MASA LALU ATAU MASA DEPAN

MASA LALU ATAU MASA DEPAN
Masa Lalu Seya


__ADS_3

Seya dan Yura masih di sekolah untuk mempersiapkan lapangan untuk besok, karena mereka adalah anggota OSIS, jadi mereka harus menyiapkan semua hal yang di butuhkan untuk perlombaan.


"Kita pasti bisa memenangkan pertandingan besok" ucap Yura


"Ya.. kurasa..." ucap Seya


"Hmm? Ada apa denganmu? Apa kau menganggap kita sudah kalah?" ucap Yura


"Tidak... Tapi kita tidak bisa mengalahkan tim Ungu dan tim Pink, apalagi tim Biru yang di perkuat oleh Yuyi yang sangat sempurna" ucap Seya


Yura pun memukul perut Seya agar dia tidak memikirkan tentang hal itu.


"Percaya diri saja dasar bodoh" ucap Yura


"Tapi..." ucap Seya


"Kau itu kan mantan atlet lari, jadi kau pasti lebih cepat dari mereka semua" ucap Yura


"Kau tau... Kenapa aku mulai berhenti menjadi atlet lari?" ucap Seya


"Apa?" ucap Yura yang kebingungan


"Baiklah aku akan memberitahumu" ucap Seya


2 tahun lalu, saat Seya masih duduk di kelas 3 SMP, Seya selalu memenangi semua perlombaan lari estafet, namun dia lebih menyukai berlari sendiri dari pada bersama tim, dia menjadi populer karena kehebatannya, Seya pun bertemu dengan rivalnya yaitu Yuhe, Yuhe sama seperti Seya yang merupakan seorang atlet lari.


Mereka berdua menjadi akrab satu sama lain dan saling mengalahkan satu sama lain, kadang Seya berada di posisi pertama, kadang Yuhe yang berada di posisi pertama, mereka berdua berbeda SMP namun memiliki tujuan yang sama yaitu menjadi Atlet lari profesional suatu hari nanti.


Hari demi hari mereka bermain bersama dan berlatih bersama, bahkan mereka berdua mendapatkan julukan kuda balap, namun suatu hari semua tujuan itu hancur, Yuhe memutuskan untuk berhenti karena ibunya meninggal, ayahnya menikah dengan orang inggris yang membuat dia pindah ke inggris.


Semenjak saat itu, Seya tidak bersemangat lagi untuk berlari, prestasinya semakin hari semakin menurun, performanya pun juga semakin menurun drastis, teman teman Seya pun mulai merasa kasihan kepada Seya, namun karena Seya tidak ingin mengambil resiko lagi, dia pun memutuskan untuk berhenti dan menjadikan partnernya menjadi ketua club.


Seya pun semakin terpuruk bahkan hampir memutuskan untuk tidak masuk ke SMA, namun suatu hari Yura datang kepada Seya untuk mengajaknya bergabung ke SMA Oroziwa dan menjadi partnernya, Seya pun mulai menghilangkan seluruh tujuannya dan mulai kembali untuk menjadi murid sekolah.


"Jadi kau sudah tau sekarang?" ucap Seya


Yura yang mendengar itu pun terdiam, bahkan dia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, Yura tau kalau Seya kembali berlari, dia pasti akan teringat dengan masa lalunya karena dia tidak memiliki semangat lagi.


"Kau tau Seya! Ini bukan saatnya untuk mengingat janji dan tujuan mu! Tapi lihatlah keadaan sekarang! Jika kau patah semangat hanya karena itu! Maka kau akan tetap di hantui dengan masa lalu mu!" ucap Yura sambil menarik kerah baju Seya


"Apa.." ucap Seya yang ketakutan


"Aku sudah mulai muak dengan mu! Kau itu tampan! Aku menyukaimu! Tapi kau itu sangat terlalu memikirkan masa lalu! Aku mulai benci denganmu!" ucap Yura


Yura pun pergi dari sana.


"Apa maksudnya... Itu..." ucap Seya yang mendengar perkataan Yura barusan

__ADS_1


Disisi lain, Felix dan Hira sedang makan siang, mereka berdua pun berbicara tentang kemajuan dari perusahaan mereka masing masing.


