MASA LALU ATAU MASA DEPAN

MASA LALU ATAU MASA DEPAN
Semuanya Terungkap


__ADS_3

Giver pun bertemu dengan Yuyi di Cafe milik Yuyi.


"Ada apa kau memanggilku Yuyi?" tanya Giver


"Hah?" ucap Yuyi


"Warna matamu menjadi putih" ucap Giver


"Kau tau? Aku mulai benci keluarga anak itu sekarang" ucap Yuyi


"Siapa yang kau maksud?" tanya Giver


"Tentu saja Zera" ucap Yuyi


"Apa yang terjadi padamu? Jangan bilang kau bertemu dengan kembaran Zera" ucap Giver


Yuyi pun langsung memecahkan gelasnya.


"Jangan kau sebut kembaran Zera itu" ucap Yuyi


"(Ini sudah benar benar gawat, dia bukan lagi Yuya melainkan benar benar Light Yuyi)" ucap Giver yang ketakutan


Keesokan paginya, Yuyi datang ke sekolah dengan memakai mobilnya dan membuat murid murid lain terkejut karena Yuyi membawa mobilnya sendiri hari ini.


"Takeda Yuyi, diam disana" ucap Zera


Yuyi pun tidak mendengar ucapan Zera dan langsung pergi masuk ke sekolah, namun Zera mengejarnya dan membuat murid murid mengira kalau Zera menyukai Yuyi.


"Hey Yuyi! Aku ingin berbicara denganmu!" ucap Zera


"Pergi lah! Aku tidak ingin berbicara dengan mu" ucap Yuyi


Zera pun berhenti dan terdiam, dia pun sangat marah kepada Zora karena menyamar menjadinya waktu SMP. Di kelas Yuyi mencoba kacamata buatannya.


"Kacamata informasi?" ucap Yuyi yang kebingungan


Yuyi pun memakai kacamata tersebut dan melihat bio data para murid, bahkan sampai murid murid kaya lainnya.


"Kacamata ini tidak lengkap, beberapa murid tidak bisa di lihat bio datanya" ucap Yuyi


Yuyi pun memasukkan kembali kacamatanya ke dalam tas miliknya. Namun tiba tiba idol kuning datang dan menatap mata Yuyi terlalu dekat.


"Mata yang indah, aku suka laki laki jago beladiri" ucap idol tersebut


"Kau ini siapa?" tanya Yuyi


"Oh ya kau mungkin masih belum mengenal ku, Namaku Reka Hira" ucap Hira


"Nama yang bagus, sekarang kau jangan mendekat denganku" ucap Yuyi


"Apa apaan itu! Aku ingin berkenalan dengan mu!" ucap Hira


Yuyi pun bangun dari kursinya dan pergi untuk menemui Yura, Namun Hira masih tetap mengikuti Yuyi.


"Aku dengar tadi pagi kau bertengkar dengan Zera bukan" ucap Hira


Yuyi pun berhenti.


"Aku tau kau cantik, aku tau kau terkenal, aku tau kau idaman para murid laki laki, tapi tolong jangan katakan nama Zera di depan ku paham!" ucap Yuyi yang emosi


Hira pun terdiam mendengar perkataan Yuyi.

__ADS_1


"Maaf... Biarkan aku sendirian" ucap Yuyi


Yuyi pun pergi ke ruangan OSIS.


"Apa yang telah di lakukan Zera kepadanya..." ucap Hira yang ketakutan


Di ruangan OSIS, Yuyi melihat Mory dan Yura yang sedang menganalisi beberapa dokumen.


"Ah ternyata ada Nona ku disini" ucap Yuyi


"Yuyi? Ada apa?" tanya Mory


"Nona? Apa maksudmu Nona?" tanya Yura


"Jadi Mory di angkat menjadi bendahara ni?" ucap Yuyi


"Ini semua karena Yura yang tidak bisa menganalisis" ucap Mory


"Itu bukan ke ahlian ku" ucap Yura


Yuyi pun mencoba memakai Linyernya.


"Linyer, berikan aku keberadaan Giver" ucap Yuyi


Linyer pun memberi tau keberadaan Giver dan membuat Mory dan Yura kebingungan karena cincin ciptaan Yuyi.


"Bagaimana kau menciptakan itu?" tanya Yura


"Itu bukannya sangat ilegal?" tanya Mory


"Tentu ini tidak ilegal, tapi cincin ini hanya aku yang memiliki nya" ucap Yuyi


"Tentu saja Mory, aku tidak akan membiarkan kau menang" ucap Yuyi


Yuyi pun pergi dari ruangan OSIS.


