
"Ternyata dia memiliki ruangan latihan beladiri juga ya?" ucap Yuyi
"Memang benar benar wanita idaman" ucap Yuyi
Yuyi yang sedang mencari dapur di rumah Mory pun tiba tiba melihat foto Mory yang mendapat medali emas di karate umur 14 tahun.
"Ini saat dia berumur 14 tahun.... Ternyata dia bersekolah di SMP terkenal" ucap Yuyi
Yuyi pun kebingungan karena tidak ada satu pun foto Mory bersama dengan orang tuanya, melainkan pamannya yang sering berfoto dengannya.
"Apa sebenarnya yang terjadi... Apa orang tua Mory telah tiada..." ucap Yuyi
Setelah berputar beberapa lama, Yuyi pun berhasil menemukan dapur milik Mory di basement, dan membuat Yuyi sangat kelelahan.
"Ternyata memasuki rumah besar itu sangat sulit" ucap Yuyi
Yuyi pun membuka kulkas, dan melihat beberapa bahan untuk dia membuat makanan.
"Bahan bahan di kulkas ini sangat benar benar banyak, tapi aku harus membuat apa kali ini?" ucap Yuyi
Yuyi pun kepikiran untuk membuat bubur agar meredakan demam Mory.
"Bubur bisa meredakan demam? Mari kita coba" ucap Yuyi sambil tertawa
Yuyi pun membuat bubur menggunakan resep dari yang di berikan oleh ibunya, namun ibunya kebingungan karena Yuyi tiba tiba meminta resep bubur.
"Resep bikinan ibu pasti lezat" ucap Yuyi
Yuyi pun berhasil membuat bubur menggunakan resep ibunya, dia pun kembali ke dalam kamar Mory untuk memberikan bubur bikinannya.
"Makanlah, agar kau cepat sembuh" ucap Yuyi
"Ya.. terimakasih... Aku akan memakannya nanti" ucap Mory
"Hmm? Kau tidak sanggup bergerak ya? Biar aku suapin" ucap Yuyi
"Tidak! Aku tidak mau!" ucap Mory yang terkejut
"Ayo buka mulutmu" ucap Yuyi
Mory pun terpaksa harus di suapin oleh Yuyi.
"Enak... Bagaimana kau membuatnya.." ucap Mory
"Ini resep dari ibu ku, jadi aku mencoba membuatnya" ucap Yuyi
"Sekarang sudah jam 12 malam... Apa kau tidak pulang?" tanya Mory
"Tidak... Aku akan menjaga mu malam ini, paman mu sedang di luar kota bukan? Aku akan tidur di sofa di lantai bawah" ucap Yuyi
__ADS_1
Yuyi pun ingin pergi dari kamar Mory, namun tiba tiba Mory menarik baju Yuyi.
"Eh? Ada apa kau menarik baju ku Nona..." ucap Yuyi yang ketakutan
"Kau boleh pulang saja... Aku bisa melindungi diriku..." ucap Mory
"Oke baiklah.." ucap Yuyi
Yuyi pun keluar dari kamar Mory, namun dia berbohong, Yuyi tidak akan pulang, melainkan dia akan menginap dan meminjam ruangan latihan beladiri milik Mory.
"Sudah lama aku tidak berlatih boxing, reflek ku sudah mulai tidak cepat sekarang" ucap Yuyi
Yuyi pun berlatih teknik beladirinya, sampai jam 3 malam, Yuyi tidak pernah tidur jika besoknya adalah hari libur. Namun Mory terbangun dari tidurnya karena melihat lampu masih menyala di sela sela bawah pintunya.
"Dia tidak pulang..." ucap Mory
Mory pun mencoba untuk berdiri dan turun ke bawah untuk menemui Yuyi. Namun dia melihat lampu yang nyala di ruangan latihan miliknya, dan suara seperti orang memukuli samsak tinju.
"Dia sedang berlatih ya..." ucap Mory
Mory pun mengintip Yuyi, namun karena melihat Yuyi yang tidak memakai baju, Mory pun terpesona dengan otot yang di miliki oleh Yuyi.
"Ototnya sangat sempurna... Aku ingin menyentuhnya" ucap Mory
Yuyi pun menyadari kalau Mory dari tadi mengintipnya latihan dan membuat Mory terkejut.
