
Hanya ada suara musik jazz selama perjalanan menuju sekolah, ini sudah menjadi hal biasa bagi seorang Juanda karna dia sudah sangat lama berteman dengan yang namanya 'kesunyian'.
Setiba disekolah mereka menarik banyak perhatian banyak siswa karna pertama kali bagi mereka melihat Ayara berdampingan dengan seorang pria, kecuali Arka tentunya. Ini sedikit aneh bagi mereka karna Aya bukan tipe gadis yang mudah didekati.
"Ay, nanti pulang sekolah mau nemenin gue?" tanya Juanda pelan.
"Kemana?".
"Suatu tempat" balas Juanda lembut.
Ayara hanya mengangguk tanda mengerti, gadis itu cukup penasaran kemana Juanda akan membawa dirinya. Karna selama masa remaja Ayara, baru kali ini dia berjalan dengan pria dalam jarak cukup dekat. Mungkin Juan spesial dihati Ayara, begitupun sebaliknya.
"Ayara!" seru Roni ketika melihat Ayara.
"Hmm?" balasnya.
Raut wajah tidak suka terihat jelas dimata Ayara kepada Roni, sungguh dirinya sangat ingin berjauhan dengan pria didepanya ini. Dulu pria ini mengejek dirinya sebagai gadis miskin, dan sekarang? Roni termasuk jenis pria tidak tahu malu didaftar kamus Ayara.
"Lo mau engga gue ajak kerumah? bunda kangan banget sama lo!" ucapnya antusias.
Memang benar jika dulu Ayara sangat sering bermain kerumah Roni, mama Roni bernama Rianti adalah wanita yang baik dan cantik. Tidak heran jika papa Roni sangat tergila gila kepada Rianti walau kini usia mereka berdua sudah tidak muda lagi.
"Bisa ajak gadis lain saja? Aya sudah punya janji dengan gue!" sinis Juanda.
"Ahh, maaf gue tidak tahu" gugup Roni.
"Sana pergi!" usir Juanda.
Dengan wajah ditekuk Roni pergi menjauh meninggalkan kedua remaja berbeda jenis itu. Roni sama sekali tidak bisa berkutik jika berurusan dengan Juanda Erlangga, bahkan papa Roni sangat segan dan anti bermasalah dengan Juanda.
Keduanya pergi menuju meja sendiri, Iren sudah mulai sekolah hari ini, gadis itu sibuk bercerita kepada Tristan tentang apa yang dia alami kemarin itu dengan khitmat. Jelas sekali tatapan penuh kasih Tristan berikan kepada kekasihnya, Iren Nafisya.
__ADS_1
"Aya jangan lupa lima hari lagi Aulia ulang tahun. Lo mau kasih dia kejutan seperti tahun lalu atau tidak?" tanya Jihan berbisik pelan.
"Jelas saja gue ikut serta. Cuma semoga lo bisa merancang rencana dengan matang, tidak seperti tahun kemarin yang gagal total karna ketahuan Aulia" ejek Ayara.
"Ishh, lo mah" balas Jihan cemberut.
"Hahah canda deng" kekeh Ayara lantang.
Suara tawa Ayara menarik minat siswa lain untuk menguping pembicaraan keduanya, termasuk Aulia sendiri. Gadis itu mendekat dan bertanya apa yang mereka bicarakan tapi tidak digubris oleh Ayara dan Jihan.
Tringg...
Sontak mereka berhamburan kembali pada tempat duduk masing masing. Mengikuti pelajaran dengan tekun karna waktu sudah mendekati jadwal ujian semester. Beberapa bulan kedepan, Ayara akan menjadi kakak kelas disekolah atau siswi kelas 12.
~~
Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring, sekarang sudah pukul 15:00 Wib. Ayara dan Juanda menuju parkiran bersama namun di hadang oleh Arkasa dan Elang. Keduanya menatap Juanda dengan ganas karna tidak suka kedekatan Juanda dan Ayara.
"Suka suka gue" ketus Ayara.
"Pasti ini kerjaan lo? lo udah membuat otak sepupu gue kotor kan?!" tuduh Arka.
"Arka! lo boleh tidak suka dengan Juanda tapi lo tidak ada hak untuk mengatur dengan siapa gue bersama!" kesal Ayara.
