Masa Remaja Ayara

Masa Remaja Ayara
Pendekatan awal


__ADS_3

Angin berhembus, udara sejuk taman sekolah memang dapat membuat hati merasa tenang lokasi strategis untuk menenangkan diri saat lelah dengan pelajaran atapun yang lainya. Aya duduk dengan sebuah buku fisika ditanganya yang tidak lepas dari pandangan matanya, Ayara begitu fokus membaca hingga tidak menyadari jika ada yang datang mendekati dirinya.


"Hai" sapa orang itu.


Aya mengangkat kepalanya, melihat siapa yang datang menganggu waktu membacanya yang tenang dan damai. Sekarang pukul tiga sore atau jam istirahat sekolah untuk yang kedua kalinya. Sedikit tertegun karna orang yang mendekatinya adalah Juanda Erlangga.


"Ada perlu apa?" tanya Aya dingin.


Ya, inilah dirinya jika bersama dengan orang asing. Dia tidak mudah bergaul tapi temanya tetap saja banyak, dan kebanyakan teman Aya sangat berisik bertolak belakang dengan kepribadian Ayara yang tidak suka banyak berbicara atapun bergosip.


"Boleh kenalan?" tanya Juanda ragu, dia dapat melihat tembok besar pada diri gadis ini.


"Gue Ayara lo boleh panggil gue sesuka hati lo asal tidak kurang ajar" ucapnya Aya dingin tanpa mengalihkan pandanganya dari buku fisika tebal yang ada ditanganya.


Juan terkekeh melihat tingah Ayara yang benar-benar berbeda dari kebanyakan gadis pada umumnya. Disekolahnya dulu dia sangat dikagumi bahkan pernah ada seorang pria yang menyatakan cinta padanya, entahlah Juan tidak tau apa yang ada dipikiran pria itu hingga menyatakan cinta pada sesama jenis.


Yang pasti Juan menolak karna dia menutup mata dan hatinya untuk siapapun, hatinya sudah terukir nama seorang gadis yang dia temui bertahun-tahun lalu sebelum gadis itu menghilang tanpa kabar.


-Fleshback-


Saat itu Juanda berada dipinggir jalan raya dengan pandangan mata kosong lurus kedepan. Usianya masih 12 tahun saat itu, dan itu adalah hari dimana dunianya hancur karna kematian bunda yang dia cintai. Sedih tentu dia rasakan, apalagi kematian bundanya karna seseorang yang tidak ketehui, dan dia masih mencari pelakunya hingga kini.


Juan menatap jalan raya yang padat dengan begitu frustasi, ada niat untuk mengakhiri hidupnya saat itu, dia melangkah menuju jalan raya. Pada saat sudah hampir ada mobil yang ingin menghantam tubuhnya, tanganya ditarik untuk pergi ketepi jalan.


Tanganya ditarik oleh seorang gadis seusianya yang dengan berani memarahinya seperti seorang ibu yang marah kepada anaknya karna melakukan kesalahan.


Gadis itu memanggil dirinya Abbe dan juga mengatakan jika namanya Bella Utami, Juan boleh memanggilnya Bella atau Abbe seperti keluarganya saat memanggil namanya. Semakin lama mereka semakin dekat hingga empat bulan berlalu, Bella menghilang tanpa kabar hingga saat ini.


-Fleshback off-

__ADS_1


Mata teduh milik Aya mampu membuat Juan merasa nyaman menatapnya, ada rasa hangat dihatinya. Rasanya dia ingin memandang mata itu setiap harinya tanpa ada rasa lelah ataupun letih.


Tentu saja Aya sadar jika dia sedang ditatap oleh mata tajam milik Juanda dengan penuh ketenangan, dia lebih memilih diam dan membiarkan apa yang ingin Jaun lakukan selagi itu tidak menganggunya. Buku fisika ditanganya jauh lebih menarik dibanding pria tampan yang duduk disampingnya.


"Lo gabosen baca?" tanya Juan memecah suasa hening yang diciptakan keduanya.


"Buku ini jauh lebih menarik dibanding lo" jawab Aya santai tanpa beban.


Sejenak Aya menghentikan aktifitas dirinya dan memandang Juanda tajam, dia bingung apa yang diinginkan pria disampingnya ini. Tadi pria itu mengatakan ingin berkenalan dan dia sudah mengatakan jika namanya Ayara, tapi pria itu tidak juga pergi. Jangan katakan jika Juanda memiliki niat seperti kebanyakan pria yang sudah dia tolak.


Aya tau jika Elang berusaha keras untuk mendapatkanya, tapi selalu dia tolak lagi dan lagi. Gadis cantik itu memiliki trauma dalam percintaan karna pernah mengalami sakit hati karna dikhianati dengan perselingkuhan.


Sepertinya dia akan membuka hatinya saat menemukan pria yang sesuai dengan kriteria idamanya, tidak banyak. Pria kriterianya harus setia hingga maut yang memisahkan mereka.


Ayara tau siapa Elang, dia playboy bahkan pernah menghamili pacarnya, lagipula Elang tidak tulus mencintai Aya tapi pria itu hanya terobsesi padanya. Cinta dan obsesi jelas berbeda dan itulah mengapa cinta Elang tidak pernah dibalas oleh Ayara.


"Mau lo apa?" tanya Aya pada Juanda.


Aya mendegus, entahlah mengapa dia ingin sekali memukul wajah polos pria yang duduk disampingnya. Di muak dengan tingkat pria yang seenaknya, Iren juga perna diduakan tapi gadis itu memilih terus membuka hati kepada pria yang mengajaknya menjadi pacar dengan syarat pria itu harus tampan.