"Dia itu menyukai mu ya" ucap Yura


"Tidak, kami hanya teman latihan panahan, tapi aku dengar Yuyi akan mewakili Jepang nantinya" ucap Mory


"Kalian benar benar sangat cocok... Tapi Yuyi berasal dari keluarga Light, kemungkinan besar dia tidak di berikan izin oleh keluarganya" ucap Yura


"Aku tau itu, tapi aku tidak ada perasaan kepadanya" ucap Mory


Saat sore, Mory telat di jemput oleh pamannya karena sibuk, dia pun menunggu di depan gerbang sekolah, namun Yuyi yang melihat itu pun langsung mendekatinya.


"Naiklah, aku akan menjadi pangeran mu hari ini" ucap Yuyi


"Hmm? Apa kau tau di mana rumah ku?" tanya Mory


"Tentu saja, bentar.... Rumah mu di kawasan perusahaan Star?" ucap Yuyi


"Bagaimana kau tau!" ucap Mory yang terkejut


"Aku mendapatkan informasi dari Linyer ku" ucap Yuyi


"Linyer mu itu sangat benar benar berbahaya ya" ucap Mory


"Linyer ku hanya bisa di akses memakai suara ku, jadi ayo cepat naik" ucap Yuyi


Mory pun naik ke dalam mobil milik Yuyi.

__ADS_1


"Bagaimana kehidupan mu menjadi anak dari keluarga Light" ucap Mory


"Sangat membosankan, aku tidak memiliki seseorang yang bisa menghibur ku semua keluarga ku sangat sibuk, hanya teman dari Inggris ku yang sering menghibur ku" ucap Yuyi


"Teman dari Inggris? Ternyata kau mendapatkan teman juga di sana ya" ucap Mory


"Tentu saja, mereka kagum melihat cara ku memanah" ucap Yuyi


Yuyi pun sampai di rumah Mory.


"Bentar bentar ini bukannya kawasan dari keluarga Tera?" tanya Yuyi


Mory pun keluar dari mobil.


"Keluarga Tera tidak ada lagi... Jadi kau tidak akan memiliki saingan lagi" ucap Mory


Mory pun pergi meninggalkan Yuyi yang kebingungan.


"Tera Mory.... Anak yang waktu itu... Apa itu dia?" ucap Yuyi yang penasaran


Yuyi masih mencari nama lengkap Mory, apa Mory benar benar memiliki nama belakang Tera atau Mory benar benar tidak memiliki nama belakang Tera.


"Harus bagaimana lagi aku mencari tau tentangnya, Keluarga Tera telah tidak ada lagi, sedangkan dia tinggal di kawasan yang dulunya di tinggali oleh Keluarga Tera" ucap Yuyi


Yuyi pun tiba tiba di telpon oleh Vijan.


"Hey Yuyi, aku dengar kau sangat dekat dengan Mory bukan?" tanya Vijan


"(Apa lagi ini, apa dia akan membicarakan sesuatu)" ucap Yuyi yang ketakutan


"Hey kenapa kau diam? Lihat ini, aku sedang syuting bersamanya" ucap Vijan


"Jadi kau hanya menelpon ku hanya untuk itu?" tanya Yuyi


"Ya begitulah, kami sedang syuting film" ucap Vijan


"Apa nama filmnya?" tanya Yuyi


"Kau akan tau setelah melihat iklannya" ucap Vijan


Yuyi pun mematikan telponnya, dia langsung menghidupkan komputernya dan mulai mencari tau tentang film Vijan perankan.


"Film tentang remaja SMA? Di adaptasi dari Novel? Nama penulis bukunya seperti kenal" ucap Yuyi


Yuyi pun menelpon Vijan kembali.


"Ada apa kau menelpon ku lagi?" tanya Vijan


"Jangan bilang di dekat kau ada orang yang bernama Sero Kizay" ucap Yuyi


"Dari mana kau tau? Apa kau sedang disini" ucap Vijan


Yuyi pun melihat ke Linyernya.


"Sip nomor Kizay telah ku dapat" ucap Yuyi


"Apa maksudmu?" ucap Vijan yang kebingungan


Yuyi pun mematikan telponnya, Yuyi sengaja menelpon Vijan untuk mendapatkan nomor Kizay.


"Benda kecil ini mulai berguna" ucap Yuyi sambil melihat ke arah cincin Linyer Tera

__ADS_1


__ADS_2