Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti

Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti
22


__ADS_3

Di tengah-tengah keseruan suasana sengit Han Yunxi dan mu liyue,Han shuo bertanya kepada mereka."apa kalian sudah menyiapkan hadiah untuk yang mulia kaisar?".


Han Yunxi dan mu liyue berhenti sejenak dari aktivitas makan mereka.


Jika Han shuo tidak menanyakan hal ini,mungkin mereka akan lupa menyiapkan hadiah untuk ayah mertua mereka.


"Suami ku,ulang tahun yang mulia di rayakan esok bukan?". Tanya Han Yunxi untuk memastikan.


Namun Han shuo bukan terpaku dengan inti pertanyaan nya,dirinya terpaku dengan kalimat 'suami ku'.


Han shuo mengangguk untuk menjawab pertanyaan Han Yunxi,lalu diam-diam dia tersenyum tipis.


"Yang mulia,apa selir seperti ku di izinkan ikut?" Tanya mu liyue yang juga ingin ikut.


Han shuo mengangguk lalu menjawab."tentu saja di izinkan,seluruh wanita Harem di izinkan ikut untuk merayakan ulang tahun kaisar,lagi pula kamu jangan merasa rendah dengan status mu. Kau mungkin selir,namun dirimu adalah selir putra mahkota".


Mu liyue tersenyum mendengar jawaban Han shuo,lalu melanjutkan kegiatan makan nya kembali.


Han Yunxi merasa kesal,karna kata-kata Han shuo barusan seperti meninggikan mu liyue,entah kenapa ada perasaan sangat tidak suka jika Han shuo memuji wanita selain dirinya.


________


Setelah selesai makan malam,Han Yunxi kembali ke kediaman nya dan memikirkan hadiah apa yang cocok untuk ayah mertua nya besok?.


Dasar bodoh,seharus nya dia menyiapkan hadiah nya dari jauh hari,agar tidak kerepotan di hari H esok.


"Xuan,apa kau tau kesukaan kaisar?" Tanya Han Yunxi.


"Tidak tahu nona,maaf.." jawab xuan dengan nada memelas.


"Astaga,kenapa kau tidak memberitahu ku dari jauh hari tentang ulang tahun kaisar,aku sangat lupa kemarin" ujar Han Yunxi.


Xuan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal,lalu menjawab pertanyaan majikan nya."a..anu nona,saya kira anda ingat".


Han Yunxi tidak menjawab ucapan xuan,sekarang dirinya sedang fokus berfikir.


"Nona,apa mau saya buatkan teh?,pagi ini terasa dingin" tawar xuan yang membuat mata Han Yunxi terbelalak.


Brak!


Han Yunxi menggebrak meja sembari tersenyum yang membuat xuan terkejut.


Xuan merasa takut lalu bersimpuh di kaki Han Yunxi.


Han Yunxi yang terkejut segera membantu xuan berdiri.

__ADS_1


"Heii! Kenapa kau bersimpuh di kaki ku!,ayo cepat bangun!" Ujar Han Yunxi.


Xuan berdiri dengan mata berkaca-kaca.


"Nona,maaafkan aku karna mengganggu dirimu yang sedang berfikir" kata xuan sembari mengelap air mata nya.


"Haiss tidak-tidak, justru aku harus berterimakasih pada mu" jawab Han Yunxi tersenyum sembari menepuk-nepuk bahu xuan.


"Xuan,cepat panggil pemahat handal di kota tianning ini untuk datang ke kediaman ku" lanjut Han Yunxi


Xuan mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar Han Yunxi.


Han Yunxi memanggil beberapa pelayan wanita ke kamar nya,lalu meminta mereka untuk menyiapkan beberapa teh berkualitas tinggi.


Para pelayan wanita sibuk menyiapkan yang di minta oleh putri mahkota mereka.


Han Yunxi ingat di buku novel the legend of empress yg dia baca,kaisar sangat menyukai teh,berbeda dengan pria kebanyakan yang rata-rata menyukai anggur.


Setelah tukang pemahat dan semua barang yang dia minta sudah ada,Han Yunxi membuka mulut nya untuk berbicara."tuan,aku meminta tolong pada mu untuk mengukir naga dan matahari di meja teh ini,buat seindah mungkin,karna aku akan memberikan ini untuk yang mulia kaisar besok".


Sang pemahat itu mengangguk lalu menjawab."baik yang mulia,pasti saya akan lakukan yang terbaik untuk permintaan anda".


Tukang pemahat itu langsung mengambil langkah profesional dalam mengukir,dan mulai mengerjakan perintah Han Yunxi dengan ulet.


Sedangkan Han Yunxi sedari tadi hanya memperhatikan meja teh itu di ukir yang lama-kelamaan mulai terbentuk jelas ukiran nya.


"Xuan,apa kau tahu hadiah apa yang di siapkan selir liyue untuk kaisar?".


Xuan mengangguk lalu mendekatkan mulut nya ke kuping Han Yunxi.


"Aku dengar selir liyue menyiapkan anak panah,apa kau tahu nona, gagang anak panah itu terbuat dari perak."


Han Yunxi mengerutkan kening nya. Perak?,apa tidak salah?,dia memberikan benda yang hanya terbuat dari perak?,dirinya yakin bahwa besok mu liyue akan di sindir oleh para selir kaisar. Karna jika ingin memberikan sesuatu kenapa harus tanggung²?,kenapa tidak sekalian emas saja?,apa lagi orang yang ingin di berikan anak panah itu adalah kaisar.


