
Han Yunxi memikmati seluruh cemilan yang ada di hadapan nya,sedari tadi Han shuo hanya diam duduk dengan kaku,wajah nya yang sangat datar dan seperti tidak mempunyai ekspresi membuat orang-orang sulit untuk membaca pikiran nya.
Mu liyue menikmati teh nya dengan santai,dirinya terus menerus memperhatikan Han shuo yang hanya diam.
Tiba-tiba Mama Gu datang kepada Han Yunxi lalu memberi hormat dengan senyuman yang sangat tulus." Pelayan rendahan ini memberi hormat untuk yang mulia putra mahkota dan putri mahkota"
Han Yunxi menganggukkan kepala nya sambil tersenyum."ada apa mama Gu?" Tanya Han Yunxi.
"Yang mulia,anda di panggil oleh yang mulia permaisuri untuk menemani nya mengobrol dan menikmati pesta" jawab Mama Gu dengan sopan.
"Ah..baiklah"
Han Yunxi menebak permaisuri memanggilnya bukan karna ingin menikmati pesta bersama nya,namun ingin melihat tanda perawan di tangan nya itu.
"Yang mulia,Yunxi izin pergi untuk menemui permaisuri" ujar Han Yunxi pada Han shuo,yang di angguki oleh pria tersebut.
Sedangkan mu liyue bersorak senang di dalam hati,karna dia bisa mempunyai waktu berdua bersama putra mahkota.
"Menantu memberi salam untuk yang mulia permaisuri".
Permaisuri menoleh dengan senyum manis lalu menyuruh Han Yunxi untuk duduk di samping nya.
"Han Yunxi bagaimana dengan janji mu?" Tanya permaisuri sambil menggenggam tangan Han Yunxi,matanya berbinar menaruh harapan bahwa jawaban Han Yunxi akan memuaskan hati nya.
Han Yunxi tersenyum lalu mengangkat lengan hanfu nya diam-diam agar tidak ada orang lain yang melihat.
Permaisuri membelalakkan matanya,bibir nya tersenyum cerah,tangan nya segera menggenggam tangan Han Yunxi lalu di putar-putar kan ya pelan untuk melihat sisi yang lain.
"Yunxi" pekik permaisuri bahagia lalu memeluk menantu nya.
Han Yunxi hanya memasang senyum yang tidak akan luntur untuk ibu mertua nya ini. Padahal dirinya belum hamil,namun ibu mertua nya sudah sebahagia ini.
"Kau telah meluluhkan hati anak ku Yunxi-er!,aku sangat senang pada mu" ujar permaisuri yang membuat Han Yunxi tersenyum bangga. Entah kenapa di sini dia sangat bangga seperti sedang memenangkan suatu kontes besar.
"Selanjut nya,ibu akan tunggu kehamilan mu. Kau harus menjaga baik-baik kesehatan dan kesuburan mu,ibu sangat ingin menggendong cucu dari dirimu dan Han shuo" lanjut permaisuri yang membuat Han yunxi tersenyum gugup.
Ha-hamil?!,mana mungkin secepat itu,tidak-tidak Han Yunxi tidak ingin hamil sekarang!.
Setelah itu permaisuri menyuruh Mama Gu untuk mengundang kedua menantu nya yang lain. Perut putri xi lan semakin lama semakin besar,bulan ini kandungan putri xi lan istri dari pangeran ketiga itu menginjak tepat 9 bulan.
"Woah Adik ipar lihat lah perut mu bertambah besar,aku tidak sabar ingin melihat keponakan ku" ujar putri Chen Qian.
"Kakak ipar ke dua,kau ini!" saut putri Xi lan dengan tawa bahagia.
Putri Chen Qian melirik Han Yunxi lalu menyenggol bahu nya."kakak ipar,ku dengar kau sudah...." Omongan Chen Qian di potong permaisuri.
"Menantu nakal,jangan menggoda kakak ipar mu" ucap permaisuri.
"baiklah,aku minta maaf Kakak ipar" jawab Chen Qian dengan tawa kecil.
Han Yunxi hanya tertawa melihat kelakuan dua adik ipar nya,menurut nya momen bahagia dia sejak datang kemari adalah berkumpul dengan kedua adik ipar dan ibu mertua nya,rasanya sangat menyenangkan hati.
Han Yunxi menoleh kebelakang ke arah kaisar,matanya menangkap wu feiye yang sedang menatap ny dengan tatapan sulit.
