Masa Remaja Ayara

Masa Remaja Ayara
Penjilat rendahan


__ADS_3

Air mata itu lolos membasahi pipi Ayara, dia tidak tahan akan cacian yang telinganya dengar. Jika hanya dia yang dihina maka dia tidak akan masalah tetapi ini keluarganya!


Juanda dan teman temanya berusaha untuk menenagkan Ayara dan menguatkan gadis cantik itu. Saat dalangnya ditangkap Juanda pastikan jika dalang itu akan mendapatkan siksaan kejam dari Juanda Erlangga.


Siapapun yang telah membuat gadisnya menangis maka orang itu akan mengalami penyiksaan sadis sebelum kematianya. Lihat saja apa yang bisa Juanda perbuat, yang pasti itu bukanlah siksaan biasa.


Hampir satu sekolah mengejek dan mencaci Ayara dengan sadis, Arka hanya diam karna tidak ingin ikut campur. Sungguh, Iren, Aulia, Tirta, dan Jihan sangat mengutuk Arka karna tidak mau menolong Ayara yang merupakan sepupunya sendiri.


Disaat keluarga Richart dalam kejayaan, Arka selalu menempal dengan Ayara, dan disaat keluarga Richart mengalami penurunan, pria itu lebih memilih diam dan berpacaran dengan Desya kekasihnya. Ketahuilah jika Desya tidak sebaik yang dipikirkan, gadis itu justru ikut terlibat dalan aksi bully Ayara.


"Sayang hentikan air matamu itu, aku sungguh tidak kuat melihatnya" lirih Juanda.


"Gue pasti bakal tangkap pelakunya!" batin Juanda.


"Kenapa mereka begitu jahat? padahal bukti tidak banyak bahkan tidak bisa dibilang bukti! lalu kenapa media begitu heboh?" tanya Aya.


Suara gadis itu sangat kecil hingga hampir tidak lagi terdengar, hati teman teman Ayara turut sedih akan nasib Ayara. Bagaimana bisa ada orang yang begitu tega membuat berita palsu seperti ini? mereka berkata 'palsu' karna Juanda sudah bercerita jika pelakunya bukan Abraham tetapi orang lain yang mereka kenal tapi tidak akan pernah mereka bayangkan jika dialah pelakunya.


"Ambil sisi positif dari apa yang lo alami Ay, dengan adanya berita ini lo dapat melihat siapa yang ada buat lo dan siapa saja orang yang tulus dengan lo. Setiap masalah pasti ada hikmah yang dapat diambil dan lo harus kuat sebentar lagi!" seru Iren menyemangati.

__ADS_1


Iren sungguh sedih melihat keadaan Ayara yang tidak bisa dikatakan baik baik saja, ini sungguh penampilan terburuk Ayara yang pernah Iren lihat. Gadis itu sangat rapuh saat ini seakan bisa kapan saja retak.


Kemana Ayara yang dingin? Ayara yang kejam dan kemana raut wajah datarnya? kemana semua itu pergi? tunggu saja sampai pelaku utamanya tertangkap. Juanda dan Iren sudah merencanakan jika pelakunya ditangkap, mereka akan membuat vidio pengakuan dari sang pelaku, tapi baik Iren maupun Juan tak akan melepaskan pelaku itu kepada polisi.


Mereka ingin menyiksa pelakunya dengan kedua tangan mereka sendiri, jangan salahkan Iren jika dirinya kejam karna siapa yang menyakiti sahabatnya maka siap siaplah menanggung konsekuensinya.


Arkasa Prayudha, pria itu sungguh tidak ada disaat Ayara membutuhkan dirinya, ini dapat membuat Arka mengeluarkan sifat aslinya, pria itu adalah pria licik yang hanya baik pada Ayara disaat keluarga Richart berada dipuncak kejayaan mereka saja.


"Lo benar! dengan ini gue dapat membuka lebar mata gue dan melihat siapa saja yang masih mau bertahan bersama gue seburuk apapun keadaan gue!" seru Ayara lantang.


"Kemana Arka? apa selama ini dia tidak ada untuk melihat gue?" tanya Ayara pelan.


"Dia hanya banci sampah!" seru Aulia.


"Gue ganyangka ternyata Arka seperti itu, karna selama ini gue lihat dia anaknya baik. Eh ternyata cuma topeng!" ketus Jihan.


"Penjilat rendahan!" seru Tristan kesal.


Bagaimanapun dinginya Ayara kepadanya dulu, gadis itu tetap teman Tristan, gadis itu masih memiliki sisi baiknya yang suka sekali menolong dan mau bergaul dengan orang yang memiliki status ekonomi rendah, bahkan Ayara menyembunyikan statusnya padahal dia bisa berbuat sesukanya dengan menggunakan nama status miliknya.

__ADS_1


Gerak gerik Lily terlihat sediki aneh, Roni menangkap gerak gerik gadis bernama Lily Naufalin tersebut. Setelah berkata beberapa kata untuk menyemangati Ayara, gadis itu pergi dari tempatnya menuju gudang yang tidak lagi dipakai.


Roni terus mengikuti kemana Lily pergi, gadis cantik itu berhenti didepan gudang dengan seorang pria yang tentu saja Roni kenal. Pria itu memiliki wajah tampan tetapi menjadi bahan bincangan karna ketidak mampuan dirinya mengurus perusahaan keluarganya.


"Gama?" gumam Roni pelan.


Terlihat Gama mengeluarkan sebuah laptop dan memutar sebuah vidio, Roni memasang telinganya untuk mendengar isi vidio yang membuat Lily terlihat mencurigakan.


Bola mata Roni membulat saat mendengar hal yang sangat luar biasa, fakta besar yang membuat hati Roni menjadi tidak enak kepada Ayara. Gadis itu sama sekali tidak pernah menganggu hidupnya setelah mereka resmi memutuskan hubungan kekasih. Tapi Roni terus menerus menganggu Ayara.


"Apa? ternyata om Abraham tidak salah?"


Suara Roni terdengar cukup keras hingga membuat Gama dan Lily menoleh, kedua orang itu menarik Roni mendekati mereka dan mantap Roni dengan tajam sebelum Gama membuka suara.


"Gue ingetin kepada lo agar jaga mulut baik baik! kami akan membongkar kejahatan Abbe dan Elang besok ditengah lapangan sekolah! permainan bagus akan dimulai besok!"


"Hmm, gue tunggu!" seru Roni.


Maaf ya upnya kemaleman hehe, banyak kerjaan tadi siang. Mampir dong dicerita author yang berjudul 'Hot mother and the big boss'. Terimakasih kepada kalian yang udah baca cerita author sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2