
Langit tampak sudah gelap menandakan jika hari telah malam, bintang bintang bersinar terang membantu bulan menerangi langit malam yang gelap karna kepergian matahari.
Ayara dan Iren baru selesai berbelanja yang menghabiskan hampir setengah hari, bukan salah mereke karna sebenarnya kedua gadis itu direpotkan oleh kedua pasangan yang baru dilanda asmara.
"Lain kali gue enggak mau bantuin Arka!" kesal Iren saat sudah masuk kedalam mobil.
"Gila aja, kita udah mirip bodyguard mereka yang nemenin kesena kemari!" ketus Ayara.
Jika bersama Iren maka sikap dan sifat Ayara akan berubah 180°, dari dingin menjadi ceria dan sedikit cerewet. Gadis itu selalu memakai topeng jika berada disekolah atau bersama orang yang baginya asing. Ayara bahkan jarang berbicara saat bersama Aulia, Tirta, dan Jihan karna mereka dekat saat masuk kelas 11 Ipa2.
"Ay, tadi gue dapet chat dari Juan, katanya gue disuruh anterin lo ketaman yang deket komplek lo itu" ujar Iren.
"Dan lo setuju?" tanya Ayara heran.
"Iya dong! gue sebagai sahabat udah pasti ngerestui Juan untuk deketin lo, soalnya gue lihat kalo sama Juan lo sering ngomong Ay" ucap Iren antusias.
Kepala Ayara menggeleng pelan, dia sendiri juga bingung kanapa dia sangat suka berada didekat Juanda, Aya merasakan nyaman dan aman jika berada disisi lelaki itu. Awalnya Aya berpikir jika dia jatuh hati kepada Juanda, tapi dia tidak mau mengakui hal itu karna terlalu menggelikan baginya.
Alhasil mobil milik Iren berjalan dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibukota yang padat karna jam pulang kerja. Semua gara gara menemani ngedate Arka dan Desya.
~
Ditemani lampu taman yang tidak terlalu terang, Juanda terduduk dikursi panjang yang disediakan untuk pengunjung taman, lelaki itu sedang menguatkan dirinya sendiri karna dia ingin menyatakan perasaanya kepada Ayara.
Juan sudah siap bahkan sangat siap, dia juga sudah sepenuhnya melupakan masa lalunya yang singkat bersama Abbe. Entahlah dimana gadis itu saat ini, Juanda tak peduli lagi.
Mungkin jika suatu saat Abbe kembali, maka Juanda akan berusaha untuk tidak mendekati cinta pertamanya itu, semoga saja dia bisa dan mampu. Juanda juga tidak berpikir jika Abbe akan benar benar datang.
__ADS_1
"Hai" sapa seorang gadis cantik.
Kepala Juanda mendongak mendengar suara lembut dan terkesan sedikit dingin yang tidak asing ditelinga indahnya, gadis itu adalah gadis yang sudah mencuri hati seorang Juan, yang sudah membuat jantungnya berdebar.
"Aya" ucap Juanda sumringan.
"Ayo duduk!" ajaknya.
"Lo ngapain ngajak gue malem malem ketemu, ga aneh aneh kan" ucap Ayara.
"Buset dah tuh mulut lemes amet neng, dari siapa sih belajarnya?" tanya Juanda meringis.
"Arka, sepupu tengil gue" jawab Ayara.
"Haaah, susah ya cari muka sama Arka. Dia kaya benci sama gue" ucap Juanda.
"Bukan benci, lo tau kan dia itu sahabat baik Elang dan dia gasuka lo deket gue. Udah ah jangan diambil hati" jelas Ayara.
Pikiran dan hati Aya kadang beda pandapat, dan itu adalah kekurangan Ayara, gadis itu cukup peka tapi dia terlalu gengsi untuk hal semacam mengungkapkan cinta. Tapi benar, dia tidak mau mengakui cintanya kanra dia seroang wanita, harga diri wanita itu tinggi.
"Gue mau bicara serius sama lo" ucap Juan.
Wajah dan tubuh Aya menegang, Juanda terlihat begitu serius dan itu membuat Aya berdebar, jantungnya berdetak kencang. Dia takut nanti jantungnya akan lepas dari tempat seharusnya.