Wu feiye mengucapkan salam pada kaisar untuk pergi sebentar lalu keluar ruangan.
Han Yunxi yang melihat wu feiye pergi segera menyusul."ibu,Yunxi izin pergi ke kamar kecil dahulu ya".
Permaisuri Fei Shu mengangguk."baiklah,hati-hati".
Han Yunxi mengangguk lalu mengucapkan salam dan melangkahkan kaki nya keluar ruangan pesta tersebut.
Dirinya mengelilingi berbagai ruangan istana yang luas,sampai akhir nya menemukan wu feiye di pinggiran kolam belakang istana.
__ADS_1
Wu feiye sedang berdidiri sambil menggenggam sapu tangan pemberian Han Yunxi.
"Tabib Wu" ujar Han Yunxi yang membuat pria berambut cokelat itu menoleh.
"Tabib ini memberi salam un-" omongan wu feiye di potong oleh Han Yunxi.
"Tidak perlu".
"Untuk sekarang ini kita hilangkan dulu sikap formal" lanjut Han Yunxi
Wu feiye menatap Han Yunxi lalu mengangguk.
"Apa maksud nya ini?" Tanya wu feiye memberanikan diri sambil menyodorkan sapu tangan.
Han Yunxi meremas hanfu merah nya."a-aku" kini giliran omongan Han Yunxi yang terpotong.
"Bagaimana mungkin aku sanggup untuk merebutmu?".
Omongan wu feiye membuat Han Yunxi tertegun, pria ini menyadari semua maksud nya.
"Apa yang kau pandang dari ku?,kau adalah istri putra mahkota,apa putra mahkota mempunyai kekurangan?" Lanjuy wu feiye.
Han Yunxi memejamkan matanya lalu mengambil nafas dalam."aku-"
Lagi-lagi terpotong.
"Apa yang mulia tidak memperlakukan mu secara baik?" Tanya wu feiye yang menggenggam tangan Han Yunxi.
Han Yunxi terkejut dan segera menepis kencang tangan wu feiye.
"Apa kau mencintai ku?" Tanya wu feiye.
Suasana terasa hening untuk sementara,mulut Han Yunxi terbuka untuk menjawab.
Tidak-tidak itu bukan suara Han Yunxi,itu adalah suara Putra mahkota!.
Han Yunxi menoleh ke arah belakang,dia melihat Han shuo sedang mengepalkan tangan menahan seluruh amarah di dalam dirinya.
Han shuo berjalan mendekati Han Yunxi dan wu feiye yang sedang berdiri kaku.
Han shuo menarik tubuh Han Yunxi ke dalam pelukan nya.
Wu feiye segera berlutut dan menundukkan kepala."Maafkan aku putra mahkota".
Han shuo menatap Han Yunxi dengan tatapan tajam,lalu mata itu beralih menatap wu feiye yang sedang berdiri di hadapan nya.
"Lancang sekali berani mendekati istri ku!" Kesal Han shuo lalu menendang wu feiye hingga jatuh ke tanah.
"Yang mulia hentikan! Tidak! Anda salah paham!,dengarkan dulu penjelasan ku!" Jerit Han Yunxi saat melihat wu feiye di tendang Han shuo.
Mata Han shuo beralih ke arah istri nya."apa sekarang kau ingin membela baji**an ini?!, Dasar ja**ng!". Emosi Han shuo benar-benar sudah tidak bisa terkontrol bahkan dia telah mengatai Han Yunxi ja**ng,aku sangat yakin jika emosi nya sudah mereda dia pasti akan menyesali perkataan nya barusan.
Beruntung kolam belakang istana sangat sepi,hingga tidak akan ada orang yang tahu mengenai hal ini.
"Han Yunxi ikut aku!, Dan kau, akan aku kirim ke tempat yang jauh nanti nya!,jangan sekali-kali mendekati istri ku!".
Han shuo menarik tangan Han Yunxi dengan kasar,lalu memasukkan istri nya kedalam kereta dengan paksa,para pelayan yang melihat hal ini bergidik ngeri melihat kemarahan Han shuo,memang Han shuo tidak memukul Han Yunxi,namun wajah saat marah nya sangat menyeramkan.
