
Mory pun pulang ke rumahnya dan menaruh tasnya di ruang tamu, namun tiba tiba Miryo menghidupkan lampu dan membuat Mory terkejut.
"Jadi kau sudah kembali ya... Adik kecil ku" ucap Miryo
"Adik kecil?" ucap Mory
Mory pun berpaling dan melihat Miryo yang sedang memakai celemek karena dia sedang memasak tadi.
"Ka...ka..kakak... Apa itu kau..." ucap Mory yang terkejut
"Ya sudah lama tidak bertemu ya... Sekarang aku akan tinggal di kota ini lagi" ucap Miryo
"Kakak!" ucap Mory sambil menangis
Mory pun melompat dan memeluk Miryo hingga mereka berdua terjatuh, Miryo yang melihat adiknya menangis pun merasa sangat bersalah karena tidak memani adiknya itu.
"Kenapa kakak tidak pernah kembali pada saat itu" ucap Mory sambil menangis
"Aku tidak bisa kembali... Ayah tidak mengizinkan ku untuk kembali kesini kecuali jika dia sudah menemui ajalnya" ucap Miryo
"Dasar bodoh! Kakak bodoh!" ucap Mory sambil menangis
"Baiklah baiklah, sekarang aku akan menjaga mu... Kau boleh kembali memakai nama Tera karena kakak mu sudah kembali" ucap Miryo
Selama ini Mory membuang nama Tera karena kesal dengan ayahnya, namun Miryo menyuruh Mory untuk tidak memakai nama Tera agar keluarga Tera hilang dari topik pembicaraan, namun sekarang, Miryo sudah kembali dan penerus perusahaan Tera akan kembali beraksi.
Disisi lain, Kizay kembali mengontak Zay untuk menanyakan tentang kehidupannya di SMA, Zay pun memberikan dokumen diarynya, Kizay pun membaca isi diary Zay saat masih SMA dan membuatnya terharu.
"Kisah dia ini sangat bagus untuk di jadikan Novel" ucap Kizay
Kizay pun mulai menulis Novelnya, namun dia masih harus memeriksa film dari Novelnya itu agar sutradara mendapatkan izin dari Kizay untuk merilis film tersebut.
"Jadwal ku haru ini untuk memeriksa film ya... Baiklah, aku akan menulisnya nanti" ucap Kizay
Kizay pun menutup bukunya dan menyimpan pulpennya di dalam laci mejanya, lalu Kizay pun pergi untuk bersiap siap.
Disisi lain, Yuyi sedang bermain game di komputernya, namun tiba tiba teman in gamenya bertanya tentang tipe Wanita yang di sukai oleh Yuyi yang membuat Yuyi terdiam.
"Hey bro! Apa tipe Wanita yang kau sukai?" tanya teman gamenya
"(Kenapa dia menanyakan hal itu)" ucap Yuyi yang panik
"Bro? Kenapa kau diam? Apa kau sedang bingung?" tanya teman gamenya
__ADS_1
"Baiklah aku akan menjawabnya, aku menyukai teman SD ku" ucap Yuyi
"Teman SD? Eh siapa namanya? Apa kau sudah bertemu dengannya?" tanya teman gamenya
"Tidak aku masih belum bertemu dengannya lagi, tapi aku menyukainya, jika kalian mengetahui Wanita yang bernama Tera Mory, aku akan memberikan hadiah yang kalian inginkan" ucap Yuyi
"Tera Mory? Apa kau sedang membicarakan Idol itu?" tanya teman gamenya
"Tidak, dia itu tidak memakai nama Tera, aku sudah menyelidiki latar belakangnya, namun aku tidak menemukan nama Tera di namanya" ucap Yuyi
"Ah sayang sekali... Baiklah aku akan membantumu bro" ucap teman gamenya
"Thanks" ucap Yuyi sambil tersenyum
Belakangan ini Yuyi masih bimbang, dia menyukai Mory yang bersamanya sekarang, tapi dia juga ingin bertemu dengan Wanita yang bernama Tera Mory saat dia masih SD, Yuyi pun sudah memerintahkan seluruh bodyguardnya untuk mencari tau, tapi hasilnya tetap saja begitu.
