Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti

Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti
35


__ADS_3

Han Yunxi bangun lebih awal dari biasanya. Di samping dirinya terdapat putra mahkota yang tertidur pulas dengan wajah damai.


Perlahan Han Yunxi menuruni kasur agar tidak menganggu tidur pria itu.


Namun kaki Han Yunxi tidak sengaja menyentuh kaki Han shuo. Han shuo mengerenyitkan dahi nya lalu membuka matanya pelan.


"Kau bangun lebih awal?". Han Yunxi segera menoleh ke arah Han shuo dengan terkejut.


"Eh?!,i-iya". Jawab Han yunxi.


"Baiklah,aku harus kembali ke kediaman ku" kata Han shuo yang membuat Han Yunxi menyatukan alis nya bertanya."untuk apa?".


Han shuo menyeringai."jelas untuk mandi. Ada apa?,apa putri mahkota mau mandi bersama?".ujar nya dengan nada halus khas pria bersuara berat yang baru saja terbangun dari tidur.


Han Yunxi memasang ekspresi seolah-olah sedang jijik."mimpi mu!".


Han shuo tertawa ringan,lalu menatap lurus mata Han Yunxi."hn,kau sudah berani berbicara seperti itu?." Tanya nya dengan nada halus bercampur sedikit sombong.


Han Yunxi tersenyum."memang nya kenapa?,toh di sini hanya ada kita berdua saja. Di dunia ku wanita dan pria sama saja,jika telah menikah mereka harus saling menghormati dan bebas mau berkata apa".


Han shuo mengerutkan dahi."dunia mu?".


Han Yunxi tersadar jika dirinya telah mengucapkan sesuatu yang salah. Karna kikuk,Han Yunxi langsung berjalan ke arah pemandiannya."ti-tidak tadi aku hanya asal bicara, yang mulia aku harus segera mandi. Xuan! Ayo bantu aku".


Xuan yang sudah stay jauh sebelum Han Yunxi bangun di depan pintu segera masuk kedalam,dan mengekori Han Yunxi ke pemandian.


Han shuo termenung sejenak,memikirkan kata-kata yang Han Yunxi ucapkan barusan.


Akhirnya Han shuo memutuskan untuk memikirkan hal itu lain kali,dan berjalan keluar menuju kediamannya.


_______


Rambut Han Yunxi sedang di sanggul dan di hias oleh xuan.


Han Yunxi menatap lurus ke arah pantulan cermin dirinya,sambil terus memikirkan hal ceroboh yang dia katakan tadi.


'apa Han shuo memikirkan hal tersebut?'.


'si*lan!!!'


'tapi...untuk apa Han shuo memikirkan hal tersebut?,tidak ada untung dan rugi juga untuk nya'


"Sudah selesai nona!" Pekik xuan dengan nada gembira.


Han Yunxi berkaca sebentar,lalu bibir nya tersenyum."seperti biasa,cara mu menghias rambut dan wajah ku sangat hebat!". Puji Han Yunxi yang membuat senyum xuan mengembang.


"Terimakasih!".


______


"Apa putri mahkota dari dunia lain?" Tanya pengawal pribadi Han shuo dengan ngawur.


Han shuo menjitak pengawal bodoh nya."kau gila!,mana mungkin!".


"Lalu,apa yang anda maksud?". Tanya pengawal pribadi nya dengan nada kesal.


Han shuo tidak langsung menjawab,dirinya termenung sejenak."cari tahu tentang putri mahkota di kediaman Mentri keuangan".


Pengawal itu segera mengangguk."baik yang mulia".


Pengawal itu segera pergi dengan cepat,meninggalkan Han shuo yang duduk di meja kerjanya sambil memikirkan sesuatu.


"Jika yang ku dengar itu benar,lalu siapa Han Yunxi yang selama ini bersama ku?".


Belakangan ini Han shuo iseng mencari tahu info lebih dalam tentang istri utamanya itu.


Namun tiba-tiba dia mendapat info mengejutkan,dari pelayan kediaman Mentri keuangan.


*POV 3 hari yang lalu*

__ADS_1


"Maksud mu nona Han Yunxi yang sekarang telah menjadi putri mahkota?" Tanya pelayan itu pada Han shuo yang sedang menyamar.


