MASA LALU ATAU MASA DEPAN

MASA LALU ATAU MASA DEPAN
Menjaga Nona


__ADS_3

"Hey hentikan! Kenapa kalian malah memukuli ku!" ucap Yuyi


"Harap tenang semuanya! Apa yang terjadi pada kalian!" ucap Giver


Yuyi dan Giver pun memukuli mereka satu persatu agar mereka mau diam, mereka tidak ada cara lain selain memukuli mereka.


"Masih mau?" tanya Yuyi


"Tidak tidak! Kami nyerah!" ucap para murid


"Beritahu kami, kenapa kalian berkelahi?" tanya Giver


"Kubu Idol Ungu menghina Kubu Idol Pink, kami tidak terima akan ham tersebut" ucap murid kubu Idol Pink


"Idol Ungu? Siapa? Aku tidak tau" ucap Yuyi


"Ciwey, dia adalah Idol warna Ungu" ucap Giver


"Ah yang waktu itu ya... Aku tidak mengenali namanya tapi aku mengenali wajahnya" ucap Yuyi


"Bagaimana situasinya?" tanya Kepala Sekolah


"Aman pak! Berikan tugas ini kepada kami saja!" ucap Giver


Kepala sekolah pun kembali ke dalam sekolah, sedangkan Yuyi dan Giver masih berusaha untuk mendamaikan para murid murid tersebut.


"Aku mulai benci ini, bagaimana kita mendamaikan mereka?" tanya Giver


"Mereka kalau di berikan uang bakalan diam gak?" tanya Yuyi


"Dasar bodoh, kau itu tidak ada cara lain apa selain menyogok pakai uang" ucap Giver


"Aku tau..." ucap Yuyi


Yuyi pun membagikan lembaran perlombaan yang di adakan oleh OSIS.


"Jika kalian ingin memperlihatkan kubu mana yang terbaik, maka kalian bisa menyuruh perwakilan kalian untuk berlomba di pertandingan ini" ucap Yuyi


"Yeah!" ucap para murid yang gembira


"Perlombaan apa itu?" tanya Giver


"Yura membuatkan perlombaan antar 5 Kubu di sekolah, jadi kau akan memilih kubu mana?" tanya Yuyi


"Apa maksudmu? Tapi Zera sedang tidak ingin ke sekolah sekarang, sedangkan lombanya seminggu lagi" ucap Giver


"Itu bukan urusan ku, kau bisa membujuknya untuk ke sekolah bukan? Karena kau yang menemaninya saat aku pergi ke inggris" ucap Yuyi


Yuyi pun pergi dari lapangan sekolah dan meninggalkan Giver bersama para murid lain disana, Yuyi tidak menganggap kalau dirinya yang membuat Zera tidak ke sekolah beberapa hari ini.


"Kau bisa bersedih kapan pun, walaupun yang saat itu bukan kau, tapi Keluarga ku tidak akan memberiku Izin" ucap Yuyi sambil berjalan di lorong sekolah


Yuyi pun kembali berpapasan dengan Mory.


"Mory!" ucap Yuyi


Mory yang melihat Yuyi pun langsung lari untuk menghindari Yuyi.

__ADS_1


"Ada apa dengan dia... Kenapa dia menghindariku..." ucap Yuyi yang kecewa


Saat pulang, Yuyi melihat Mory yang pulang dengan seorang laki laki, dan laki laki tersebut sangat dekat dengan Mory.


"Sebenarnya aku sudah beralih.... Tapi sepertinya kali ini aku tidak beruntung" ucap Yuyi


Yuyi pun pulang ke rumahnya, namun saat sampai di rumah, dia bertemu dengan Ciwey dan ayahnya.


"Ada apa ini?" tanya Yuyi yang terkejut


"Ini Idol yang ingin di jodohkan dengan mu hari itu" ucap Ayah Yuyi


"Yuyi!" ucap Ciwey


"Kalian sudah saling kenal ya" ucap Ayah Ciwey


"Jadi bagaimana? Apa kau menerimanya?" tanya Ayah Yuyi


"Maaf tapi aku sedang menyukai seseorang" ucap Yuyi


Yuyi pun kabur ke atas dan masuk ke dalam kamarnya untuk menyendiri, dia tidak ingin jodohkan karena dia masih sangat muda.


"Maaf atas perilaku Yuyi ya... Jadi jawabannya sudah tau bukan? Yuyi tidak ingin di jodohkan" ucap Ayah Yuyi


Ciwey dan Ayahnya pun pergi dari rumah Yuyi, sedangkan Gray memasuki kamar Yuyi.