Jemari lentik milik Ayara dipegang dan diusap dengan lembut oleh tangan kekar Juanda, oh astaga, kenapa ini begitu menggelikan. Bagai ada jutaan kupu kupu diperut gadis itu.
"Ay, gue tidak tahu pasti kapan perasaan ini ada, tapi gue nyaman dan seneng ada dekat sama lo. Bahkan, lo perempuan pertama yang membuat jantung gue berdebar dua kali lipat lebih cepat, perasaan gue sungguh berbeda sama lo dan gue sadar kalau gue udah jatuh cinta sama lo, benar jika lo bukan firts love gue, tapi gue pengen lo jadi wanita terkahir dihati gue. Ayara Valerie Richart, will you be mine?" tanya Juanda serius.
__ADS_1
Sumpah demi apapun, apakah ini Juanda? kenapa pria ini terlihat berbeda saat ini. Ayara merasa ingin berteriak dan mengatakan kata IYA kepada Juanda. Tapi, kenangan masa lalu membuat dia trauma, apa dia harus membuka hati untuk Juanda Erlangga.
Ini pilihan yang sulit untuk Ayara jawab, tolak atau terima. Kenapa perasaan ini berbeda dari saat Roni menyatakan cinta kepadanya dulu? apakah Juanda pria yang baik dan memiliki tanggung jawab. besar Aya tidak peduli akan status dan jabatan Juanda, dia hanya butuh kesetiaan Juanda saja.
Ketika Ayara tenggelam dalam pikiranya maka Juanda menunggu jawaban yang dia terima. Yang pasti dia akan menerima keputusan Aya dan tidak akan memaksa kehendaknya, Asal Aya bahagia dan tidak menjauh darinya.
"Gue..." ucap Ayara.
Lidahnya serasa keluh untuk melanjutkan ucapanya, jantungnya sudah sangat heboh saat ini. Perasaan apa ini? Ayara hanya tidak ingin kejadian yang lama terulang karna dia tidak mampu menahan rasa kecewa untuk yang kedua kalinya.
Apakah keputusanya ini sudah benar? Ayara tidak ingin salah berbicara yang berujung penyesalan. Juanda Elangga, pria ini dingin dan bar-bar jika menyangkut kebahagiaan.
"Hmm? gue akan menerima semua keputusan kamu Aya" ucap Juanda.
Astaga, bahkan Juanda memakai kata Aku-kamu bukan lo-gue seperti biasanya. Semoga keputudan ini benar dan tidak membuat dia menyesal dikemudian hari, semoga saja.
"Gue mau" cicit Ayara pelan.
Seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Juanda meminta Ayara mengulangi kembali kata katanya dengan volume suara sedikit membesar. Hati Juanda kini sangat bahagia dan berharap telinganya tidak salah dalam mendengar.
"GUE MAU!" Teriak Ayara sebelum gadis itu memalingkan wajah karna malu.
"Serius? tidak bohong?" ucap Juanda.
Ayara tidak menjawab hanya mengangguk, hati Juanda sangat bahagia saat ini. Semoga Aya bisa menjadi gadis yang baik dan tidak membuat dia kecewa. Hubungan akan bertahan jika pasangan memiliki kepercayaan dan dia akan percaya kepada Ayara.
Sebuah pelukan hangat Ayara dapatkan, nyaman. Sangat nyaman. Pelukan hangat seorang Juanda Elangga, ini adalah pelukan pertama yang Juanda berikan kepada gadis, Abbe tidak pernah dia peluk, cium, ataupun yang lainya. Itu terlalu menggelikan untuk anak seusia dirinya dulu.
__ADS_1
'Juanda, semoga lo tidak mengecewakan gue dan semoga lo pria terakhir dihidup gue. Gue Ayara Valerie Richart, mencintai lo!' batinya.
'Ayara, aku sayang sama kamu, bahkan aku cinta sama kamu! sangat! dan aku harap kita bisa bersatu dalam ikatan pernikahan. Ikatan yang suci dan juga sakral. Aku sangat ingin menjadikan kamu wanita terakhir dihidupku. Memiliki anak dari rahimu, hidup bersama hingga tua dan menutup usia' batin Juanda.