Han shuo hanya menjawab dengan anggukan kecil.


Pelayan itu kembali berujar."dulu dia adalah nona besar yang tidak di anggap oleh kediaman Mentri keuangan. Bahkan para selir Mentri cou xifeng berani menindas dirinya,putri mahkota dulu benar-benar sangat penakut dan penurut,dia sangat tertutup,apa lagi jika di lihat dari dekat maupun jauh,tidak ada yang menarik dari wajahnya,semua karna dirinya di larang berdandan oleh nona kedua Meiling agar tidak mengalahkan kecantikannya. Jadi menurut ku sangat mustahil jika aku mendengar putri mahkota mendapat cinta putra mahkota".


Selagi mendengar ocehan pelayan di depannya ini,tatapan Han shuo berubah menjadi dingin. Baik pertama kali bertemu maupun ketika sudah menjadi istrinya,sifat Han Yunxi sangat berbanding terbalik dengan yang pelayan itu katakan.


Sudah 5 pelayan dirinya tanya,namun jawabannya hampir semua sama.


Karna sudah tidak mau ambil pusing,Han shuo bergegas kembali menuju istananya.


Off.


Namun hari ini Han Yunxi membuat dirinya semakin penasaran. Jika Han Yunxi yang selama ini bersama dirinya bukan lah Han Yunxi yang asli,lalu di mana yang asli?. Jadi...dirinya mencintai Han Yunxi yang mana?.


_______


Chen Qian sedang bermain bersama putra keduanya di halaman depan kediaman miliknya.


"Putri! Putri!" Pekik pelayan yang berlari ke arah nya.


Chen Qian mengerutkan dahinya."ada apa?".


"Selir baru pangeran kedua telah tiba!". Jawab pelayan itu yang membuat ekspresi Chen Qian menjadi datar.


Chen Qian mengangguk."di kediaman mana dia di tempatkan?".


"Menjawab putri, selir baru itu di tempatkan di kediaman lotus putih".


Saat mendengar jawaban pelayan itu Chen Qian mengerutkan dahinya.


"Lotus putih?!,dia adalah selir baru,kenapa yang mulia langsung menempatkan nya di kediaman lotus putih?".tanya Chen Qian dengan nada sedikit naik.


Jantung pelayan itu berdegup kencang."i-itu karna,putri mahkota. Selir baru itu adik dari yang mulia Putri mahkota".


POV meiling:


Mata cokelatnya memandangi setiap inci ruangan yang dia tempati ini.


Jika di perhatikan,kamar yang dia tempati ini 2 kali lebih besar di banding kamar miliknya yang ada kediaman nya.


"Selir Ling?".


Meiling menoleh ke belakang saat mendengar ada orang yang memanggil dirinya.


Meiling menatap Chen Qian dengan intens,menilai Chen Qian dari atas sampai bawah.


Chen Qian mengerutkan alisnya,saat melihat Meiling melihatnya dengan sangat intens. Di tambah meiling belum memberi hormat padanya. Walaupun kakak nya adalah putri mahkota,Meiling di sini adalah seorang selir dari suami nya,sedangkan dirinya istri utama suaminya.


Pelayan yang berada di samping Meiling segera membungkuk hormat.


"Salam pada putri Qian".


Meiling yang mendengar kata 'putri' menoleh terkejut ke arah pelayan itu dan segera kembali menghadap ke arah Chen Qian lalu memberi hormat.


"Salam kepada putri Qian,maaf selir ini tidak mengenali anda".


Chen Qian menaikkan satu alisnya,lalu mengangguk."tidak apa-apa,itu wajar karna kau baru di sini".


Meiling menghela nafas lega,dirinya takut jika Chen Qian tersinggung dan segera menghukum dirinya.


"Kau adik dari putri mahkota?". Tanya Chen Qian basa basi.


Meiling tersenyum."maksud anda Han Yunxi ?".


Chen Qian terkejut ketika mendengar ucapan Meiling yang sangat tidak sopan, Han Yunxi adalah putri mahkota,siapa Meiling yang berani memanggil nama istri utama putra mahkota itu secara langsung?, walaupun Meiling adik nya,tapi...tetap saja!,setidak nya tambahkan kata kakak di dalamnya.


