeah! Kerja bagus Yuyi!" teriak Mory


"Aku kalah ya..." ucap Seya


"Jangan lupakan janji mu" ucap Yuyi


Yuyi pun duduk sebentar sambil menunggu pertarungan Giver melawan Vijan karena Tim Pink sedang bentrok dengan Tim Ungu, kedua Tim saling mengincar target mereka satu sama lain, namun karena mereka bertarung dari tadi, hanya tersisa Giver melawan Vijan.


"Sebaiknya kau menyerah saja..." ucap Vijan yang terengah-engah sambil memegang 3 ikat kepala Tim Pink


"Kau yang seharusnya menyerah..." ucap Giver sambil memegang 3 ikat kepala Tim Ungu


"Bagaimana ini... Vijan sudah kelelahan" ucap Ciwey yang panik


"Ini akhir dari mu" ucap Giver


Giver pun melompat ke arah Vijan dan ingin mengambil ikat kepala Vijan karena Vijan sudah kelelahan, namun di luar dugaan, Vijan berputar dan menendang dada Giver hingga Giver terjatuh, Vijan pun menginjak dada Giver.


"Yeah! Bagus Vijan!" teriak Ciwey yang senang


"Apa! Sialan!" ucap Giver yang terkejut


Zera yang melihat itu pun hanya pasrah karena dia tau kalau Vijan lebih hebat dari Giver dalam hal beladiri, apalagi Vijan sangat pintar saat dia sedang terdesak.


"Sudah berakhir..." ucap Vijan


Vijan pun menarik ikat kepala Giver, dan Tim Pink pun tereliminasi di posisi ke 3, sedangkan Tim Hijau tereliminasi di posisi ke 4, Giver pun tidak ingin berdiri, dia pun hanya menatap ke arah langit sambil menerima kekalahannya.


"Kau sangat sombong, aku sangat membenci orang seperti mu" ucap Vijan yang kesal


Seluruh murid pun bertepuk tangan untuk kemenangan Vijan yang sangat keren barusan, bahkan Yuyi pun bertepuk tangan untuk Vijan karena aksinya tadi.


"Tidak buruk teman, sekarang saatnya bertarung" ucap Yuyi


"Walaupun aku sedang lelah, tapi pertarungan harus tetap di lanjut" ucap Vijan


"(Ayolah Vijan... Kau boleh menyerah karena kau sudah sangat kelelahan)" ucap Ciwey yang khawatir

__ADS_1


Namun tiba tiba Yuyi melepaskan ikat kepalanya dan melemparkannya kepada Vijan, Yuyi tidak ingin bertarung lagi karena melihat kondisi Vijan yang sangat kelelahan, seluruh murid pun terkejut.


"Hah! Kenapa kau memberikannya!" ucap Mory


"Apa apaan itu!" ucap para murid yang terkejut


Tim Biru pun tereliminasi di posisi ke 2, sedangkan Tim Ungu menduduki posisi ke 1 dalam pertandingan kedua, sekarang mereka semua akan melanjutkan pertandingan ketiga keesokannya.


"Oi apa maksudmu! Aku tidak ingin menang dengan cara seperti ini!" ucap Vijan yang kesal


"Kau tau? Aku juga tidak ingin menang hanya karena kau sudah kelelahan" ucap Yuyi


Yuyi pun pergi dari sana untuk beristirahat, sedangkan Seya sedang mencari Yuyi karena dia ingin memberikan janjinya tadi.


"Sialan di mana dia?" ucap Seya yang baru kembali


"Kenapa kau membawa sekotak susu coklat!" ucap Yura yang terkejut


"Ah ini janji ku untuk Yuyi tadi!" ucap Seya


Seya pun pergi mencari Yuyi, semua Tim pun bubar dan akan bersiap siap untuk pertandingan selanjutnya yaitu pertandingan panahan, Mory pun menemui Yuyi yang sedang mencuci rambutnya.


"Kau sangat kelelahan ya... Seharusnya aku tidak memilih mu karena aku khawatir" ucap Mory


Yuyi pun melihat ke arah Mory.


