
Hari ini Han Yunxi terbangun dari tidur nya dengan mata yang bengkak. Xuan sedari tadi repot mengompres kelopak mata bengkak milik majikan nya ini.
"Nona sudah ku duga anda akan ketahuan" ujar xuan dengan suara sendu.
Han Yunxi hanya diam sambil menahan kekesalan nya, dia sungguh tidak menyangka bahwa Han shuo sangat marah akan hal ini.
"Ck aku tidak menyangka kemarahan yang mulia akan separah ini,padahal aku juga belum mempunyai hubungan yang pasti dengan tabib Wu,tapi dia sudah semarah ini. Dasar pemarah,cemburuan,wajah tembok,intinya dia sangat menyebalkan!" kata Han Yunxi sambil memukul-mukul kasur.
Xuan hanya geleng kepala mendengar ucapan majikan nya,lalu merespon ucapan Han Yunxi. " Nona menurutku memang wajar jika yang mulia putra mahkota marah besar kepada anda. Bagaimana tidak? Anda adalah wanita yang bisa di lihat yang paling di cintai oleh yang mulia di banding selir liyue. Wajar jika putra mahkota sangat cemburu dan marah jika anda dekat dengan pria lain, apa lagi anda adalah putri mahkota jika ada yang tau rumor ini pasti reputasi Anda akan jelek,tentu putra mahkota tidak akan senang nantinya. Dan juga coba anda bayangkan seseorang yang anda cintai mempunyai hubungan dengan orang lain,tentu anda sangat marah bukan?,terlebih lagi anda adalah istri putra mahkota,tidak ada pria lain yang berhak menyentuh anda kecuali yang mulia putra mahkota" ujar xuan panjang lebar.
Han Yunxi hanya memutar bola matanya malas. "Apa seorang istri harus seribet itu?,apa salah nya jika dekat dengan pria lain?,aku juga tidak melakukan sesuatu yang berlebihan"
Xuan kembali ingin protes namun di potong Han Yunxi."sudah jangan berdebat dengan ku".
Setelah selesai mengompres matanya,Han Yunxi bangkit dari kasur secara perlahan,dia berjalan dengan tertatih-tatih ke arah jendela.
"Nona,biar saya bantu" ucap xuan spontan.
Han Yunxi mengangguk,lalu berjalan pelan di tuntun oleh xuan.
Dirinya duduk di kursi dekat jendela,tempat dimana dia biasanya merilekskan semua pikiran yang ada di otak nya.
"Xuan" panggil Han Yunxi
"Ya nona?" Tanya xuan dengan senyum ramah.
"Apa seluruh orang kerajaan mengetahui kejadian kemarin?"
Xuan menggeleng pelan."tidak nona,putra mahkota telah menutup seluruh mulut pelayan yang melihat kejadian kemarin,para pejabat dan petinggi istana lain nya hanya tau kemarin anda pulang lebih dulu karna ada masalah mendesak"
Han Yunxi meremas hanfu putih nya."dia yang melakukan nya?kenapa?, seharusnya dia membiarkan rumor itu tersebar agar reputasi ku hancur".
Xuan menggeleng sambil tersenyum."mana mungkin nona?,putra mahkota sangat mencintai anda,karna itu agar reputasi Anda tidak menjadi buruk dia membungkam seluruh mulut pelayan"
Han Yunxi menatap kosong ke arah jendela,lalu mengembangkan senyuman."xuan tolong bantu aku merias diri,dan temani aku untuk kedapur nanti"
Xuan menatap bingung ke arah nona nya."ke...kedapur?untuk apa nona?,jika anda ingin membuat sesuatu anda bisa meminta pelayan untuk membuat nya."
__ADS_1
Han Yunxi menggeleng kencang."tidak-tidak kali ini harus aku yang memasak,aku mempunyai sebuah rencana".
Xuan membantu majikan nya memakai hanfu berwarna kuning,lalu merias wajah dan rambut nona nya secantik mungkin. Walaupun tidak banyak riasan kepala yang di gunakan,namun masih terlihat elegan dan berkelas.
Kedatangan Han Yunxi kedapur membuat para pelayan yang ada di sana heboh setengah mati.
"Yang...yang mulia putri mahkota?!" Ujar seluruh pelayan yang melihat kedatangan Han Yunxi.
Han Yunxi tersenyum lembut lalu berjalan ke arah bahan-bahan dapur.
Dirinya mengambil wortel,kentang,daging,dan beberapa bumbu dapur yang lain.
"Yang mulia jika anda ingin membuat sesuatu perintahkan kami saja,kami pasti akan membuatkannya tidak perlu anda repot-repot seperti ini di dapur ini sangat kotor yang mulia" oceh seluruh pelayan.