"Dia lumayan cantik, tapi apa maksudmu kau menyukai seseorang?" tanya Gray


"Dia tidak cantik, dia hanya gila harta Keluarga Light" ucap Yuyi


"Aku bisa melihat wajahnya yang berpura pura senyum saat melihatku, aku tau dia sudah memiliki pacar" ucap Yuyi


"Memiliki pacar? Bukannya perusahaan tidak memperbolehkan para Idol untuk berpacaran?" tanya Gray


"Walaupun tidak di perbolehkan, ada beberapa Idol yang berpacaran diam diam, jadi tidak heran kenapa gosipnya sangat banyak" ucap Yuyi


"(Sejak kapan anak ini menjadi pintar)" ucap Gray


Gray pun keluar dari kamar Yuyi, namun tiba tiba Vijan menelpon Yuyi.


"Yuyi! Mory tidak bersamaku! Dimana dia sekarang?" ucap Vijan


"Maksudmu?" tanya Yuyi yang kebingungan


"Mory masih belum datang ke tempat syuting, apa dia sedang demam?" tanya Vijan


Yuyi pun langsung mengeceknya menggunakan Linyer Tera.


"Linyer, beritahukan aku posisi Mory sekarang" ucap Yuyi


Linyer pun memberitahukan posisi Mory yang ternyata Mory sedang berada di rumah.


"Dia sedang di rumahnya" ucap Yuyi


"Sepertinya dia demam ya, oke baiklah syuting akan di tunda" ucap Vijan


Yuyi pun mematikan telponnya.

__ADS_1


"Dia lagi gak enak syuting kali ini?" ucap Yuyi


Yuyi pun mulai menyiapkan Linyer Tera mode Remaja, agar anak anak Remaja lebih mudah membawa hp model cincin dari pada hp yang sangat berat.


"Sebaiknya aku harus menyiapkan benda ini lebih cepat, karena perlombaan akan di mulai beberapa hari lagi" ucap Yuyi


Yuyi terlalu sibuk membuat cincin Linyer, sampai sampai dia jarang berlatih kecuali di sekolah, namun kemampuan Yuyi tidak pernah menurun kecuali dia sedang teringat sesuatu.


"Bagaimana keadaan temanku di inggris ya, sudah lama aku tidak mengabari mereka" ucap Yuyi


Yuyi pun pergi keluar untuk melihat Kota Light saat malam, walaupun dia rindu dengan teman temannya di inggris, Yuyi pun harus tetap bisa untuk tidak mengingat mereka terus menerus.


"Sebaiknya aku mencoba untuk mengecek Mory, mungkin terjadi sesuatu kepadanya" ucap Yuyi


Yuyi pun pergi ke arah rumah Mory di kawasan lama milik Keluarga Tera, saat sampai disana, Yuyi menekan bel rumah Mory.


"Sepertinya dia tidur" ucap ucap Yuyi


Tiba tiba Mory membuka pintu.


"Ah... Ternyata itu kau... Yuyi..." ucap Mory yang lemas


Mory pun menyuruh Yuyi untuk masuk.


"Kau sedang demam? Perasaan tadi kau sedang sehat sehat saja" ucap Yuyi


"Entahlah... Kepala ku terasa pusing" ucap Mory


Mory pun tiba tiba terjatuh, namun Yuyi langsung menangkapnya.


"Hampir saja, aku akan membawa mu ke kamar" ucap Yuyi


"Iya... Makasih..." ucap Mory


Yuyi pun mengangkat Mory sampai ke dalam kamarnya.


"Apa kau sendiri saja di rumah?" tanya Yuyi


"Iya... Paman ku sedang ke luar Kota..." ucap Mory


"Demam mu makin parah, sebaiknya kau istirahat saja" ucap Yuyi


"Baiklah..." ucap Mory


Yuyi pun keluar dari kamar Mory dan menelpon Vijan.


"Bilang ke Kizay, dia sedang demam, mungkin perlu waktu agar dia sembuh, demamnya sangat parah" ucap Yuyi


"Serius? Dimana lokasi dia tinggal!" ucap Vijan


"Itu privasi" ucap Yuyi


Yuyi pun mematikan telponnya.


"Dia belum makan sepertinya... Aku jadi kasihan... Namun orang tua Mory dimana?" ucap Yuyi


Yuyi pun turun dan mencoba untuk mencari dapur di rumah Mory.

__ADS_1


__ADS_2