Masa Remaja Ayara

Masa Remaja Ayara
Murid Baru II


__ADS_3

Setiba dikelas Aya langsung disambut oleh Juanda, pria itu kini sudah semakin berani mendekati dirinya. Mungkin karna respon Aya yang tidak terganggu akan kehadiranya.


Dikelas juga tidak ada Iren karna gadis itu pasti akan terlambat atau benar benar tidak pergi bersekolah. Entahlah ada apa dengan gadis itu, Ayara hanya tau jika Iren memiliki pekerjaan dirumah.


"Pagi Ay!" sapa Juanda manis.


"Hmm" jawab Aya singkat.


"Eh eh dingin amat neng" ucap Juanda.


"Ngaca tong!" sinis Tirta dan Aulia.


Juanda refleks memandang tajam Tirta dan Aulia membuat kedua gadis itu menatap Juanda tidak kalah tajam, Ayara dan Jihan hanya menjadi penonton ditempat duduk mereka, Juanda terlihat seperti anak kecil yang mainanya dirampas.


Tringg....


Suara bel berbunyi, semua siswa kompak duduk ditempat masing masing sebelum guru memasuki kelas mereka. Sedangkan Juanda dia mengambil tasnya dan berpindah duduk disamping Ayara.


"Ini tempat Iren!" kesal Ayara.


"Dia gaada tuh" ucap Juanda acuh.


Ayara hanya mendengus kesal akan tingkat pria disampingnya ini, apa Iren tidak datang karna permintaan Juanda? jika iya awas saja.


Tidak lama kemudian buk Lastri memasuki ruangan kelas dengan seorang yang sangat Ayara kenal. Aulia, Tirta, dan Jihan langsung mamandang Ayara yang tampak membeku.


Mereka tidak tau banyak tapi intinya mereka bertiga jelas sangat tahu jika orang yang berdiri disebelah buk Lastri adalah mantan dan cinta pertama Ayara. Roni Wiranto.

__ADS_1


Bagaimana bisa lelaki itu berada disini? apa itu karna Roni sudah mengetahui jika Ayara bukanlah gadis miskin yang seperti Roni pikirnya. Jihan, Aulia, dan Tirta bahkan tidak tahu jika Ayara itu anak konglomerat.


Sepertinya ini akan menjadi sedikit sulit bagi Ayara, tapi gadis itu berjanji tidak akan pernah terpengaruh akan hasutan dan omongan manis Roni, karna Aya tau itu semua hanyalah bullshit.


Roni adalah playboy seperti Elang, tapi Roni tidak pernah menghamili anak orang seperti Elang Sadewa, pria itu masih memiliki hati nurani dan menjaga keprajakaanya hanya untuk istrinya kelak.


Tapi tetap saja Roni adalah pria yang hanya menginginkan materi Ayara, benar jika dulu Roni pernah tulus mencintai Ayara, tapi itu semua berubah setelah Roni mengenal dunia bisnis dan menjadi pria yang arrogan.


"Kita kedatangan murid baru, perkenalkan dirimu!" perintah buk Lastri.


"Hai, nama gue Roni Wiranto dan kalian boleh panggil gue Roni" sapanya genit.


Entah bagaimana tapi banyak gadis yang berteriak saat Roni mengatakan Wiranto, itu adalah nama keluarga bisnis apalagi wajah Roni amat sangat tampan. Tentu banyak gadis yang akan terpedona kepadanya walau pesona Roni kalah telak dengan Juanda.


"Hai Ay!" sapa Roni.


Tidak ada balasan dari Ayara membuat Roni tersenyum kecut, dia sadar jika dia sudah keterlaluan kepada Ayara tapi dia tidak akan menyerah untuk merebut hati Ayara. Pria itu belum sadar akan Juanda yang sedari tadi menatap dirinya tajam.


"Lo tau? kemarin gue banyak bercerita dengan bokap lo. Ternyata beliau ramah ya tidak seperti yang diberitakan!" ujar Roni.


