
Sekolah Harapan Bangsa dihebohkan karna indentitas Ayara akhirnya terbongkar. Semua warga sekolah sudah mengetahui jika Ayara adalah nona muda keluarga Richart.
Orang yang dulunya membully dan menghina Ayara menjadi malu seakan ingin mengubur diri mereka saking malunya. Ayara miskin? jika gadis itu miskin lalu mereka apa?.
Keluarga paling berpengaruh dikota bahkan dinegara ini adalah lima, dan yang menempati posisi kedua adalah keluarga Richart, hampir semua orang mengetahui keluarga itu karna bisnis mereka ada dimana mana. Abraham memiliki banyak sekali bisnis.
"Muka lo kenapa ditekuk gitu?" tanya Aulia.
"Ahhh gimana nih? semua orang udah pada tahu identitas gue" rengek Ayara.
Aulia mengedipkan matanya berkali kali melihat tingkah aneh Ayara, gadis dingin itu sedang merengek seperti anak kecil? apakah dia tidak salah lihat. Juanda sedari tadi diam, pandangan matanya kosong tak bercahaya yang membuat semua bingung.
"Sayang?" panggil Ayara.
"Ahh, anu, apa?" ucap Juanda kaget.
"Kamu kenapa, aneh gitu" tanya Ayara.
"Aku jahat ya" ucap Juanda lirih.
"Maksudnya" bingung Ayara.
__ADS_1
"Selama ini aku selalu jahat dengan papa Ay, padahal papa tidak salah. Aku sudah menjadi anak yang tidak berbakti" lirih Juanda.
"Hey kamu adalah anak yang baik! jangan lagi ulangi perkataan kamu tadi!" kesal Ayara.
Kekasihnya sangat aneh hari ini, Juan lebih banyak diam dengan pandangan mata kosong yang membuat Ayara merasa sedih. Apa yang terjadi sehingga Juan seperit itu bahkan menghina dirinya sebagai anak yang durhaka dan tidak tabu diri.
"Kamu lapar?" tanya Ayara.
"Iya, tapi aku mau makan kalau kamu yang suapin" balas Juanda pelan.
"Pesen apa nanti aku pesenin?" tanya Ayara.
"Samain aja" jawab Juanda.
Juanda memandang kepergian kekasihnya, dirinya tidak mau melibatkan Ayara dalam masalahnya karna tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadap gadisnya. Tapi dia juga tidak bisa mendiamkan atau menjauh darinya karna itu hanya akan menyakiti Juan dan Aya sendiri akan terluka hatinya.
Jika meminta bantuan Abraham itu malah memicu masalah besar, Abraham adalah tipe orang yang mudah terpancing emosi namun masih dapat mengontrol emosinya sendiri.
Tapi jelas dia tidak mau melibatkan Abraham karna bisa jadi 'orang itu' ikut mengincar Aya beserta keluarga besar Richart. Juan sama sekali tidak percaya karna pelakunya ternyata orang yang didepan publik memilimi reputasi yang sangat bagus.
"Gue harus bertindak cepat" batinya.
__ADS_1
Ayara datang sambil membawa nampan berisi bakso dan es teh manis, gadis itu kaya namun tetap sederhana. Terbukti dari semua penampilan Ayara hingga semua benda yang melekat ditubuhnya.
"Kenapa dia begitu aneh?" batin Ayara, dia sangat bingung dengan sikap Juanda hari ini, apa terjadi sesuatu yang buruk? semoga saja itu tidak benar.
Keduanya pergi meninggalkan kantin setelah makanan mereka habis, Juanda terkenal dingin tapi hari ini berbeda. Bukan dingin tapi sikapnya berbeda dari biasanya.
"Aya, dia kenapa?" tanya Roni pelan.
"Mana gue tahu!" sinis Ayara.
"Ya aneh aja karna biasanya dia bakalan hina gue bahkan sinisin gue dengan kata katanya yang tajem. Tapi ini? aneh banget!" ucap Roni.
"Sepertinya dia sakit" timpal Iren.
"Mungkin" tambah Tirta.
"Gue lebih pilih dia bicara gajelas dari pada diem aja kaya patung" ucap Ayara.
"Entah apa yang terjadi" dramatis Jihan.
Hari ini Ayara merasa sedikit senang namun juga sedikit sedih, senang karna Abbe dan Elang tidak masuk sekolah dan sedih karena Juanda hanya diam dan berbicara seperlunya saja. Meski begitu Ayara tidak ingin bertanya lebih jauh karna takut menganggu privasi.
__ADS_1
Bantu like like like