Masa Remaja Ayara

Masa Remaja Ayara
Undangan Pesta


__ADS_3

Dukung author dengan kasih like dan vote!


~


Ayara saat ini sedang dirumah Aulia bersama teman teman yang lainya, mereka sedang menyiapkan undangan untuk acara ulang tahun Aulia yang diadakan tiga hari lagi.


"Semua diundang?" tanya Tirta.


"Iya, satu sekolah bukan cuma angkatan kita doang" balas Aulia.


"Banyak bener dah, emang acaranya dimana? gamungkin dirumah lo kan gamuat" tanya Jihan bingung.


"Acaranya digedung" jawab Aulia singkat.


"Kalian harus datang dan nanti gue pesenin gaun khusus kita berlima. Tapi punya gue tetap paling beda dong hehe" canda Aulia.


Jihan hanya mengangguk kecil, kembali kepada aktivitas mereka yaitu undangan yang akan dibagikan besok. Pasti banyak siswa/i hadir karna Aulia membuat acara yang besar besaran dan mewah.


"Eh Ay mending besok lo terus bareng sama Juan. Takutnya nanti gadis baru itu ganjen sama Juan" ucap Jihan.


"Juanda udah cerita sama gue. Katanya gadis itu yang dulu nolongi Juan waktu dia lagi gila alias mau bunuh diri. Gadis itu juga cinta pertama Juan tapi sekarang tidak lagi" jawab Ayara santai.


"BUNUH DIRI?!" heboh semua.


"Yeah, dulu Juan stres berat karna kematian bundanya dan maaf gue tidak bisa cerita lebih banyak karna privasi Juanda" ucap Ayara.


Sontak semua mengangguk karna tidak mau merusak hal privasi seseorang apalagi Juan, pria itu bukan orang sembarangan dan kejam serta memiliki sisi iblis. Setidaknya Juanda tidak menjahati mereka itu sudah lebih dari cukup untuk mereka.


Manusia adalah makhluk yang tak sempurna, semua pernah melalukan kesalahan namun berhak diberi kesempatan untuk mamperbaiki kesalahan mereka.


"Berapa jumblah undanganya?" tanya Iren.


"Umm... 750?" jawab Aulia sedikit ragu.

__ADS_1


"Cukup banyak" nilai Iren.


"Tapi belum tentu semua akan hadir, bisa saja mereka memiliki urusan terdesak tapi tidak salah untuk memgundang" saut Jihan.


"Betul" timpal Tirta.


"Ehh btw Aya lo beneran jadian sama Juanda kan?" tanya Aulia.


"Iya emangnya kenapa?" ucap Ayara.


"Gue cuma sedikit khawatir soalnya gadis baru disekolah kita itu seperti memiliki niat jahat untuk lo dan Juan" ucap Aulia.


"Tuhkan, Aulia aja ngerasa" timpal Jihan.


"Udahlah jangan berpikir negative" lerai Ayara.


Entah kenapa perasaan Ayara menjadi sedikit cemas mendengar perkataan kedua teman yang selama ini bersama dirinya. Apa benar? gadis itu juga adik Elang dan bisa jadi mereka berkerja sama untuk menjauhkan dirinya dan Juan karna Abbe menyukai Juan dan Elang menyukai Ayara.


Drtt..drtt...


Ponsek milik Ayara berdering, telepon masuk dari kakaknya Bio. Hari sudah malam tetapi Ayara belum kunjung pulang. Juanda berkata akan mengantar Ayara pulang sore hari tapi inj sudah malam.


"Hallo kak?"


"Kamu dimana?!" tanya Bio.


"Rumah Aulia, maaf ya kak Yara lupa kasih kabar soalnya Yara minta Juan berhenti didepan komplek lalu Yara pergi lagi" katanya.


"Haish lain kali jangan ulangi lagi. Papa udah mau nyamperi Juan kerumah Erlangga saking cemasnya" terang Bio jujur.


"Aduh maaf ya kak, pasti papa marah sama Yara" sesalnya.


"Yaudah nanti kakka bantu ngomong. Kalau udah selesai segera pulang!" pesan Bio.

__ADS_1


"Iya" balas Ayara.


Telepon dimatikan semua mata tertuju pada Ayara, Aulia merasa tidak enak hati karena takut nanti Ayara dimarah sama Abraham karna dirinya.


"Maaf ya Ay" ucap Aulia.


"Sans aja" jawab Ayara santai.


"Gatakut lo?" ledek Iren.


"Engga sih soalnya ada Bio juga" ucap Ayara.


"Eh iya ***** gue lupa ada kak Bio. Pasti dia belain lo didepan om Abra dan tanye Key" ujar Iren terkekeh geli.


"Secara adik kesayangan" lanjut Iren.


Akhirnya Ayara menjadi bahan ledekan Iren hingga pulang, gadis itu sungguh suka saat melihat wajah kesal khas Ayara, jarang sekali untuk Iren melihat wajah Ayara karna gadis itu sangat jarang kesal.


"Gengs kita pulang ya" pamit Iren dan Ayara.


"Iya ntar om Abraham marah, kata papa gue om Abraham kalo marah serem!" ujar Jihan.


"Alah ngehalu! orang papa gue palingan cuma nasehati aja gaserius marahnya" saut Ayara.


"Ya karna lo anaknya Ayy! bokap gue rekan bisnis papa lo jadi wajar kalau papa lo marah semisal bokap gue ada salah" saut Jihan.


"Bener tuh!" sambung Tirta.


"Bodoamat" jawab Ayara mengedikan bahu.


"Dasar balok es!" sindir Jihan kesal.


*Nanti author bakalan ganti sampul sama judul novel, jadi kalian jangan kaget ya guys.

__ADS_1


__ADS_2