"Ah ini? Ciwey mengikatnya barusan" ucap Mory


"(Dia semakin cantik jika rambutnya di ikat)" ucap Yuyi sambil tersenyum


"Hmm? Kenapa kau tersenyum?" tanya Mory


"Ah tidak ada apa apa" ucap Yuyi


"Hmm?" ucap Mory yang kebingungan


"Baiklah aku ingin pulang sekarang" ucap Yuyi


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama?" ucap Mory


"Ya... Baiklah..." ucap Yuyi yang mengiyakannya


Yuyi dan Mory pun ingin pergi untuk makan siang, namun saat Yuyi membuka mobilnya, dia melihat sekotak susu coklat dan kertas dari Seya.


"Ini janjiku tadi" isi pesan di kertas tersebut

__ADS_1


"Dia itu benar benar lucu ya" ucap Yuyi sambil tertawa


Yuyi dan Mory pun pergi untuk makan siang, Disisi lain, di bandara, Kakak Mory telah tiba di Kota Oroziwa setelah beberapa tahun tidak kembali ke Kota tersebut.


Miryo pun menelpon pamannya untuk menanyakan keberadaan Mory sekarang.


"Dia sedang tidak ada di rumah, kau bisa mampir ke perusahaan ku saja terlebih dahulu" ucap pamannya


"Iya baiklah" ucap Miryo


Miryo pun mematikan telponnya.


"Aku harap dia tidak marah dengan ku karena tidak pernah menjenguknya beberapa tahun ini" ucap Miryo


Mobil yang menjemput Miryo pun datang, dan mobil tersebut merupakan mobil kakak Yuyi yaitu Gray, Gray merupakan teman lama Miryo saat mereka masih SMP, dulu mereka berdua sekelas, namun saat SMA, Miryo pindah ke Kota Lain dan hanya meninggalkan emailnya kepada Gray.


"Lama tidak bertemu, ayo masuk" ucap Gray


"Ya lama tidak bertemu Gray, kau sudah mengambil alih perusahaan sekarang?" ujar Miryo sambil masuk ke dalam mobil Gray


"Tidak, aku masih belum mengambil alih perusahaan sepenuhnya, karena ibu dan ayahku masih belum pensiun" ucap Gray


"Jadi apa kau bertemu dengan Mory?" tanya Miryo


"Masih belum... Dia berumur 18 tahun bukan? Sama seperti adikku" ucap Gray


"Maksudmu Yuyi? Apa mereka satu sekolah?" tanya Miryo


"Ya begitulah, tapi ku rasa Yuyi sudah mengenali Mory karena mereka seangkatan, seperti kita dulu" ucap Gray


"Ya kau benar, haha" ucap Miryo sambil tertawa


Gray pun melajukan kecepatan mobilnya untuk mengantarkan Miryo ke perusahaan pamannya yaitu perusahaan Seytel, perusahaan Seytel merupakan perusahaan paling berpengaruh di Jepang di posisi ketiga, namun jika saja Keluarga Tera masih ada, maka perusahaan Tera akan menduduki posisi ke satu.


"Jadi apa yang membuatmu kembali ke Kota ini?" tanya Gray


"Aku hanya ingin menjenguk adikku saja" ucap Miryo


"Kenapa kau menjenguknya baru sekarang?" tanya Gray


"Ayah ku tidak memberikan izin kepada ku untuk pergi ke Kota ini, tapi sekarang Ayah ku telah tiada, aku mengambil alih perusahaan, ibu tiri ku membuat ku sangat kesal, jadi aku memutuskan untuk pergi menjenguk Mory" ucap Miryo


"Jadi begitu ya... Aku pikir kau masih memakai nama Tera" ucap Gray


"Ya aku masih memakai nama itu, walaupun hari itu Ayahku menyuruh ku untuk membuang nama Tera, tapi aku masih teringat bahwa Mory dan paman ku masih memakai nama Tera" ucap Miryo

__ADS_1


"Baiklah, aku harap Keluarga Tera bisa kembali bersaing di Jepang" ucap Gray


__ADS_2