
Untuk menghilangkan rasa hening diruangan kelas, buk Lastri segera meminta Roni untuk duduk persis dibelakang Ayara. Besok Roni akan duduk satu meja dengan Juanda.
"Ay, are you oke?" tanya Juanda.
Pria itu merasa khawatir karna sedari tadi Ayara menundukan pandanganya, entahlah apa yang ada dipikiran gadis itu saat ini. Tapi yang pasti gadis itu sedang tidak baik baik saja. Roni? dari mana lelaki itu mengetahui jika Ayara adalah anak tuan Abraham Richart.
Untuk sekarang, Juanda hanya ingin agar Aya sedikit lebih tenang, sepertinya gadis itu mengidap asma karna nafasnya yang tidak beraturan. Oh astaga, dimana Iren? hanya Iren yang mengerti dengan baik kondisi Ayara.
"I'm fine" balas Ayara pelan.
Mendengar suara gadis itu telah membuat Juanda sedikit lega, dia benar benar bingung dengan Ayara hari ini. Ya, keduanya memang baru beberapa hari mengenal tapi Juanda sangat tidak menyukai Ayara hari ini.
"Aya, lo tidak menyapa gue?" tanya Roni.
Refleks kepala Juanda memutar kearah Roni, sialan! kenapa pria itu harus duduk satu meja dengan dirinya? tunggu saja. Juanda pasti akan mencari tahu identitas Roni dan siapa Roni hingga mengenal baik gadisnya.
"Nama lo, Roni Wiranto?" ucap Juanda.
Gleg..
Dengan susah payah Roni menelan salivanya saat melihat wajah datar dan dingin Juanda. Bagaimana dia bisa ceroboh hingga bisa melupakan seorang Juanda Erlangga. Juanda bukanlah pria baik-baik. Ya, siapa tidak kenal dengan watak pewaris Herman Erlangga?
Juanda Erlangga, mendengar namanya saja pasti akan membuat orang bergelidik ngeri. Dia terkenal dengan tampramen buruknya, sering berkelahi, dan membuat onar. Meski begitu tidak ada yang berani melarangnya, itu disebebkan oleh latar belakang Juanda.
__ADS_1
Tidak hanya itu, sudah banyak keluarga yang hancur karnanya. Bukan tanpa sebab, tapi siapa yang berani macam macam denganya, maka orang itu akan hancur hingga akarnya. Juan adalah iblis tak berhati semenjak kematian mamanya. Ayara mengetahui hal itu, tapi selama Juan tidak berbuat jahat kepada dirinya, maka gadis itu akan diam.
"Eh..anu..itu" gugup Roni.
"Auu!" jerit Juanda karna Ayara mencubit kuat pinggangnya.
Hari ini adalah hari terburuk untuk masa Sma seorang Ayara Valerie Richart. Sepertinya gadis itu cukup menyesal datang kekantor papanya secara mendadak. Ayara berjanji tak akan mengulangi hal buruk itu lagi.
"Guys, gue mohon sama kalian. Identitas gue jangan sampai bocor. Gue harap kalian bisa menjaga mulut dengan baik!" pinta Ayara.
"Baiklah" jawab semua kompak.
~~
Kediaman Sadewa merupakan kediaman yang besar dan luas, seorang Elang Sadewa kini sedang bersantai bersama gadis cantik didalam kamarnya. Gadis itu adalah saudara tirinya, Bella Utami Sadewa.
"Ada apa kak?" tanya Bella.
"Abbe, kakak mau lo masuk sekolak kakak. Bukankah lo teman masa kecil Juanda? pria itu kini bersekolah disekolah kakak" ujarnya.
Mata gadis itu berbinar namun otaknya kini sedang merencanakan hal licik. Tidak ada yang tahu jika gadis itu selama ini berdiam diri dirumah keluarga Sadewa. Wajah cantik Bella mampu memikat siapa saja, gadis itu memiliki body goals. Kekuranganya Bella adalah gadis itu bukan lagi seorang gadis, tapi sudah menjadi wanita.
Hobbynya adalah pergi ke-bar dan menikmati indahnya dunia malam, mama Bella adalah seorang wanita penghibur yang memikat hati papa Elang hingga keduanya menikah.
__ADS_1
"Apa pria itu tampan?" tanya Bella.
"Yeah" jawab Elang malas.
"Kakak mau kamu mendekati Juanda, hingga pria itu menjauh dari Ayara. Kamu tau bukan secinta apa kakak dengan Ayara" ujar Elang.
"Ck, itu bukan cinta tapi obsesi!" saut Bella.
"Sudahlah, lusa nanti kamu mulai aksinya. Bermainlah dengan indah!" ujar Juanda.
"Tentu saja! aku akan menjadi nyonya Erlangga!" sinis Bella.
"Abbe, lakukan semua dengan baik tanpa ada cacat. Jika perlu, kamu beri Juanda obat agar kamu hamil anaknya dan kalian menikah!"
"Kakak juga akan mencari rencana yang membuat seolah-olah Abraham Richart telah membunuh mama Juanda, karna mama Juan tiada setelah kembali dari perusahaan papa Ayara". Tambah Elang licik.
"Baik" jawab Bella licik.
Setelah menyelesaikan kata-katanya gadis itu pergi dari kamar kakaknya, sementara Elang. Pria itu lebih tertarik merencanakan sesuatu yang dapat membuat Ayara jatuh kedalam pelukan dirinya.
Tanpa dia dan Bella sadari, seseorang dari tadi mendengar bahkan merekam semua pembicaraan mereka. Seseorang yang akan menjadi penyelamat Ayara nantinya.
Namun, seseorang itu tidak ingin segera memberi rekaman itu kepada Ayara, dia ingin melihat seberapa cinta Juanda kepada Ayara dan apakah Juada mampu melewati segala rintangan dalam hubungan cintany.
__ADS_1