MASA LALU ATAU MASA DEPAN

MASA LALU ATAU MASA DEPAN
Peraturan Baru


__ADS_3

Seya pun menelpon Yuyi dan menanyakan keberadaannya, karena Seya bosan dia pun ingin mengajak Yuyi keluar.


"Hey Yuyi, kau sedang di mana?" tanya Seya


"Aku sedang di arcade bersama Vijan" ucap Yuyi


"Pantesan saja disana sangat berisik" ucap Seya


"Jika kau ingin datang kesini datanglah, kami sedang mencoba menghilangkan bosan" ucap Yuyi


"Oke baiklah" ucap Seya


Seya pun bersiap siap untuk pergi keluar, Disisi lain Rewa dan Gray sedang berbicara tentang masa lalu mereka saat masih SMP.


"Kau tau Gray, saat kita masih kelas 2 SMP, kita berdua dan Miryo selalu di marahi oleh guru karena kita nakal" ucap Rewa


"Ya kau masih ingat saja, tapi aku dengar dengar guru yang pernah memarahi kita terus menerus itu telah tiada, tapi aku tidak tau itu benar atau tidak" ucap Gray


"Jadi jika dia masih ada, apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya Rewa


"Ya tentu saja, karena dia bisa mengubah anak nakal seperti kita menjadi baik sekarang" ucap Gray


12 tahun lalu....


Gray, Rewa dan Miryo sering memukuli murid murid lain karena kenakalan mereka, berbeda dari yang sekarang, mereka bertiga dulunya adalah anak berandalan, bahkan sering menjahili guru guru lain.


"Haha! Gray! Taruhlah ember di atas pintunya" ucap Rewa


"Oke baiklah!" ucap Gray


"Kira kira guru seperti apa yang mendapat jebakan dari kita" ucap Miryo


Guru bernama Rira mengenai jebakan dari mereka, mereka bertiga bukannya takut malah menertawakannya, hal tersebut membuat Bu Rira selalu memarahi mereka karena selalu menjahili guru guru dan murid lain.


"Kalian bertiga! Berapa kali ibu harus memarahi kalian! Kalian itu anak dari keluarga yang terpandang! Kenapa sifat kalian sangat berantakan" ucap Bu Rira


"Walaupun kami dari keluarga terpandang, bukan berarti kami tidak bisa melakukan hal yang tidak di perbolehkan" ucap Rewa


Bu Rira pun menampar Rewa yang membuat Rewa ketakutan pada saat itu, di masa sekarang, Gray menertawakan Rewa karena pernah di tampar oleh Bu Rira


"Hahah! Saat itu kau di tampar oleh Bu Rira bukan!" ucap Gray sambil tertawa


"Diam kau! Lagian itu juga sudah lama, sekitar 12 tahun lalu" ucap Rewa


"Aku jadi ingin bertemu dengan dia lagi" ucap Gray

__ADS_1


Disisi lain, Miryo sedang melihat Mory memakai panah Tera Eaglenya, dia pun melihat kemampuan adik kecilnya itu meningkat pesat, namun dia mulai melihat keanehan di tangan Mory.


"Gimana kak? Apa kemampuan ku sudah meningkat?" tanya Mory


"Ya, tentu, tapi... Apa pergelangan tangan mu cedera?" tanya Miryo


"Hmm? Tidak, aku hanya merubah sedikit gaya ku" ucap Mory


"(Dia menyembunyikan sesuatu sepertinya)" ucap Miryo


Miryo pun menarik target memanah hingga 70 meter, dia pun menyuruh Mory untuk menembaknya di tengah target jarak 70 meter agar Miryo bisa melihat kemampuan dari pengguna panah Eagle.


"Baiklah, sekarang kenai target 70 meter ini Mory" ucap Miryo


"Baik!" ucap Mory yang senang


Disisi lain, Ciwey sedang menemui Ayahnya di kantor perusahaan Star, karena dia ingin berbicara sesuatu dengan Ayahnya.


"Ayah... Aku dengar kau mengubah peraturannya lagi ya.." ucap Ciwey


"Kenapa kau menanyakan hal itu?" tanya Ayah Ciwey


Ciwey pun melemparkan sebuah kertas ke ayahnya tentang peraturan baru yang di pakai oleh ayahnya, Ciwey pun sangat tidak menyetujuinya karena menciptakan 1 album dalam 1 tahun itu sangatlah sulit.


