
Pagi ini terjadi kericuhan kecil dimansion keluarga Richart karna kedatangan Bio yang tiba tiba. Tentu saja mereka bahagia dengan kepulangan putra sulung mereka, Bio.
"Kakak!" jerit Ayara girang.
"Yara!" panggil Bio dengan senyum manis.
Gadis cantik itu segera menghempaskan dirinya dipelukan hangat kakak tercintanya. Sudah lama dia tidak melihat wajah tampan sang kakak, karna Bio memilih sekolah diluar negeri tepatnya dibenua Eropa.
"Yaudah, ayo sarapan dulu" ucap Keyyle.
"Iya ma" jawab Bio dan Ayara kompak.
Abraham tersentum tipis melihat kedua anak yang sudah tumbuh dewasa, anak-anaknya adalah anak yang bisa dibanggakan, selama ini publik selalu penasaran dengan Aya yang tidak pernah menunjukan wajahnya, dan itu didukung Abraham karna alasan putrinya yang ingin menjadi gadis mandiri.
Ting..tong
Bel rumah berbunyi menghentikan aktifitas sarapan Keyyle, wanita itu beranjak berdiri untuk membuka pintu. Pikiranya melayang kepada Iren, tapi ternyata dia salah. Seorang lelaki tampan berdiri dengan senyuman yang menawan dan menggoda iman.
"Pagi tante" sapa lelaki itu sopan.
Kening Keyyle berkerut karna dirinya tidak mengenal pria dihadapanya ini, siapa pria ini? apa seorang yang salah alamat. Ahh, itu tidak mungkin karna sepertinya pria itu mengenal dirinya.
"Maaf, kamu siapa?" tanya Keyyle.
"Saya Juan tan, temen Aya" jawab Juanda.
Juanda tidak bodoh dengan mengatakan jika dirinya adalah kekasih Ayara, semalam gadis itu berpesan untuk merahasiakan hubungan meteka sementara waktu. Setidaknya sampai kepulangan kakaknya agar Juanda mendapat restu kakaknya, Ayara semalam tidak tahu jika Bio akan pulang secara mendadak.
__ADS_1
"Oh, mari masuk!" ajak Keyyle.
Wanita itu merasa bahagia karna selain Iren dan Arka, akhirnya putrinya mau membawa teman sekolahnya datang kerumah. Itu berarti lelaki ini adalah sosok penting bagi putrinya.
Setiba diruang makan Ayara tersedak karna melihat Juanda tiba, astaga bagaimana dia bisa lupa jika hari ini Juanda yang datang bukan Iren. Habislah dia, bisa bisa Juanda terkena cerama pagi sore oleh Bio.
"Ju..juan" panggil Aya lirih.
Namun perkataanya dapat didengar jelas oleh semua anggota keluarga karna mereka biasa makan dalam keheningan. Abraham dan Bio menatap Juanda penuh selidik dan tanda tanya besar, karna tidak biasanya seorang Aya membawa temenn kerumah apalahi lelaki.
"Siapa dia?" tanya Bio datang.
"Itu..anu.anu" jawab Ayara kikuk.
Dalam hati Juanda terkekeh melihat wajah kikuk Ayara, biasanya hanya ada wajah datar dan dingin tapi lihatlah sekarang. Aya terlihat sangat menggemaskan bukan? tentu saja.
"No! Juan pacar Aya" ralat Ayara.
Hati Juan berbunga bunga karna Ayara mau mengakui dirinya dihadapan keluarnganya. Bukankan itu berarti jika Aya mencintainya? ini adalah hari terbahagia dikehidupan remaja seorang Juanda Erlangga.
"Pacar?" tanya Bio kaget.
Berbeda dengan respon Abraham yang segera menatap bahagia Juan, beliau merasa bahagia karna putri cantiknya akhirnya mau membuka hati untuk lelaki. Sebagai seorang ayah membuat Abraham mengininkan yang terbaik untuk anaknya.
"Nama kamu Juan?" tanya Abraham.
"Iya om" jawab Juanda dengan senyuman.
__ADS_1
"Kenapa om? setelah merebut hati anak saya kamu memanggil saya om?" tanya Abraham.
"Ahh" jawab Juanda bingung.
"Pak tua itu ingin dipanggil papa" jelas Keyyle.
"Ohh, iya pa maaf" ucap Juanda.
Ketiganya berbincang hangat diruang tamu, sementara Ayara dan Bio masih setia diruang makan. Bio menatap adiknya dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang.
"Kamu yakin sama dia?" tanya Bio.
"Aya harap dia lelaki baik. Kita baru kenal beberapa hari karna dia murid pindahan, Tapi dia selalu ada disisi Aya. Bahkan waktu saat Aya bertemu Roni dicaffe, Jaunda yang menyelamatkan Aya dari Roni" jelas Ayara.
"Baik, tapi kalau dia macem macem, kakak tidak akan segan Yara" tutur Bio lembut.
Ayara menganggukan kepalanya pelan, gadis itu mengambil perlengkapan sekolahnya dan segera bergabung bersama yang lainya.
Rasa hangat menyeruak dihati gadis itu saat melihat Juanda berbincang hangat dengan papa dan mamanya semenyara kakaknya hanya diam memperhatikan. Sementara Juan, lelaki itu merasa tidak percaya dengan sikap Abraham yang ternyata ramah.
"Pa, ma, kak, Aya sama Juan berangkat ya" pamit Ayara menyalimi ketiga kesayanganya.
"Juan juga pamit, pa, ma, kak" ucap Juan.
Keduanya berjalan keluar menuju mobil yang Juanda gunakan, selama ini keluarga Ayara tidak mengetahui identitas asli Juanda dan mereka menerima Juanda lapang dada. Ya, walaupun Bio masih sedikit ragu.
Enjoy guys!
__ADS_1