"Aku harus mencarinya... Jika hasilnya tetap sama... Aku akan menyatakan cinta ku pada Mory" ucap Yuyi
Yuyi pun out dari permainan dan mematikan komputernya, dia pun keluar kamarnya, namun saat sedang jalan menuju ke kamar kakaknya, dia mendengar kalau kakaknya sedang berbicara dengan seseorang.
"Apa yang di bicarakan?" ucap Yuyi sambil berbisik
"Aku akan membantumu, jadi tenang saja" ucap Gray
"Cuman angin ya.." ucap Gray
Yuyi pun pergi ke dapur dan mengambil air dari dalam kulkas, namun dia masih penasaran, dengan siapa kakaknya berbicara.
"Dengan siapa dia berbicara? Apa itu teman bisnisnya?" ucap Yuyi
Tiba tiba lampu dapur hidup dan Yuyi sangat terkejut karena lampu dapur tiba tiba menyala, ternyata kakak sepupunya sedang ingin makan sesuatu.
"Ah ternyata ada kau ya" ucap Rewa
"Ternyata kau kak, kau mengejutkan, apa yang kau inginkan?" tanya Yuyi
"Aku lapar... Di kulkas ada apa?" tanya Rewa
Rewa pun mengecek di dalam kulkas dan melihat kulkas penuh dengan air dan bahan mentah.
"Kenapa kulkas ini penuh dengan air?" tanya Rewa
"Ya karena kulkas itu milik kakak Gray" ucap Yuyi
__ADS_1
"Ah jadi begitu ya" ucap Rewa
Rewa pun mengambil beberapa bahan untuk dia memasak.
"Kau lapar?" tanya Rewa
"Hmm? Emang kau masak apa?" tanya Yuyi
"Nasi goreng" ucap Rewa
"Wah aku mau!" ucap Yuyi
Rewa pun memasakkan nasi goreng untuk mereka, mereka pun berbicara sampai tengah malam, Rewa merupakan anak dari Adik Ayah Yuyi, banyak produk Rewa yang telah menjadi top teratas sekarang, namun dia selalu di titipkan di rumah Keluarga Light karena orangtuanya sering ke luar Kota.
"Jadi apa kau sudah menyelesaikan produk mu itu?" tanya Rewa
"Masih belum 100% karena aku belum ingin menyiapkannya sampai ada idol yang cocok untuk mempromosikannya" ucap Yuyi
"Kau ini keras kepala sekali ya, kenapa tidak memakai jasa teman mu?" tanya Rewa
"Aku masih belum berani mengajaknya..." ucap Yuyi
"Kau tau? Kadang ada saatnya untuk kita memberanikan diri" ucap Rewa sambil memegang pundak Yuyi
"Ya... Oke..." ucap Yuyi
Disisi lain, Giver sedang berlatih memanah di halaman rumahnya sambil di temani oleh adiknya.
"Kakak... Aku sudah mulai mengantuk" ucap adik Giver
"Ya.. kau boleh tidur duluan.." ucap Giver
"Baiklah" ucap adik Giver
Adik Giver pun masuk ke dalam karena dia sudah ngantuk dan ingin tidur, sedangkan Giver tetap berlatih terus menerus agar bisa mendapatkan poin yang tinggi.
"Aku hanyalah atlet yang lemah... Bahkan aku tidak bisa mengalahkan atlet Inggris... Sedangkan Yuyi pada saat itu berhasil mengalahkannya dengan mudah walaupun dia kabur ke inggris" ucap Giver yang kesal
Giver terpilih menjadi Atlet panahan karena dia berada di bawah Yuyi, sedangkan pada saat itu Yuyi sedang di inggris, maka Giver di tugaskan untuk menggantikan Yuyi.
"Aku dengar perlombaan nasional akan segera di mulai... Seperti club panahan sekolah akan mengikutinya" ucap Giver
Giver pun memakai kuda kudanya dan melepaskan busurnya dan tepat mengenai target tengah di jarak 50 meter.
__ADS_1
"Ini masih sangat mudah, aku perlu yang lebih susah dari ini" ucap Giver