
Seorang gadis dengan postur tubuh tinggi dengan wajah cantik, kini memandang heran kerumunan siswi yang berteriak histeris seperti orang tidak waras.
"Itu ada apaan sih Ren?" tanyanya kepada sahabat baiknya, Iren Nafisya.
"Mana gue tau" balas Iren santai.
Gadis itu bernama Ayara Valerie, siswi kelas 11 di Sma Harapan Bangsa yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya bersama dengan kedua orangtuanya, Ayara memiliki seorang kakak laki-laki tapi sekarang sedang melakukan study diluar negeri.
Karna merasa penasaran, Ayara menghampiri salah satu temanya yang berdiri tidak jauh dari tempatnya, Aya termasuk dalam salah satu primadona sekolah karna wajah cantik juga prestasi yang dia miliki.
"Tirta kenapa pada ribut?" tanya Aya heran.
"Ada anak baru dan dia ganteng banget parah! ngelebihi pesona kak Elang!" hebohnya.
Jawaban Tirta membuat rasa penasaran Aya memuncak, karna menurut pengamatanya hanya Elang Sadewa yang menempati posisi pertama pria paling tampan yang pernah dia temui, setelah ayah juga kakak Aya tentunya.
Berulang kali Elang menyatakan cinta kepada Ayara tapi selalu ditolak gadis itu, hati Ayara sudah terlanjut membeku dan tentu akan sulit untuk mencairkan es dihatinya. Penolakan Ayara membuat Iren merasa jengkel karna ratusan orang mengantri untuk mau menjadi kekasih Elang Sadewa.
Mata indah Aya membulat saat dia melihat seorang pria bertubuh tinggi dengan kulit putih berjalan santai dengan raut wajah datar dan aura dingin yang pria itu keluarkan. Dia benar-benar tampan dan Ayara kini percaya jika diatas langit masih ada langit.
Diarah lain tampak wajah tidak suka dari Elang karna wanita pujaan hatinya menatap terpesona murid baru yang dia akui lebih tampan darinya, juga sudah menjadi trending topic disekolah. Sebagai seorang ketua osis membuat Elang kewalahan mengatasi gadis gadis yang berteriak histeris ini.
__ADS_1
"Diem woy!" teriak Arka sahabat Elang juga sepupu baik Ayara.
Kedua sudut bibir Elang terangkat karna dia mendapat bantuan Arka, sang ketua basket sekolah yang juga salah satu primadona karna wajah tampan dan cool miliknya. Arka sebagai sahabat Elang tentu memberi restu jika sahabat nya itu mendekati sepupunya.
Tringg...
Bel berbunyi menandakan waktu makan siang telah usia, para siswi mendengus karna itu menganggu waktu cuci mata mereka dengan pria tampan yang namanya tidak mereka ketahui, tapi cepat atau lambat pasti akan tersebar juga. Yang jelas, pesona murid baru itu mampu menyihir dalam sekali pandang.
Kelas 11 ipa 2 adalah kelas Ayara dan Iren, wanita cantik dengan pakaian formal seorang guru memasuki ruangan kelas, dengan diikuti sesosok orang yang menjadi perhatian dalam sekali pandang.
"Anak-anak kita kedatangan teman baru, dia pindahan dari Singapura dan ibu harap kalian dapat membantu dia beradaptasi dengan lingkungan sekolah kita ini!" tegas bu Lastri.
"Kenalin, Juanda Erlangga" ucap pria itu.
"Oppa sini duduk sana dedek!" teriak Jihan.
Para siswa hanya menggeleng dan menatap kesal Juan karna dengan mudahnya menarik perhatian para gadis cantik sekolah ini. Juan bahkan hanya mengatakan nama saja sudah menghebohkan seperti ini, sudah dapat dipastikan namanya akan tersebar diseluruh pelosok sekolah besok pagi.
Meja kosong hanya ada dibelakang meja Aya dan Iren jadi mau tidak mau Juan harus rela duduk dibelakang para gadis itu. Dia tipe orang yang tidak suka berbasa-basi dan lebih suka berkata melalui tindakan.
"Halo Juan! kenalin nama gue Iren Nafisya dan lo boleh panggil gue Iren!" heboh Iren.
__ADS_1
Tidak dapat dipungkiri jika gadis itu juga terpesona akan paras Juanda, kini pacar Iren sudah menatap permusuhan kepada Juanda. Aya yang melihat hanya terkekeh kecil karna pacar Iren yang bernama Tristan sangatlah mudah cemburu.
"Udah Ren, noh lihat pawang lo udah kaya mau makan tuh anak hidup hidup! ejek Ayara.
"Paan sih Ay, tuh badak satu juga napa sih! orang mau cuci mata dan kenalan doang sama si ganteng yang membuat Ayara sihati beku terpesona!" ucap Iren lantang.
Hening...
Kelas yang tadinya rusuh menjadi hening seketika karna mendengar jika si ratu kelas menatap terpesona siswa baru yang benar, pesona miliknya sungguh luar biasa.
Juanda mendadak bingung namun dia tetap tidak mengeluarkan kata-kata. Guru yang tadi menghantarnya kekelas juga sudah tidak ada karna harus keruangan kepala sekolah untuk mengikuti rapat dadakan.
"Serisuan Aya suka sama Juan?" tanya Jihan.
Tidak dapat dipungkiri jika mereka terkejut karna menurut rumor Ayara tidak pernah memberi respon positif kepada laki-laki yang mencoba menarik perhatianya bahkan Elang yang berkali-kali menyatakan cinta ditolak oleh Ayara dengan alasan simple.
"Gila gila gila! ini berita besar nih! seorang Ayara Valerie si primadona paling dingin di sekolah jatuh hati kepada seorang murid baru pindahan Singapura yang pesonanya mampu mengalahkan pesona kak Elang!" heboh Lily.
Ayara hanya merespon dengan gelengan kecil karna dia merasa, teman-temanya terlalu berlebihan dan dia hanya terpesona bukan berarti dia jatuh hati. Tidak mudah mencoba mencairkan hati yang telah lama membeku.
"Gue cuma terpesona sekilas dan bukan berarti gue jatuh hati. Kalian terlalu berlebihan dan behenti menyebar gosip" ucap Ayara juga dengan kekehan kecil.
__ADS_1
Rasa hangat memasuki hati Juanda saat dia melihat mata hitam Ayara, Juan menggeleng kecil mencoba tersadar dan menguatkan hatinya jika dia hanya mencintai gadis kecil yang dia temui bertahun-tahun yang lalu.