"Gua Ayara dan gue udah tau siapa nama lo Juanda Erlangga, udah sana pergi gue tidak suka diganggu!" kesal Aya mendorong Juan walau usaha sia-sia karna Juanda tidak bergerak dari posisinya.


Juanda tertegun, tadi dia sempat bertanya kepada Iren tentang identitas dan kepribadian Ayara, gadis disampingnya ini sangat dingin dan suka mengabaikan pria yang berusaha mendekati dirinya. Juga yang perlu diketahui jika Aya sangat tidak suka banyak berbicara walau saat dia sedang kesal atau marah.


"Galak amat mbak, gaboleh gitu sama calon imam masa depan" goda Juanda.


Rahang Aya terjatuh mendengar ucapan Juan yang mamu membuatnya merinding karna tadi siang dia melihat wajah tanpa ekspresi dan dingin Juan, tapi kini menggodanya. Tangan mulus Aya sangat gatal untuk memukul wajah tampan Juan agar menjauh darinya.


Keduanya asik mengoceh tidak jelas hingga tidak menyadari kedatangan dua orang yang memiliki tampilan wajah berbeda. Jika satu tersenyum maka satunya cemberut tidak suka melihat kedekatan Juan dan Ayara.

__ADS_1


Dua orang itu adalah Iren dan Arka, Iren terlihat tersenyum manis karna berpikir jika sahabat dinginya sudah memiliki kekasih, sepertinya Iren lupa jika Aya sulit membuka hati apalagi mencairkan gunung es dihatinya.


Wajah Arka menggelap dan terlihat tidak suka akan kedekatan Juanda dan Ayara karna dia mendukung penuh Elang dan Ayara bersatu, tentu saja dia menganggap Juan penghalang bersatunya cinta Elang dan sepupunya Ayara.


Sejujurnya saja Arka tidak tau jika sebenarnya Elang tidak tulus dengan sepupunya, karna sahabatnya itu selalu mengatakan jika dia tulus mencintai Ayara dan membuat wajah sesedih mungkin agar Arka membantunya.


Ayara sendiri juga anti menceritakan masalah percintaanya kepada banyak orang kecuali kakak dan orangtuanya, Iren saja hanya tau sedikit dan Iren menghargai hal privasi Aya dengan tidak menanyakan banyak hal pribadi kecuali Aya lah yang mulai bercerita.


Keluarga Aya sangat harmonis dan bahagia, gadis itu sangat menyayangi keluarganya dan mungkin gila jika kehilangan salah satunya. Mama dan papanya selalu melimpahkan Aya kasih sayang penuh apalagi Aya adalah anak gadis mereka.


"Gimana Juan? udah jadian?" tanya Iren.


Astaga, Iren sudah gila. Jelas saja dia tau jika sahabatnya anti laki-laki dan mana mungkin seorang Ayara jatuh cinta bahkan jadian dihari pertama dia didekati seorang pria yang menurutnya aneh dan sedikit gila.


"Tidak mungkin!" tolak Arka.


Iren dan Juan langsung memandang Arka, buat Iren dia sudah tau alasan dibalik ucapan tidak terima Arkasa Prayudha. Tentu saja dia tidak suka kedekatan Juan dan Ayara karna sahabatnya Elang Sadewa. Tapi Arka sendiri tidak bisa berbuat banyak atau memaksa Aya untuk mencintai Elang, karna dia sendiri takut jika Aya menjauhi dirinya dan menganggap Arka mengekang masalah percintaanya.


Sedangkan Juanda Erlangga yang tidak tau Arka siapa, malah mengira jika Arka adalah mantan pacar Ayara karna menurut informasi dari Iren, Ayara masih sendiri dan sudah tidak berpacaran sejak tiga tahun yang lalu karna putus dengan cinta pertamanya.


Trauma percintaan tidak Iren beritahu karna baginya itu masalah yang sensitive untuk diketahui banyak pihak. Biarkan saja Aya yang memberi tahu semua kepada Juan jika memang mereka berdua berjodoh.


"Lo siapa?" tanya Juan dingin.


"Arka, ketua tim basket sekolah. Dan inget bro gue tidak akan pernah merestui lo kalau lo mencoba mendekati sepupu gue!" sinis Arka.


Kening cantik Aya mengerut menandakan jika dirinya tidak suka perkataan Akra barusan, Terserah jika Arka suka tapi dia tidak ada hak untuk melarang kepada siapa seseorang mencintai apalagi mengancam orang itu untuk berhenti mencintai. Walaupun Aya juga tidak terlalu suka dengan Juan yang sok akrab denganya padahal Juan hanya siswa baru yang jelas tidak tau seperti apa dirinya.


Menurut pendapat Ayara, cinta tidak dapat dipaksa karna kita sendiri tidak bisa memaksa diri untuk mencintai seseorang, hatilah yang bekerja dan menentukan kepada siapa kita harus mencintai. Otakpun tidak akan berfungsi dengan benar jika seseorang sudah jatuh cinta.

__ADS_1


Cinta itu rumit, lebih rumit dari rumus matematika, dan lebih luas daripada lautan. Orang bisa gila jika kehilangan sosok yang dicintai. Terdengar berlebihan tapi benar adanya, karna Aya sendiri tidak dapat mengelak karna dia pernah jatuh kedasar jurang karna cintanya dikhianati dengan sebuah perselingkuhan.


__ADS_2