Masa Remaja Ayara

Masa Remaja Ayara
Aku tidak mencintaimu


__ADS_3

Hari sudah pagi, suasa hati Juanda cukup baik setelah menumpahkan keluh kesahnya kemarin bersama bunda dan kekasih hatinya, Ayara sungguh dapat menerima semua yang menjadi kekuranganya, gadis itu memiliki banyak daya tarik tersendiri.


Sebuah jaket tebal melekat ditubuh Juanda membuat dirinya semakin tampan, entahlah kenapa dia sangat mengagumkan sekali. Hal ini bisa berdampak baik namun juga buruk, terkadang sesuatu terjadi tanpa terduga oleh akal manusia itu sendiri.


"Sarapan bersama" tutur Herman ketika dia melihat putranya turun dari kamar.


"Hmm" balas Juanda dingin.


Tidak terlihat ekspresi apapun diwajahnya karna dia sangat tidak menyukai pria yang berstatus sebagai ayah kandungnya sendiri. Ayah yang tega menelantarkan anaknya pada saat tersulit, yaitu kematian istrinya.


Apakah Herman tidak memiliki perasaan cinta untuk bundanya? pertanyaan itu selalu hadir didalam benak Juan yang hanya dia simpan untuk dirinya sendiri. Berat rasanya untuk menceritakan hal privasi yang cukup sangat senstive seperti ini.


"Juanda, papa ingatkan kepadamu. Jangan mudah termakan perkataan orang lain yang hanya akan membuatnya sengsara, turuti apa kata hatimu dan jalani hidupmu dengan keceriaan. Papa tidak bisa menjamin apakah papa bisa selalu menjagamu, karna tidak ada yang tahu sampai dimana usia seseorang!".


Perasaanya mendadak kacau setelah dia mendengar perkataan papanya, apa maksud perkataan Herman barusan? tidak mungkin jika dia merasa usianya semakin pendek. Apapun itu Juanda tidak akan peduli, sama seperti pria itu yang sama sekali tidak peduli pasa dirinya beberapa tahun yang lalu.


Namun semakin dia ingin tidak peduli maka perasaanya malah semakin bertambah kacau, ini cukup merepotkan karna Juanda harus pandai berakting agar Herman tidak melihat kecemasan Juanda kepadanya.


"Terserah anda, saya tidak mengetahui apa maksud anda berkata demikian, namun saya tidak akan pernah peduli dengna anda. Sama seperti ketika anda tidak peduli kepada saya, anda harus merasakan bagaimana rasanya menjadi anak terlantar!" sinis Juanda.


Helaan nafas berat terdengar, putranya sudah sangat membenci dirinya. Herman merasa gagal menjadi ayah yang baik semenjak dia mengenal keluarga Sadewa, sejujurnya pria itu mengetahui siapa dalang dibalik kematian istrinya, namun bukti tidak berpihak padanya.


Biarkan waktu yang menjawan semuanya, sepamdai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, setiap hati tanpa orang lain ketahui, Herman terus menerus didesak dan juga diancam oleh orang tidak berhati itu.

__ADS_1


Selesai sarapan Juanda segera pergi tanpa pamit kepada Herman, itu adalah hal biasa yang Herman sendiri tidak terlalu pikirkan. Anak tunggalnya itu cukup kerasa kepala sama seperti bundanya yang walau lembut dan baik namun kerasa kepala dan ceroboh.


"Juanda!" panggil Aulia.


"Ada apa?" tanya Juanda.


"Dimana Ayara? kenapa dia tidak berangkat bersama lo?" tanya Auloa heran.


"Kakaknya pulang jadi dia akan diantar oleh kak Bio" jelas Juanda singkat.


Pria itu sama sekali tidak tertarik dengan Aulia, gadis itu sama seperti gadis lainya walaupun Aulia bukan gadis matre tapi tidak ada yang menarik pada dirinya, bahkan tidak memenuhi kriteria menjadi teman Juanda.


"Ekhmm" deheman keras terdengar.


Ketiga memasuki sekolah bersama, banyak perhatian yang tertuju kepada keduanya, sungguh aneh jika gadia seperti Ayara mudah didekati oleh seorang pria seperti Juanda. Siapa yang tidak tahu? Aya adalah tipe gadis yang sulit didekati.


Suasana kelas cukup ramai karna bel akan berbunti sebentar lagi, pelajaran pertama hari ini adalah Biologi, perlajaran yang menjadi musuh terbesar seorang Ayara Valerie.


Guru memasuki ruang kelas bersama satu orang gadis yang terlihat asing, begitupun untuk Juanda dan Ayara yang merasa tidak mengenal gadis tersebut, namun sepertinya pandangan mata gadis itu selalu terarah kepada mereka berdua dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Perkenalkan nama saya Bella Utami Sadewa, kalian bisa memanggil saya Abbe!" kenalnya.


DEG...

__ADS_1


Jantung Juanda berpacu dengan cepat, apa ini? bagaimana bisa gadis itu kembali? tapi sepertinya perasaan Juanda kepada Bella telah hilang sepenuhnya. Namun tidak bisa dipungkiri jika pria itu begitu terkejut saat mendengar nama yang tidak asing baginya.


"Lo siapanya Elang?" tanya Jihan ketus.


"Iya, marganya sama!" saut yang lain.


"Gue adiknya Elang Sadewa dan pacarnya Juanda Elangga" katanya percaya diri.


Sontak semua mata memandang rendah kearah Juanda tanpa terkecuali Ayara dan teman temanya, bukankah Juanda kekasih Ayara? kenapa nona muda Sadewa kini malah mengaku sebagai pacarnya.


Raut wajah tidak suka terlihat jelas dimata Juanda karna dirinya tidak ingin Ayara salah paham dan berakhir menjauhinya. Sementara Roni sangat berharap jika perkataan gadis baru itu benar adanya.


"Cih! gue hanya memiliki satu pacar yaitu Ayara Valerie Richart dan tidak ada gadis lain dihati gue selain Ayara! lo mungkin berjasa karna sudah menyelamatkan gue dari tujuan bodoh gue dimasa lalu, namun jangan lo pikir dengan itu lo bisa memeras gue" sinis Juan.


Jika saja Ayara bukan gadis yang dicintai Elang maka sudah dapat dipastikan jika Abbe sudah menjambak rambut cantik berwarma coklat tua milik Ayara, mata hazel Ayara kini membulat sempurnah karna Juan dengan terang terangan mengakui dirinya sebagai pacarnya, ada rasa hangat dihati Ayara yang tidak bisa dijelaskan detailnya.


"Yoo, sweet banget sih!" jerit Aulia heboh.


"Makanya cari pacar biar ga ngenes lo!" ejek Tirta dengan wajah polos andalanya.


"Ehh pacaran? tapi sayang lo pacar gue dan Ayara pacar kakak gue!" rajuk Abbe.


"Aku tidak mencintaimu! gue hanya memiliki hutang budi dengan lo. Dan gue pasti akan membalas hutang budi itu namun lo tidak bisa memkasakan kehendak lo kepada gue!" ucap Juanda dengan lantang.

__ADS_1


Salsa minta maaf karna jarang update, karna masih pelajar yang sibuk belajar daring. ~Enjoy guys!


__ADS_2