Han Yunxi memutar bola matanya malas."kalian ini cerewet sekali,sana pergi tidak usah mencampuri urusanku tenang saja aku tidak akan membuat yang aneh-aneh".
Para pelayan hanya bisa mengangguk pasrah lalu berjalan keluar dari dapur.
Setelah selesai memasak Han Yunxi tersenyum tipis lalu berjalan keluar sambil membawa nampan yang di atas nya ada mangkuk yang berisikan sup daging.
"Di dapur itu ada sisa,kalian makan saja kalau mau" ujar Han Yunxi sembari berlenggang pergi menuju kediaman Han shuo.
Han Yunxi mengelilingi kediaman Han shuo dengan alis berkerut."Dimana yang mulia?" Tanya Han Yunxi dengan pelayan yang sedang menyapu.
"Menjawab yang mulia, putra mahkota sedang di taman belakang kediaman,beliau bersama selir liyue"
Senyuman Han Yunxi luntur saat mendengar nama mu liyue."ah.. baiklah terimakasih"
Han Yunxi segera berjalan ke arah taman belakang,saat tiba di sana dia di suguhkan dengan pemandangan yang sangat romantis.
Ya...mu liyue sedang bermanja-manja di lengan suami nya itu.
Namun Han Yunxi mewajarkan hal tersebut,karna mu liyue juga istri Han shuo di sini.
"Yunxi memberi salam untuk yang mulia putra mahkota".
Han shuo tidak menoleh sedikitpun ke arah Han shuo bahkan menjawab salam Han Yunxi pun tidak.
__ADS_1
Han Yunxi terus membungkuk,karna jika salam hormat belum di jawab si pemberi salam tidak boleh lepas dari bungkuk nya.
Mu liyue tersenyum sambil memberikan tatapan merendahkan pada Han Yunxi."yang mulia,putri mahkota sudah datang,tidak kah anda membalas salam nya?,jika anda tidak membalas nya beliau akan terus membungkuk".
Han shuo baru menoleh lalu menatap datar ke arah Han Yunxi.
"Untuk apa kau kemari?".
Han Yunxi kembali berdiri tegak lalu tersenyum."yang mulia,putri ini membuatkan anda sup daging sebagai permintaan maaf tentang masalah kemarin,apa anda ingin memakan nya?" Tawar Han Yunxi dengan kesabaran ekstra.
Han shuo tersenyum miring."tidak perlu,aku sudah kenyang karna baru saja makan bersama selir liyue" tolak Han shuo mentah-mentah.
"Baiklah satu sendok saja,setidak nya anda mengahargai usaha saya 'suami ku' " kata Han Yunxi menekan kata 'suami ku'
"Apa kau menghargai perasaan ku kemarin?" Balas Han shuo lalu berjalan pergi.
"Liyue-er ayo pergi,aku sudah tidak suka dengan pemandangan di sini"
"Baik yang mulia" saut mu liyue dengan nada manja.
Han Yunxi mencengkram pinggiran mangkuk kencang.
Sebelum mu liyue menyusul Han shuo,mu liyue berhenti sejenak di depan Han Yunxi.
"Kali ini aku sangat yakin,bahwa akulah yang menang,mungkin sebentar lagi kau akan di masukkan ke istana dingin oleh yang mulia. Hn..aku sangat menantikan hari itu"
Saat mu liyue sudah berjalan jauh dengan Han shuo ke sana,Han Yunxi membanting mangkuk sup yang telah ia buat.
Xuan terkejut dan segera menghampiri majikan nya."nona bersabarlah".
Han Yunxi mengepalkan tangan nya,dirinya sangat kesal dengan ucapan mu liyue,dan sangat sedih atas sikap Han shuo kepadanya hari ini.
"Yang mulia,saya yakin besok pasti putra mahkota akan memaafkan anda" ujar xuan menenangkan Han Yunxi.
Han Yunxi memejamkan matanya dan mengambil nafas dalam."baik. Sepertinya memang aku harus bersabar untuk saat ini. Mu liyue....aku tidak akan membiarkan kesombongan mu bertahan lama,mungkin aku memang sedang tidak memiliki cinta yang mulia,namun tahta ku adalah putri mahkota. Putri mahkota tetaplah putri mahkota,selir harus tetap tunduk".
Xuan menatap Han Yunxi dengan terkejut. Sedari kecil dia melayani Han Yunxi ,namun tidak pernah sama sekali dia melihat wajah marah dan perasaan benci dari dalam diri Han Yunxi nya sebesar ini.
__ADS_1
'pertempuran Harem?,baiklah aku akan turun tangan' batin Han Yunxi.