Celaka! jangan sampai Roni membocorkan identitas aslinya kepada mereka semua, Roni tahu jika Ayara merahasiakan identitasnya karna dia sudah mencari tahu tentang Ayara disekolah ini. Arkasa Prayudha, sepupu Aya yang satu itu mungkin bisa Roni peralat untuk mendapat hati Ayara. Roni tidak tahu jika ada Elang yang juga menjadi saingan cintanya.


Jujur saja Roni masih mencintai Ayara, tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar. Terlalu banyak kenangan manisnya bersama Ayara, tapi dia sudah dibutakan oleh materi hingga meninggalkan gadis langka seperti Ayara.


Kesalahan terbesarnya adalah dia selalu menghina dan mencacai maki Ayara jika mereka bertemu secara tidak sengaja seperti di caffe beberapa hari yang lalu.


"Bersikaplah sopan" ujar Ayara sinis.

__ADS_1


Buk Lastri hanya terdiam karna beliau tidak mau terkena imbas jika bermasalah dengan Roni Wiranto, keluarga Wirano cukup terkenal dan berpengaruh untuk kota ini. Walaupun tidak seperti keluarga Richart, Erlangga, dan keluarga Sadewa.


"Kenapa? apa ada yang salah jika gue bercerita tentang kita dengan om Abraham? itukan papa lo" tanya Roni memancing.


"Jangan memanggil papa saya dengan kata om, karna papa saya bukan om kamu. Dan ingatlah status kita memiliki perbedaan dan jarak terpaut cukup jauh!" sinis Ayara.


Jika dulu Roni selalu menghinanya maka kini adalah waktunya membalas, masa bodoh yang identitasnya yang terungkap dia sudah tidak peduli. Amarah menguasao hatinya kini dan dia sendiri sulit mengandalikanya.


Roni tersenyum kecil, ternyata Ayara tetaplah Ayara, yang jika amarahnya dipancing maka dia sendiri akan kesulitan mengandalikan diri dan itu adalah kekurangan Aya yang diketahui oleh Roni.


"Maaf, maksud gue tuan Abraram Richart!" ujarnya lantang.


Mata semua siswa membulat sempurnah ketika mendengar nama itu diucapkan, siapa yang tidak mengetahui Abraham Richart? tidak ada dikota ini yang tidak mengenalnya karna dia sungguh populer baik dikalangan bisnis, entertaiment, dan kalangan biasa.


"Maafkan saya yang bersikap tidak sopan nona muda Ayara Valerie Richart!" tambah Roni yang seketika membuat Ayara sadar.


Astaga dia kebablasan dan kini semua mata memandang kaget dirinya termasuk Juanda, Tirta, Jihan, dan Aulia. Keempatnya tidak pernah menyangka jika status sosial Ayara sangatlah tinggi dan dia adalah konglomerat.


Siapa yang mengatakan Ayara miskin? jika Ayaraa miskin lalu mereka apa? gelandangan atau pelayan rendahan? seluruh siswa kelas 11 Ipa2 sangat bersyukur karna tidak pernah memiliki masalah dengan gadis cantik itu.


Dan mereka sadar dengan berita yang menjadi tranding topic disekolah ini adalah Ayara penyebabnya, apalagi jika bukan dipecatnya tuan Ranajaya dari perusahaan utama Richart. Dan konsekuensinya adalah tidak akan diterima berkerja diperusahaan manapun lagi.


Juanda memandang serius Ayara yang kini menundukan kepalanya, alasan utama Ayara menyembunyikan statusnya karna dia tidak ingin teman temanya memperalat dirinya dan memeras dirinya, karna Ayara sangat tidak bisa menolak permintaan temanya.


Itu juga alasan mengapa dia bersikap dingin karna dia tidak ingin berdekatan dengan teman yang matre atau gila materi seperti Roni. Itu sungguh buruk, dan Aya tidak suka hal tersebut.


'Iren, tolong gue!' batin Ayara sedih.

__ADS_1


__ADS_2