Masa Remaja Ayara

Masa Remaja Ayara
Gadis pembuat onar


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu dan Ayara sudah kembali dari Inggris, sekarang dia sudah siap dengan seragam khas sekolahanya. Berbeda dari kebanyakan sekolah yang memakai seragam putih abu-abu, sekolahnya memiliki seragam khas mereka sendiri.


Siswa disekolahnya berpikir jika Ayara masuk melalui jalur beasiswa karna dia tidak pernah mengatakan siapa keluarganya, kecerdasan Ayara menambah poin untuk para siswa yang tidak menyukainya karna mereka berpikir jika Aya adalah gadis miskin yang bisa mereka tindas dengan mudah.


Mereka bahkan tidak tahu jika Ayara dan Arka adalah sepasang sepupu, kesalah pahaman itu membuat para gadis berteriak histeris karna mengira Aya adalah gadis serakah dan seorang jal*ng karna selalu mendekati Arka dan Elang bersamaan, padahal Elang yang mendekati dirinya. Itu juga merupakan salah satu alasan mengapa Ayara menjauhi Elang Sadewa.


Setiap hari Aya selalu berangkat bersama dengan Iren karna dia memang tidak memiliki mobil, apalagi papanya melarang keras dengan alasan usia Ayara kurang satu tahun untuk bisa memiliki sim.


Itu bukan masalah karna tiga bulan lagi adalah hari ulang tahun Ayara yang ke-17 tahun hingga dia bisa tes mengemudi untuk mendapatkan surat izin mengemudi.


Abraham hanya tidak mau terjadi sesuatu kepada putri satu-satunya jika dia mengizin kan membawa mobil ataupun motor sebelum memilili sim sendiri, dan Aya mengerti kekhawatiran papanya.


"Cewek piwit!" goda Iren.


"Najis Ren! jijik gue ah" ucap Ayara malas.


"Santuy dong buk jangan ngegas ntar jodoh disambar setan" kekeh Iren.


Ayara hanya memutas kedua bola matanya malas meladeni ucapan ambigu sahabatnya ini yang entah kenapa otaknya bisa sedikit bergeser dari tempatnya. Dia menjadi bingung karna Iren akan menjadi sangat cuek dan dingin jika didepan umum apalagi orang yang dia anggap asing.


Tapi saat dia bersama keluarga, pacar, temen satu kelas, dan Ayara. Sifat dan sikap gadis itu akan berubah 180° dari biasanya. Sungguh gadis yang aneh namun unik dan itu adalah ciri khas seorang Iren Nafisya Batrich.


Perjalanan dari rumah Aya menuju sekolah hanya menghabiskan waktu 25 menit. Iren memarkirkan mobilnya dan berjalan santai menuju kelasnya dengan Ayara disamping dirinya. Pandangan mereka lurus kedepan dengan aura dingin yang pekat.

__ADS_1


Kebanyakan siswa/i tidak berani berbuat hal aneh kepada dua gadis itu karna mereka sudah pernah melihat bagaimana kejamnya Ayara dan Iren dalam mengatasi orang yang menganggu ketenanganya.


"Ehh miskin!" satu kalimat namun berjuta arti membuat koridor mendadak sunyi.


Dengan malas Iren dan Aya membalikan badan melihat siapa orang yang mencari masalah dengan mereka padahal hari masih sangat pagi.


Iren tidak akan mendapat hukuman jika dia membuat kerusuhan yang tidak terlalu besar karna orang tuanya memiliki pengaruh cukup besar dalam pembangunan sekolah ini.


"Dasar ganjen! berani deketen Elang dan Arka! ohh gue tau, lo pasti cuma mau uang mereka aja kan? berapa yang lo mau sejuta? dua juta? nih ambil!" ucapnya dengan melemparkan beberapa uang kertas seratus ribu tepat didepan wajah cantik Ayara.


Ayara membaca name tag gadis itu dan melihat jika namanya Lisyanti Ranajaya, tentu Ayara kenal dengan sangat baik siapa itu keluarga Ranajaya karna itu adalah nama keluarga manager keuangan diperusahaan orangtua Ayara.