"Jadi apa perusahaan mu sudah meningkat?" tanya Hira


"Ya tentu, sekarang perusahaan Light sedang menurun karena tidak mengeluarkan produk terbaru" ucap Felix


"Aku tidak yakin, pasti Yuyi tidak akan tinggal diam" ucap Hira


"Ya aku tau itu, tapi sepertinya dia sudah kehilangan ide" ucap Felix


"Kau yakin? Apa kau tidak lihat cincinnya itu? Bukannya produk itu belum ada di pasaran?" tanya Hira


"Cincin? Cincin apa?" ucap Felix


"Kau akan melihatnya besok" ucap Hira


Disisi lain, Yuyi dan Vijan pun turun dari mobil dan masuk ke dalam secara diam diam, namun mereka ketahuan oleh Gray.


"Ah kalian sudah pulang ya" ucap Gray


"Sial kita ketahuan" ucap Yuyi sambil berbisik


"Sudahlah, ayo kita kesana" ucap Vijan


"Jadi kau Vijan bukan, idol yang sedang naik daun" ucap Gray


"Kenapa kau tidak memakai jasanya saja Yuyi? Dia kan bisa untuk mempromosikan barang" ucap Gray


"Tidak, dia seperti anak anak" ucap Yuyi


"Hah! Kenapa kau mengatakan seperti itu!" ucap Vijan


"Haha, baiklah, Rewa sedang menunggu mu Yuyi, jadi masuklah" ucap Gray


"Baiklah" ucap Yuyi


Yuyi dan Vijan pun masuk ke dalam, mereka berdua langsung berlarian ke arah laboratorium karena mereka sangat penasaran, saat memasuki laboratorium, mereka berdua melihat Rewa yang sedang meneliti Linyer yang sudah siap itu.


"Jadi bagaimana?" tanya Yuyi


"Woah, ini sangat banyak" ucap Vijan


"Semuanya aman, apa kau sudah membawa bahan uji coba?" tanya Rewa


"Ya tentu, teman ku ini mau mencobanya" ucap Yuyi


Rewa pun memberikan Linyer Tera yang sudah siap kepada Vijan untuk mencobanya, namun Vijan mulai ketakutan karena merasa Linyer Tera itu akan meledak.

__ADS_1


"Ini aman kan? Jangan sampai jariku hilang" ucap Vijan


"Aman" ucap Yuyi


Vijan pun memakainya, tiba tiba cincin Linyer memeriksa wajah Vijan dan menyuruh Vijan untuk mengatakan namanya, Linyer Tera khusus itu harus memakai pendeteksi wajah untuk bisa membukanya.


"Sebutkan namamu" ucap Linyer


"Zay Vijan" ucap Vijan


"Halo Vijan, kau adalah pemilik dari ku sekarang" ucap Linyer


"Woah aku tidak percaya kalau itu berhasil" ucap Rewa


"Sekarang Linyer itu milikmu Vijan, kau bisa menggunakannya sekarang" ucap Yuyi


"Woah ini seperti hp, tapi model hologram dan mudah untuk di bawa" ucap Vijan


"Gimana? Hebat bukan!" ucap Yuyi


"Iya ini benar benar keren" ucap Vijan


"Ini hanyalah Linyer khusus yang biasa, tapi sebentar ya" ucap Yuyi


Yuyi pun mengambil peti dan membukanya, di dalam peti tersebut berisi 10 Linyer khusus spesial bikinan Yuyi sendiri, Yuyi pun memberikannya kepada Rewa dan Vijan.


"Hmm? Apa kehebatan dari Linyer ini?" tanya Rewa


"Linyer ini lebih hebat dari biasanya, kalian bisa mengetahui dimana keberadaan Linyer orang lain, tapi jangan di pakai untuk hal yang brengsek, tapi pakailah untuk kebaikan" ucap Yuyi


"Woah, aku mulai suka denganmu" ucap Vijan


"Maksudmu?" ucap Yuyi yang kebingungan


"Maksudku cincinmu!, cincin bikinan mu!" ucap Vijan


Gray pun masuk ke dalam laboratorium, dan mengambil satu cincin Linyer Tera, dia pun sudah menunggu waktunya untuk Yuyi merilis produk pertamanya.


"Jadi kau sudah siap?" tanya Gray


"Ya tentu" ucap Yuyi


"Baiklah, ini sudah saatnya untuk memecahkan rekor pasaran Yuyi" ucap Gray


"Ya, ini semua berkat kalian" ucap Yuyi


"Jadi apa kau akan memasarkannya?" tanya Vijan

__ADS_1


"Ya tentu, aku akan memasarkannya dalam waktu dekat" ucap Yuyi


__ADS_2