Gadis itu menarik tangan Juanda menuju kendaraan Juanda, meninggalkan Arkasa yang mematung mendengar suara tidak suka Ayara kepada dirinya. Pertama kali baginya mendengar perkataan yang menurut dirinya kasar keluar dari mulut Ayara.
"Pria itu benar benar!" geram Arka.
"Sudahlah, nanti Aya pasti sadar yang mana pria baik dan buruk" tutur Elang mendrama.
"Benar" balas Arkasa kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
Keduanya pergi menuju mobil mereka untuk pulang kerumah, sementara Juan melajukan kendaraan miliknya menuju pemakaman, hal ini membuat Ayara bingung dan kaget, untuk urusan apa mereka kemari.
Tanpa disadari langit sudah menghitam, air hujan turun dengan tidak terlalu deras, rintik air hujan sangat mirip dengan keadaan hati Juanda yang kalut. Satu tahun sekali pria itu selalu datang mengunjungi makam hanya untuk bercerita tentang kehidupanya.
Air mata mengalir dari kedua pipi Juanda, sukses membuat Ayara kaget dan bingung. Hingga keduanya tiba dimakan milik ibunda Juanda, wanita terhebat dihidup pria itu, cinta pertama Juanda yang sebenarnya.
Keadaan pria itu tidak bisa dikatakan baik, Aya mencoba mengelus punggung Juanda untuk membuatnya tenang dan lebih sabar menghadapi semua ujian hidupnya. Cerita hidup semua orang berbeda, tapi percayalah jika tuhan memiliki rencana terindah untuk setiap umatnya.
"Bunda, Juan membawa gadis cantik kemari. Apakah bunda senang? dia adalah gadis yang sudah berhasil membuat hati Juanda berdetak cepat dari biasanya. Gadis pertama yang membuat Juanda merasa lebih kuat untuk menghadapi kehidupan didunia yang tidak muda. Namanya Ayara bun, dia adalah putri paman Abraham, ini sungguh lucu. Jika dulu bunda dan tante Keyyle berencana menjodohkan kami berdua, maka sekarang kami sendiri yang memilih bersama".
Penuturan pria yang berada disampingnya ini sungguh membuat Ayara terkejut, kedua bola mata gadis itu membulat sempurna. Apakah benar jika Juanda adalah pria kecil yang dulu sempat ingin dijodohkan denganya? tapi, Aya malah menolak karna dirinya sudah memiliki kekasih yang tidak lain adalah Roni.
"A..apa?" ucap Ayara pelan, namun telinga Juanda masih dapat mendengarnya.
"Yang kamu pikirkan semuanya benar, hehe aku sebenarnya telah lama menyadarinya tapi sepertinya kamu melupakanku" ejek Juanda.
"Aishh itu sudah lama jadi wajar jika gue lupa." balas Ayara tidak mau kalah.
"Benarkah?" ucap Juanda menggoda.
"Apaan sih nyenbelin ah!" rajuk Ayara.
Juanda terkekeh melihat tingkat gadis yang menurutnya sangat menggemaskan, bahkan semua yang dilakukan Ayara selalu terlihat mengemaskan dimatanya. Cara makan, cara membaca, semua yang Aya lakukan adalah hal menggemaskan bagi Juanda Erlangga.
Tiada kata yang dapat Ayara ucapkan saat dia melihat sisi lain Juanda hari ini, Juanda yang terlihat tenang diluar ternyata sangat rapuh didalam, bunda Juanda adalah kelemahan terbesar Juanda.
Hari ini adalah hari bersejarah didalam hidup Ayara karna bagi gadis itu, dia adalah gadis beruntung yang bisa meluluhkan hati dingin Juanda walaupun dia tidak melakukan apa apa. Ayara tidak berharap lebih kepada Juan karna jika mereka berjodoh, bagaimanapun caranya pasti kana bersatu.
Yang terpenting didalam suatu hubungan adalah kepercayaan, tidak peduli sebanyak apa rintanganya dan sesulit apapun perjalanan mereka, semua pasti akan berjalan dengan semestinya.
Trust is key to a happy relationship.
__ADS_1