"Apa maksud ayah! Kenapa ayah membuat peraturan seperti ini!" ucap Ciwey yang kesal


"Tapi... Itu sangat keterlaluan!" ucap Ciwey


Ayah Ciwey pun melempar semua kertas ke dinding yang membuat Ciwey ketakutan, Ayah Ciwey pun mulai kesal dengan tingkah laku Ciwey yang tidak paham tentang bisnis.


"Kau tau! Kita sudah gagal untuk menjalin hubungan dengan Keluarga Light! Dan juga kita tidak mempunyai cara lain lagi! Jadi tolong! Tetap diam!" ucap Ayah Ciwey


Ciwey yang mendengar itu pun pergi dari ruangan ayahnya itu karena kesal, namun dia juga tidak bisa berbuat apa apa karena dia bukanlah pemilik perusahaan.


Disisi lain, Seya pun sampai di Arcade dan menelpon Yuyi kembali untuk menanyakan keberadaan Yuyi sekarang.


"Hey kau sedang dimana?" tanya Seya


"Aku di belakang mu dasar bodoh" ucap Yuyi


Seya pun melihat ke belakang.


"Itu sepertinya bukan mu" ucap Seya


"Jangan berpura pura gila, ayo kesini" ucap Yuyi

__ADS_1


Seya pun mematikan hpnya dan pergi ke arah Yuyi dan Vijan yang sedang balapan mobil karena mereka taruhan.


"Apa yang kalian taruhkan?" tanya Seya


"Kami taruhan untuk 1 juta diamond game" ucap Vijan


"Wow itu sangat mahal" ucap Seya


"Itu murah, oh ya, ini Linyer Tera untuk mu" ucap Yuyi


Yuyi pun memberikan Linyer Tera yang spesial kepada Seya, Seya pun kebingungan karena dia belum pernah melihat cincin yang berat seperti ini.


"Kenapa cincin ini terlalu berat? Lalu apa maksudmu Linyer Tera?" tanya Seya


"Kau ingin melihat kemampuan dari cincin itu? Katakan Linyer pada cincin tersebut" ucap Yuyi


"Oke... Baiklah..., Linyer!" ucap Seya


Cincin Linyer pun tiba tiba mengscan wajah Seya dan meminta Seya untuk menyebutkan namanya untuk mengamankan Linyer tersebut.


"Sebutkan namamu" ucap Linyer


"Wiye Seya" ucap Seya


"Baiklah Seya, kau adalah pemilik cincin ini sekarang, tanpa akses wajahmu, kau tidak akan bisa membuka cincin ini" ucap Linyer


Hologram pun muncul seperti hp yang membuat Seya sangat terkejut karena dia pertama kali melihat teknologi secanggih ini.


"Woah! Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Seya


"Aku membuatnya" ucap Yuyi


"Hey fokuslah, kau hampir menabrak tu" ucap Vijan


Seya yang melihat teknologi ciptaan Yuyi pun mulai menyadari kalau Yuyi sangatlah berbakat dan akan menjadi yang berpengaruh di Jepang nantinya.


Disisi lain, Yura yang sedang bermain game pun tiba tiba teringat dengan perkataannya kepada Seya tadi siang, dia pun merasa kalau Seya tidak mendengarnya karena dia berbicara terlalu cepat.


"Aku harap dia tidak mendengarnya..." ucap Yura


Yura pun melihat dokumen tentang peraturan baru, Yura yang melihat itu pun mulai semakin kecewa dengan manajemen di perusahaan Star, dia pun ingin memutuskan untuk keluar saja.


"Semakin hari semakin repot saja... Dengan gaji yang sedikit... Itu sangat tidak sepadan... Berusaha tampil gembira di depan penonton sangat membuatku sengsara" ucap Yura


Tiba tiba Yura mendapatkan telpon dari Hira, Hira pun juga sangat kecewa dengan peraturan terbaru dari perusahaan Star.

__ADS_1


"Aku memutuskan keluar dari grub" ucap Hira


"Apa?" ucap Yura terkejut


__ADS_2