"Kenapa kau bangun jam segini?" tanya Yuyi
"Tentu saja, kau melihatku dengan sangat terbuka" ucap Yuyi
"Aku bangun untuk melihatmu, kenapa kau tidak pulang?" tanya Mory
"Ayolah, kau bisa memahami laki laki bukan?" ucap Yuyi
"Baiklah terserahmu.. aku akan kembali ke kamar ku, jangan lupa untuk istirahat" ucap Mory
"Baik Nona" ucap Yuyi
Mory pun menaiki tangga sambil tersenyum karena dia melihat Yuyi dalam keadaan telanjang dada, Mory menyukai laki laki yang sangat sempurna.
"Saatnya untuk mimpi indah" ucap Mory
Keesokan paginya, Mory terbangun jam 10, namun saat dia turun, dia melihat Yuyi sudah tidak ada dan beberapa makanan di atas meja, Yuyi pun meninggalkan sebuah kertas.
"Jangan lupa untuk makan Nona" isi kertas Yuyi
"Dia itu sangat perhatian, aku mulai penasaran bagaimana dia bisa mengetahui nama lama ku" ucap Mory
Yuyi yang sedang mengendarai mobilnya pun tiba tiba di telpon oleh Kizay.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Mory? Apa dia sudah membaik?" tanya Kizay
"Ya sedikit, mungkin dia akan sembuh 2 hari lagi" ucap Yuyi
"Oke baiklah, tapi jangan bilang kau menginap di rumahnya?" ucap Kizay
"Bagaimana kau tau?" tanya Yuyi yang terkejut
"Tadi malam aku ke rumah mu, namun Gray memberitahukan ku kalau kau belum kembali, dan Vijan juga bilang kalau kau sedang bersama Mory" ucap Kizay
"Aku sudah ketebak ya... Baiklah kau menang kali ini" ucap Yuyi
Yuyi pun mematikan telponnya dan mempercepat mobilnya agar bisa sampai tempat waktu di kediaman Giver, Yuyi dan Giver ada janji untuk pergi ke kota bagian Utara untuk mencari beberapa peralatan perlombaan.
"Dia itu sedang kemana ya" ucap Yuyi sambil menekan bel rumah Giver
Yuyi pun melihat bekas ban mobil milik Giver di depan garasinya.
"Jadi dia berkunjung kesana dulu ya, baiklah aku saja yang mencari beberapa peralatan" ucap Yuyi
Yuyi pun masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke Kota Utara yaitu Kota Yaixi, Disisi lain, Giver berkunjung ke rumah Zera.
"Sudah 5 hari dia tidak sekolah" ucap Giver
Giver pun memberanikan diri untuk menekan bel rumah Zera, dan ibu Zera pun membukakan pintu untuk Giver.
"Giver? Kenapa kau datang kesini?" tanya Ibu Zera
"Maaf lancang, tapi aku ingin bertemu dengan Zera, Zera sudah 5 hari tidak masuk sekolah, sedangkan perlombaan antar tim akan di adakan 3 hari lagi" ucap Giver
"Begini ya... Bukan Bibi tidak mau... Tapi Zera sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun" ucap Ibu Zera
"Ayolah Bibi sejak kapan Zera tidak ingin bertemu dengan teman lamanya" ucap Giver
"Kalau begitu kau bisa mencoba mengetuk pintu kamarnya, jika Zera menerimamu maka kau akan di bukakan pintu olehnya" ucap Ibu Zera
"Oke baiklah" ucap Giver
Giver pun masuk dan pergi ke lantai atas untuk ke kamar Zera, Giver pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Zera.
"Zera? Ini aku Giver" ucap Giver sambil mengetuk pintu kamar Zera
Namun tidak ada jawaban, Giver pun mengira kalau Zera sedang tidur, Giver pun menyerah dan ingin pergi, namun tiba tiba Zera membukakan pintu.
"Pagi... Giver..." ucap Zera yang lemas
"Hah? Apa yang terjadi dengan mu? Kau sangat kurusan" ucap Giver
"Tidak... Aku tidak kurusan..." ucap Zera
__ADS_1
Tiba tiba Zera jatuh pingsan, dan Giver pun langsung menangkapnya agar tidak jatuh ke lantai, Giver yang panik pun berteriak memanggil Ibu Zera.
"Bibi! Zera jatuh pingsan!" teriak Giver