Kaisar adalah pria yang menyukai seni bela diri maupun sastra,kaisar juga menyukai kemewahan namun dia akan selalu membagikan kemewahan yang dia miliki pada orang lain,tidak seperti para selir nya yang tamak.


Apa lagi dengan teh,kaisar sangat menyukai hal tersebut. Hanya segelintir orang saja yang mengetahui nya,seperti permaisuri,selir utama nya,dan pengawal pribadi serta penasehat nya. Bahkan putra mahkota dan pangeran kedua serta putri Fei Luan tidak begitu mengetahui hal tersebut,untuk putra mahkota sudah pasti dia tidak perduli. Pangeran kedua dia bukan tidak perduli namun dia memang tidak terlalu dekat dengan kaisar,karna selama dia kecil kaisar jarang menemui nya karna dulu pangeran kedua masih tinggal di kediaman permaisuri sedangkan kaisar dan permaisuri sedang bertengkar hebat dulu. Lalu putri Fei Luan putri ini sangat tertutup dan pemalu,dia sangat takut pada kaisar ayah nya,sedari kecil dia diam-diam di siksa oleh para selir untuk mengambil jatah bulanan nya,tidak ada yang tau hal tersebut bahkan permaisuri sekali pun,karna dia sudah lelah dengan perilaku selir ayah nya,dia memerintahkan pelayan pribadi lama nya untuk melaporkan hal ini pada kaisar,namun tidak ada yang tau bahwa pelayan lama nya ini sudah di suap oleh para selir untuk tutup mulut dan bilang pada putri Fei luan bahwa kaisar sedang sibuk dan tidak begitu mengurusi masalah kecil seperti ini. Dari situ Fei Luan mulai kesal dengan kaisar, walaupun dia kesal Fei Luan tidak bisa melawan, bagaimana pun juga kaisar tetaplah ayah nya,hati nya sangat lembut,jika dia melawan juga tidak ada guna nya,dia tidak bisa berselisih dengan kaisar.


Han Yunxi berjalan keluar kamar nya dan melihat Han shuo berjalan mendekati dirinya.


Han Yunxi tersenyum lalu memberi salam."Yunxi memberi salam pada yang mulia putra mahkota".


Han shuo mengangguk lalu menarik tangan istri utama nya itu kehalaman belakang.


Di sana ada 2 bangku yang terbuat dari kayu serta meja bulat yang berada di tengah-tengah kedua bangku tersebut.

__ADS_1


Han shuo dan Han Yunxi duduk secara bersamaan.


Han shuo menoleh ke arah Han yunxi,lalu tangan nya menjalar mencari tangan Han Yunxi.


Han Yunxi terkejut dan melotot menatap Han shuo.


Han shuo mengerutkan kening nya."kenapa?tidak suka?".


Han Yunxi terkejut dengan ucapan Han shuo,jika bukan karna perlombaan dirinya dan mu liyue dia sudah pasti akan menepis tangan pria ini dengan kasar,namun sekarang dia harus bersabar. Saat tangan Han shuo bergerak melepas tangan Han Yunxi, Han Yunxi menarik tangan Han shuo dengan cepat.


"Mana mungkin aku tidak suka?,aku hanya terkejut tadi".


Han shuo tak menjawab dan hanya kembali menggenggam tangan Han Yunxi lalu menatap lurus ke depan.


"Yang mulia,malam ini anda akan bermalam di kediaman ku kan?" Tanya Han Yunxi.


"Ya" jawab Han shuo singkat.


Han Yunxi tersenyum menang lalu mengangkat lengan hanfu nya hingga memperlihatkan tanda keperawanan nya yang masih terlihat jelas.


"Yang mulia,apa anda tau cara menghilangkan tanda ini?" Tanya Han Yunxi serius.


Han shuo yang mengetahui tanda apa itu langsung membuka matanya lebar.lalu dirinya bergumam dalam hati.'apa wanita ini sedang menggoda ku?!'.


Han Yunxi yang merasa di abaikan menepuk tangan Han shuo.


"Yang mulia,jawab pertanyaan ku".


Han shuo tersadar,lalu menjawab pertanyaan Han Yunxi."apa maksud mu menanyakan hal itu".


Han Yunxi mengerjapkan matanya.


"Besok adalah ulang tahun kaisar,pasti di sana juga ada permaisuri,aku telah berjanji pada permaisuri untuk menghilangkan tanda ini,namun-" omongan Han Yunxi terpotong.


"Apa?kau ingin melakukan nya?" Tanya Han shuo dengan seringai nakal.


Wajah Han Yunxi memerah lalu menepak tangan Han shuo."bukan seperti itu!".


"Lalu apa?,satu-satunya cara menghilangkan tanda itu adalah melakukan nya dengan ku" ujar Han shuo yang kini sudah berdiri di depan Han Yunxi.


Han Yunxi berdiri dari duduk nya lalu iseng menggoda Han shuo.


"Yang mulia,jika anda ingin melakukan nya ini masih siang,tidak bisa."


Han shuo menatap mata Han Yunxi dengan senyum nakal nya."hn,kau yang menyalakan api duluan,kalau begitu kau harus padamkan api nya juga,karna api yang berkobar tidak bisa mati sendiri".

__ADS_1


Han shuo menyentil dahi Han Yunxi,lalu berjalan keluar meninggalkan Han Yunxi yang sedang mencerna ucapan suami gadungan nya itu.


Setelah mengerti,wajah Han Yunxi memerah namun mulut nya tersenyum."hn,dasar".


__ADS_2