
Malam harinya Ayara menerima kabar bahwa papa Lisyanti Ranajaya sudah tidak bekerja lagi diperusahaan Richart, ketahuilah jika kehilangan pekerjaan diperusahaan Richart maka tidak akan diterima kerja diperusahaan manapun lagi.
Konsekuensi yang ditanggung sangat besar maka jangan coba coba bermain api dengan mereka jika tidak ingin hancur berkeping- keping seperti keluarga Ranajaya.
Kediaman Ranajaya kini dipenuhi dengan tangisan, tuan dan nyonya Ranajaya hanya mengetahui jika tuan Ranjaya dipecat karna menggelapkan dana tanpa tahu ini karna sikap angkuh putri tunggal mereka, Lisyanti.
Ayara tersenyum puas dan mulai membuka heandphone miliknya, dia membuka aplikasi instagram dan men-DM instagram Lisyanti. Sungguh, Ayara tidak main main dengan mereka yang mencoba bermain denganya.
Drtt...drtt
Ponsel milik Lisya berdering menandakan ada pesan masuk, dengan segera Lisya membaca isi pesan dari Ayara itu.
"Hallo nona muda Ranajaya, bagaimana? apa hadiah gue bagus? ini adalah konsekuensi karno lo sudah berani bermain api dengan nona muda keluarga Richart. Semoga dengan ini lo bisa berubah dan menyadari kesalahan dan keangkuhan lo selama ini. Ingatlah nama gue, Ayara Valerie Richart!".
Wajah Lisya berubah pucat dengan kakinya yang bergetar hebat, dia sungguh tidak bisa mempercayai ini semua. Ayara yang tadi pagi dia hina adalah nona muda ditempat papanya bekerja. Orang yang dia hina miskin ternyata bagaikan langit dan bumi jika dibandingkan denganya, tentu Ayara langitnya.
Setelah urusan dengan keluarga Ranajaya telah selesai, Ayara memutuskan untuk pergi tidur dan terlelap didalam mimpi yang indah. Besok pagi Lisya pasti masih sekolah dan akan berlutut didepan kakinya untuk papanya.
Tapi ketahuilah jika Ayara tidak suka menarik kembali kata katanya. Dia sungguh kesal dengan perlakuan Lisya tadi pagi, apa salah jika dia bermain dengan Arka yang adalah sepupunya sendiri? tentu saja tidak.
__ADS_1
Ayara bangun sangat pagi hari ini, bahkan gadis itu membantu mamanya menyiapkan sarapan pagi. Entahlah kenapa suasana hati gadis itu sangat baik pagi ini.
"Pagi om, tante, Ay!" sapa Arkasa.
Suara khas pria itu memecah keheningan kala sarapan, dia akan berangkat bersama Ayara kesekolah karna Iren memiliki beberapa pekerjaan, mungkin Iren akan pergi sekolah tapi sedikit terlambat.
"Yaudah, ayo berangkat!" ajak Ayara.
"Astoge Ayy! gue baru duduk lah elo udah mau langsung pergi? lucknat lo!" kesal Arka.
Beberapa menit berlalu dan mereka sudah tiba disekolah. Terlihat Desya menunggu Arka tepat didepan gerbang sekolah dan Arkasa tersenyum melihat kehadiran Desya.
Mungkin rumor tentang hubungan keduanya adalah fakta dan Desya juga bukanlah gadis buruk, juga cocok dengan Arka yang bar-bar. Perpaduan yang cocok bukan? cewek tomboy dan lelaki bar-bar, mungkin juga cocok untuk dijadikan judul sebuah novel.
"Pagi Eca!" sapa Arka manis.
"Woahh ada panggilan sayang rupanya!" ledek Ayara terkekeh geli.
"Apa lo?! iri? makanya cari pacar sana! Elang tuh nganggur!" balas Arka.
__ADS_1
Tidak ada balasan membuat Arka menoleh kepada Ayara, ternyata sekarang sepupunya itu sedang memandang dingin dirinya. Waduh sepertinya dia salah berbicara, Desya hanya diam memperhatikan.
"Eh eh Ay, bukan gitu gue cuma bercanda. Gue tidak bermaksud untuk mengekang percintaan lo!" ucap Arka khawatir.
"Hmm" jawab Ayara melangkah pergi.
Arkasa hanya mampu memandang sendu punggung sepupunya yang perlahan menjauh karna Arka takut Aya akan mendiami dirinya cukup lama. Sepertinya dia juga harus siap mendengar cerama maut Bio.
"Kamu kenapa Ka?" tanya Desya pelan.
Perempuan itu tidak mau salah berbicara dan malah membuat hubungnya dengan Arka menjadi renggang. Desya sudah mencintai Arka sejak lama tapi baru sekarang cintanya terbalaskan.
"Gpp. Ohiya Ca, kamu jangan salah paham ya sama Ayara karna dia sepupu gue" ucap Arka.
Ada kelegaan tersendiri dihati Desya saat mendengar perkataan Arka, ternyata Ayara itu sepupu Arka dan sepertinya dia tidak perlu takut jika Ayara merebut Arka. Desya memiliki keberuntungan karna mampu meluluhkan hati seorang Arkasa Prayudha.
"Yaudah ayo masuk ntar bel lagi" ajaknya.
Keduanya memasuki sekolah dengan tangan yang bertautan, raut wajah kebahagian terpancar jelas dari keduanya membuat banyak siswi merasa iri kepada Desya Amelia karna mampu meluluhkan hati Arkasa yang walaupun tidak dingin tapi dia sangat sulit ditakhlukan hatinya.
__ADS_1
Apalagi keluarga Prayudha merupakan salah satu keluarga berpengaruh dikota ini, papa Arka adalah seorang jendral angkatan darat, sedangkan mamanya seorang dosen disalah satu universitas besar kota ini.
Enjoy guys!