
Juanda pulang kerumah dengan wajah yang berseri, pesta yang dia pikir membosankan ternyata menyenangkan. Itu karena Aya tidak mau berjauhan darinya bahkan gadis itu selalu menggandeng lenganya kemanapun gadis itu inginkan.
"Kamu sudah pulang?" tanya Herman.
Wajah yang tadi berseri seri berubah seketika menjadi wajah dingin tanpa ekspresi. Melihat itu membuat Herman menghela nafas berat, apakah sebegitu benci Juan kepada dirinya? Herman akui jika dirinya tidak layak disebut ayah yang baik. Namun sikap Juanda kepadanya sangat menyakitkan.
Haruskah dia menceritakan sebenarnya yang terjadi? jujur saja dirinya mengetahui siapa dalang dibalik semua ini, tetapi kekurangan bukti membuat Herman hanya mampu diam tanpa banyak berkata.
"Hmm, apa kamu mau mendengar semua penjelasan papa?" tanya Herman pelan.
"Penjelasan? atau hanya bualan semata?" sinis Juanda.
"Papa memang tidak memiliki bukti yang kuat untuk menangkap pembunuh mama kamu, tapi papa memiliki rekaman percakapan orang tersebut dengan bunda kamu, meski tidak terlalu jelas" tutur Herman.
Mendengar hal tersebut membuat Juanda sedikit luluh, setidaknya dia memiliki bukti tentang siapa pelakunya dan dia akan dengan keras berusaha mencari bukti yang lebih kuat dari bukti yang di miliki sebelumnya.
"Baiklah" jawabnya dingin.
"Ayo ikut papa" ajak Herman bahagia.
Mereka berjalan menuju kamar Herman, pria hampir setengah abad itu selalu menyimpan benda penting didalam kamar pribadinya.
__ADS_1
Sebuah laptop dan flashdisk Herman ambil dari dalam lemari yang tampak berdebu. Itu adalah lemari khusus bukti bukti kejahatan orang yang telah membuat hidup keluarga Herman hancur, keduanya memang memiliki masalah pribadi.
Juanda memasang telinganya dengan baik untuk mendengar percakapan seseorang yang menyebabkan kematian bundanya, siapa orang yang begitu tega menghancurkan hidup keluarga bahagianya.
Mata elang milik Juanda terbuka lebar karna kaget mendengar percakapan tersebut, apa dia tidak salah dengar? suara itu tidak terlalu familiar, namun dia tentu mengenal pemilik dari suara tersebut.
Percakapan berisi ancaman dan janji untuk membantai habis keturunan Erlangga secara perlahan lahan. Konflik apa yang sebenarnya terjadi sehingga orang itu sangat memiliki nafsu dan obsesi untuk membunuh keluarga Erlangga? keluarga dirinya.
"Ja..jadi" lirih Juanda.
"Maafkan papa, bukan bermaksud untuk tidak menghadiri pemakanan bundamu, namun papa hanya mencegah kematian dirimu. Oranh itu sangat mirip seperti psikopat gila karna konflik segitiga dimasa lalu" jelasnya.
"Kamu tidak bersalah nak, ini semua salah papa karna terlalu meremehkan orang itu" tutur Herman.
Kilatan emosi terpancar dimata kedua ayah dan anak itu, bertahun tahun mereka perang dingin terjadi diantara keduanya.
"Papa apa yang sebenarnya terjadi sehingga orang iru sangat ingin membunuh kita semua?" tanya Juanda ragu.
Mendengar pertanyaan Juanda membuat Herman seketika terdiam, apakah sudah saatnya Juanda mengetahui faktanya. Tetapi Herman tidak ingin membuat Juanda jauh lagi darinya hingga memutuskan memberi tahu semua rahasia dirinya.
-Flashback on-
__ADS_1
Dulu Herman dan 'orang itu' memiliki konflik cinta segitiga, keduanya sama sama memiliki perasaan untuk bunda Juanda. Berbagai cara mereka lakukan demi meluluhkan hati bunda Juanda.
Namun pada akhirnya bunda Junada lebih memilih Herman karna mengetahu jika 'orang itu' adalah pria yang kejam dan memiliki jiwa psikopat. Entah berapa banyak nyawa tidak berdosa yang hilang ditangan pria gila itu.
Akibat inilah yang membuat 'orang itu' menyimpan dendam kepada Herman dan bunda Juanda, hingga berjanji akan membuat keluarga Erlangga hancur dan membunuh semua keturunan darah Erlangga.
-Flashback off-
Raut wajah Juanda mendadak dingin, hanya karna cinta ditolak? tetapi rela membunuh? terbuat dari apa hati dan perasaan 'orang itu' atau jangan jangan, tidak memiliki hati.
"Juan akan berusaha mencari bukti yang dapat menghancurkan orang itu pa. Tetapi, sepertinya bukan keputusan bijak jika kita memasukan orang itu kedalam penjara karna psikopat memiliki otak cerdik untuk kabur dari dalam penjara" ucap Juanda.
"Lalu, apa yang baik?" tanya Herman.
"Bukti bukanlah hal yang terlalu penting. Tapi kita masih sangat membutuhkam bukti karna takutnya 'orang itu' ternyata memiliki sekutu. Jika benar memiliki sekutu kita berusaha untuk menangkap semua dan memasukan didalam penjara bawah tanah kediaman kita. Penjara itu sangat kuat dan dialiri tenaga listrik tinggi jika ada yang berusaha kabur!".
Usulan Juanda terdengar masuk akal, kedua ayah dan anak itu mulai berdiskusi untuk rencana yang akan mereka lakukan. Mereka akan tetap berpura pura jauh saat diluar untuk mengecoh musuhnya.
Author akan berusaha untuk up dua capther setiap harinya! tapi like nya dong kakak:v
~Enjoy bacanya!
__ADS_1