"Lancang!" Sentak Chen Qian yang membuat Meiling terkejut dengan kebingungan.

__ADS_1


"A-ada apa putri?" Tanya Meiling dengan wajah terkejut.


"Siapa kau berani memanggil nama putri mahkota dengan langsung?, walaupun kau adiknya setidaknya tambahkan kata kakak di dalamnya!".


Meiling menatap Chen Qian dengan takut."ma-maafkan saya!".


Chen Qian mendengus kesal,matanya menatap tidak suka ke arah Meiling.


"Aiya,ada apa ini?".


Chen Qian dan Meiling segera menoleh ke arah pemilik suara.


"Salam kepada kakak ipar" ucap Chen Qian


Meiling terkejut melihat kepatuhan Chen Qian pada Han Yunxi.


Chen Qian yang sadar bahwa Meiling memberi hormat segera berjalan mundur dan menekuk punggung Meiling secara paksa agar membungkuk.


Meiling yang terkejut,hanya pasrah mengikuti Chen Qian."salam kepada putri mahkota". Dengan nada meremehkan.


Chen Qian yang mendengar nada bicara Meiling segera menoleh tajam,namun sayang Meiling tidak menyadari tatapannya.


"Kakak ipar,maafkan aku yang telah lalay mengatur para selir di istana pangeran kedua, hingga lupa memberi salam pada kakak ipar".


Han Yunxi tersenyum."ya,tidak apa-apa santai saja,aku kemari hanya ingin bertemu dirimu,dan melihat adik ku yang baru saja tiba".


Chen Qian tersenyum."ah.. seperti itu,baiklah kakak ipar apa kau ingin meminum teh?".


Han Yunxi mengangguk."tentu saja".


Han Yunxi dan Chen Qian segera meninggalkan kediaman Meiling.


Meiling menatap kepergian 2 wanita itu. Tanpa sadar dirinya telah mengepalkan tangannya keras. Putr Qian memarahi ku karna j*lang itu!, batinnya.


______


Chen Qian menuangkan teh kedalam cangkir Han Yunxi.


"Jadi selir Ling adalah adik tiri kakak ipar?".


"Ya,kira-kira begitu". Jawab Han Yunxi sembari menyambut teh yang Chen Qian sodorkan padanya.


Chen Qian mengerutkan dahinya."kira-kira?,apa maksud kakak ipar?".


Han Yunxi menyeruput teh nya dengan santai,lalu tersenyum."selama aku hidup,aku tidak pernah merasa mendapat rasa hormat dari seorang adik".


Chen Qian terkejut."a-apa,kakak ipar tidak menyukai selir Ling?".


Han Yunxi menatap lurus mata Chen Qian."menurut mu?".


Chen Qian terdiam sejenak. "Apa yang membuat kakak ipar tidak menyukai selir Ling?,bukan kah kalian keluarga?".


Han Yunxi tertawa hambar."keluarga?,aku baru merasakan hal itu sekarang,di kediaman Mentri keuangan menurutku tidak ada hal semacam itu untukku".


Chen Qian merasa suasana hati Han Yunxi memburuk ketika membahas hal itu, akhirnya dia memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan.


"Ah..iya bagaimana kandungan kakak ipar?".


Han Yunxi tak langsung menjawab,dia tersenyum sebentar.


"Tentu saja sehat".


'dia berpikir suasana hati ku memburuk dan ingin menggati topik?'.


Suasana hati Han Yunxi tidak buruk sungguhan,dirinya hanya ingin memberi tahu Chen Qian atas ketidak sukaan Han Yunxi pada Meiling dan orang seisi kediaman Mentri keuangan itu.


Jika Chen Qian tahu bahwa Han Yunxi di perlakukan buruk dulu,dan tau bahwa Meiling ikut serta membully nya,akan di pastikan bahwa Chen Qian akan membenci Meiling.


Kali ini untuk membuat susah hidup Meiling Han Yunxi tdiak perlu turun tangan secara langsung,dirinya bisa mempergunakan permaisuri dan Chen Qian. Walaupun terdengar licik namun bagi dirinya tidak masalah asal tidak membahayakan permaisuri dan Chen Qian.

__ADS_1


__ADS_2