Masa Remaja Ayara

Masa Remaja Ayara
Perusahaan


__ADS_3

Setiba dikelas, Iren memasang wajah super kesal sedangkan Ayara hanya memasang wajah dingin dan datar seperti biasanya. Seolah tidak terjadi sesuatu, walaupun dihati gadis itu sungguh mengutuk Lisya Ranajaya.


"Ada apa sama muka lo Ren?" tanya Juanda.


Entah sejak kapan lelaki itu berubah hangat saat bersama Ayara dan Iren, menganggap Iren itu adalah teman baiknya. Tapi dia masih bingung dengan perasaanya untuk Ayara.


"Tadi ada gadis sinting! ngatain Ayara ganjen lah itulah. Pengen gue tampol tuh mulut tapi sayangnya Aya ngekode supaya gue nonton aja pertunjukanya!" saut Iren kesal.


"Lebay" sinis Aulia.


"Gue cabein ya mulut lo!" ancam Iren.


"Ampun nyonya besar" ucap Aulia dengan mendramatis.


"HAHAHHAA!" Tawa Jihan dan Tirta akhirnya pecah melihat wajah songong Aulia dan wajah kesal Iren.


Sedangkan Ayara hanya diam dan tersenyum kecil melihat tingkah sahabat dan teman-teman baiknya dikelas ini. Ayara bersyukur karna memiliki teman yang pengertian seperti Iren, Tirta, Jihan, dan Aulia.


Ayara memandang wajah teduh Juanda, pria itu adalah pria yang mampu membuat hatinya yang membeku kembali berdebar. Tapi bukan Aya namanya jika dia mengakui perasaanya kepada Juanda. Aya juga masih tidak tahu seperti apa hati Juanda untuk dirinya.


Bel berbunyi menandakan waktu belajar telah dimulai, bu Lastri masuk kedalam kelas dengan wajah berseri seperti baru mendapat undian besar besaran.


"Weh buk, muke nye kok seneng amet seh, gauseh belajar ye buk" ucap Aldy.


"Bahasa apa itu?! kamu harus memakai bahasa Indonesia jika berada didalam kelas saya!" ucap tajam bu Lastri.


Wajah yang tadi berseri seri berubah menjadi menyeramkan dengan tatapan tajam dan bola mata melotot kepada Aldy. Suasa hati guru satu ini sangat mudah berubah.


Semua siswa tampak menaham tawa ketika melihat wajah ketakutan Aldy Rionald, atau sering dipanggil dedemit dikelas Ipa 2.


Niat hati ingin merayu bu Lastri supaya tidak melanjutkan proses pelajaran hari ini, tapi sepertinya dia salah sasaran. Aldy lupa jika guru didapan dirinya adalah salah satu dari tiga guru killer disekolah ini.

__ADS_1


Yang pertama adalah bu Niza atau guru BP, kedua adalah pak Hara atau wakil kesiswaan, dan ketiga adalah bu Lastri guru fisika dan wali kelas mereka, kelas 11 Ipa2.


~


Sepulang sekolah, Ayara tidak bersama Iren karna dia ingin mampir keperusahaan. Dia ingin membahas masalah keluarga Ranajaya dan membobol komputer mereka guna mencari bukti yang dapat menghancurkan wajah sombong Lisyanti Ranajaya.


Gadis itu sungguh angkuh dan arrogan karna dia adalah anak seorang manager, dan Ayara akan menghancurkan kesombongan gadis arrogan seperti Lisya.


Ayara juga sering mendengar kelakuan semena mena Lisya disekolah, banyak murid tidak berani melawan karna status keluarga Ranajaya cukup tinggi dan seorang manager disalah satu perusahaan monster negara ini.


Reputasi papa Lisya diperusahaan juga sama dengan kelakuan Lisya, dia sering sekali melecehkan para karyawan magang yang berstatus seorang gadis. Kelauan itu sudah sampai ditelinga Abraham tapi pria itu hanga menunggu waktu untuk memecat Ranajaya.