Sebagai salah satu pewaris keluarga Richart, membuat Ayara harus mengetahui sedikit masalah bisnis dan orang-orang perusahaan jika tidak ingin terjadi hal yang buruk, Ayara juga diharuskan menghafal minimal tiga bahasa asing seperti Inggris dan lainya.


"Kenapa diem? takut? oh iya kalian belum tau siapa gue? gue Lisyanti Ranajaya anak tunggal manager keuangan perusahaan besar Richart Groub! gue juga udah jadi tunangan Arka!" ucapnya arrogan.


"Gamungkin! ngaco banget lo kalo ngomong! disaring dulu mbak kalo ngomong jangan ngasal dan jangan bermimpi terlalu tinggi ntar jatoh nyungsep tau rasa lo!" sinis Desya.


Desya Amelia adalah gadis yang dirumorkan sedang menjalin hubungan cukup serius dengan Arka bahkan sudah bertemu dengan kedua orangtua Arka. Desya memang tidak tahu siapa Aya dihati Arka tapi dia selalu perpikir positive dan dewasa.


"Kak Desya kok belain j*lang itu sih? dia kan udah rebut kak Arka dari kak Desya" seketika mimik wajah Lisya berubah saat melihat kehadiran Desya Amelia. Dia adalah putri dari pasangan artis papan atas dan sutradara film ternama negara ini.


PLAK...

__ADS_1


Sebuah tampatan mengenai tepat dipipi Lisya dan pelakunya tidak lain adalah Ayara sendiri karna batas kesabaran gadis itu sudah habis saat Lisya dengan dagu terangkat menjebut dirinya seorang jal*ng.


Jika berita ini sampai ditelinga Arka pasti masalah akan menjadi besar karna lelaki itu selalu mengadu kepada Abraham dan juga kepada Bio tentang masalah apapun yang didapat Ayara.


"Mulut lo lemes banget sih! mau gue buat es serus apa tuh mulut biar diem!" bentak Ayara.


Semua penghuni sekolah akan merasa takut jika primadona paling dingin itu mengamuk seperti sekarang. Ayara yang biasa kalem dan tidak banyak berbicara kini seperti sosok iblis yang siap membunuh mereka kapan saja dan dimana saja.


Sejujurnya mereka tidak suka akan sikap Ayara yang selalu mendekati Arka dan Elang walaupun sebagian tau jika Elang yang mendekati Ayara bukan Ayara yang mendekati Elang.


Tapi siapa yang berani menghalangi apapun kemauan Elang? keluarga Sadewa derajatnya sama dengan keluarga Richart jadi mencari gara-gara dengan mereka sama seperti tidak menyayangi keluarga.


Penduduk kota ini tentu tau jika ada yang berani memprovokasi keluarga Sadewa maka orang itu akan hancur sampai ke akar akarnya sekaligus, maksud akar adalah keluarganya.


"Lo!" ucap Lisya marah. Pipi gadis itu terasa panas dan perih karna tamparan Ayata tidak main-main.


"Lo pikir lo siapa hah? berani nampar gue?! tunggu aja keluarga lo akan hancur ditangan keluarga Ranajaya!" ancam Lisya.


Gadis itu tidak tau jika keluarganya yang akan hancur karna sedari tadi Iren merekam percakapan mereka untuk menjadi bukti kuat melengserkan kedudukan tuan Ranajaya.


Sebenarnya tanpa bukti Ayara bisa dengan mudah melengserkan posisi maneger itu tapi dia adalah gadis baik dan tidak suka bertindak tanpa bukti kuat. Setelah ini dia juga akan menerobos komputer pribadi papa Lisya untuk mencari hal yang bisa dijadikan bukti kuat.


BUGH...PLAK...

__ADS_1


Satu pukulan mengenai tepat diperut Lisya ditambah sebuah tamparan dipipi yang masih mulus Lisya. Sungguh Lisya benar-benar dipermalukan oleh Ayara dan saat dia pulang sekolah dia pasti akan mendapat kabar jika ayahnya dipecat.


Nasibnya sungguh sial karna sudah dengan berani menganggu ketenangan nona muda keluarga Richart yang seperti harimau tidur. Jangan menganggu Ayara jika tidak ingin berakhir dijalanan.


__ADS_2