Setiba diperusahaan dia langsung menuju meja resepsionis, Ayara tidak mempunyai banyak waktu luang hari ini karna dia juga ada acara pembukaan cabang caffenya diluar kota hari ini juga.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang resepsionis bername tag Ranti.


"Saya ada keperluan dengan Presdir disini!" jawab Ayara datar.


"Belum, katakan saja jika Ayara datang" ucap Ayara santai.


Dengan gerakan cepat sang resepsionis menghubungi sekertaris Abrahan yang tidak lain adalah adik kandung Abraham sendiri. Dia tidak ingin posisi penting seperti itu diisi oleh orang asing. Apalagi adiknya memiliki visi untuk menjadi sekertaris.


"Baiklah nona, silahkan ruanganya ada dilantai paling atas" ucap resepsionis Ranti.


Lift membawa dirinya menuju lantai paling atas gedung pencakar langit yang dijadikan sebuah perusahaan properti Richart. Siapa yang tidak mengenal mereka? mungkin tidak ada.


TOK..TOK..TOK


"Masuk!" seru Abraham dari dalam.


Didalam ruangan terlihat Abraham yang sedang berkutat dengan beberapa berkas penting perusahaan. Juga beberapa tawaran kerja sama dari beberapa perusahaan lainya.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Abraham lembut.


Tanpa berkata-kata Ayara segera membuka ponselnya dan memutar vidio yang sempat Iren rekam tadi pagi disekolah. Perkataan Lisya membuat wajah Abraham memerah karna marah. Abraham sangat menjaga hati putri kecilnya tapi beraninya Lisyanti Ranajaya mengatakan jika putrinya seorang jala*g.


Sepertinya tidak ada alasan lain untuk tetap mempertahankan manager keuangan yang satu itu, Abraham membobol komputer milik Ilham Ranajaya dan menemukan bukti bahwa pria itu menggelapkan dana perusahaan ke dalam kantong pribadi.


"Sayang, secepatnya masalah ini akan papa selesaikan. Kamu jangan khawatir" turur Abraham dengan penuh kelembutan.


Ceklek...


Belum sempat Ayara berdiri dari tempatnya, pintu ruangan papanya terbuka melihatkan sosok Roni Wiranto dan sekertaris papanya Marry Richart. Mata Roni terbelalak melihat Ayara didalam ruangan Presdir besar ini.


"Ayara?" panggil Roni bingung.


"Tuan Wiranto, anda mengenal putri saya?" tanya Abraham membuat Roni kaget.


"Putri anda?" tanya Roni tidak percaya.


"Ya. Namanya Ayara Valerie Richart, putri bungsu saya atau nona muda dan salah satu pewaris perusahaan" ucap Abraham dingin.


Demi apapun Roni benar benar kaget, dulu dia sering menghina Ayara sebagai gadis miskin tapi ternyata Ayara lebih kaya bahkan sangat jauh lebih kaya dari dirinya.


Tapi sepertinya dia memiliki rencana licik untuk mendekati Ayara agar perusahaan Wiranto mengalami penaikan karna memiliki hubungan dengan perusahaan Richart.


Siapa yang tidak mau? memiliki kekasih kaya raya juga sangat cantik seperti Ayara. Roni sepertinya harus berpindah sekolah agar lebih dekat dengan Ayara. Tapi sepertinya Roni melupakan jika Ayara membenci dirinya dan lupa jika Juanda Erlangga kekasih Ayara walau mereka pura-pura.


"Wah benarkah? saya berteman dengan Ayara tuan, tapi saya tidak mengetahui jika dia putri anda" ucap Roni.


Ayara hanya memutar kedua bola matanya malas dan pemit kepada papanya untuk pergi tanpa menghiraukan Roni. Abraham yang melihat tingkah putrinya hanya menatap Roni dingin, jika Aya seperti itu pasti Roni bukan orang baik.


"Tunggu saja Ayara, lo akan jatuh kedalam pelukan gue Roni Wiranto! sekarang gue harus menarik hati Abraham Richart agar mendapat dukungan darinya!".

__ADS_1


__ADS_2