"Tutup mulut seluruh orang yang melihat kejadian ini,jika ada yang berani membocorkan hal ini,bawa kepada Ku orang itu,dan akan ku berikan hukuman potong lidah!" Ujar Han shuo pada pengawal pribadi nya.
"Baik,saya mengerti".
_________
__ADS_1
Han shuo menggendong Han Yunxi ke arah kediaman nya secara paksa.
Setelah sampai di kamar Han shuo membanting keras tubuh Han Yunxi ke arah kasur.
"Kenapa kau berani memiliki hubungan dengan pria lain?,kurang apa aku dimata mu?,kali ini kau sangat membuat ku kesal,kau harus mendapat hukuman!".
Emosi Han Yunxi semakin memuncak."yang mulia, dengarkan dulu penjelasan ku!".
Han shuo menghiraukan ucapan Han Yunxi lalu merobek hanfu merah Han Yunxi dengan paksa. Seluruh riasan kepala Han Yunxi di buang asal ke arah lantai,bahkan ada yang sampai pecah.
"Yang mulia tidak bisa! Sangat kering!" Kesal Han Yunxi saat Han shuo memaksa mendobrak masuk.
Barang milik Han shuo terus menerus memaksa masuk kedalam,membuat Han Yunxi meneteskan air mata karna merasakan ke perihan yang luar biasa ia rasakan.
Air mata nya kini mengalir deras keluar."yang mulia! Tidak! Tidak hentikan!,dengarkan penjelasan ku dulu!,yang mulia! Sakit!, Dasar Kep*rat! Cepat hentikan! Hiks".
Han shuo menghiraukan rengekan Han Yunxi dan terus melakukan Hal yang sama.
Selama 5 jam mereka berdua berkutat di atas ranjang,hingga akhir nya Han shuo berhenti dan berjalan ke arah kamar mandi.
Han Yunxi bernafas secara terengah-engah,sungguh bagian bawah milik nya sangat perih,dirinya tidak akan bisa berjalan sendiri untuk saat ini.
Mata Han Yunxi memerah dan bengkak karna terlalu lama menangis,dirinya sekarang berusaha duduk walaupun tertatih-tatih.
Han shuo keluar dari kamar mandi dan melihat istri nya yang sedang kesulitan untuk duduk.
Han shuo tersenyum miring,lalu berjalan ke arah meja untuk menuang teh.
"Apa kau berani berulah lagi?,jika aku tahu kau berani melakukan hal ini lagi aku akan menghukum mu habis-habisan bahkan lebih mengerikan dari pada ini".
Han Yunxi membuka mulut nya untuk protes."Yang mulia,apa kau tidak bisa mendengarkan ku dulu?!".
Han shuo tersenyum miring."aku sudah melihat fakta nya dengan mata kepala ku sendiri,setelah ini jangan berharap kau bisa keluar kediaman dan mengundang orang sesuka hati mu".
Han Yunxi mengepalkan tangan nya dari balik selimut,setelah itu dirinya kembali rebah di atas kasur dengan posisi memunggungi Han shuo,matanya sudah berkaca-kaca sedari tadi karna perlakuan Han shuo yang sangat kasar pada nya.
"Hukuman mu masih berlanjut putri mahkota" kata Han shuo lalu berjalan keluar untuk pergi menuju kediaman selir nya mu liyue.
_________
Mu liyue sedang menatap cermin dengan kesal, bagaimana tidak kesal?! Dirinya di tinggal oleh Han Yunxi dan putra mahkota,yang membuat dirinya di tertawakan banyak orang!.
"Yang mulia putra mahkota datang!"
Mu liyue segera menoleh dan berlari ke arah Han shuo lalu memberi salam,setelah itu memeluk putra mahkota secara erat.
Han shuo melepaskan pelukan mu liyue secara pelan lalu duduk di atas kasur selir nya tersebut.
Mu liyue berjalan mendekati Han shuo dan duduk di samping putra mahkota.
"Yang mulia,kenapa anda tadi meninggalkan saya seorang diri?" Tanya mu liyue dengan nada merengek.
"Ada masalah mendesak, sebaiknya jangan membahas masalah itu" jawab Han shuo yang malas membahas kejadian tadi.
"Baiklah. Yang mulia,kenapa anda mengunjungi kediaman saya?bukan kah malam ini seharus nya anda bersama putri mahkota?" Tanya mu liyue.
"Tidak apa-apa,aku hanya sedang ingin bersama mu" jawab Han shuo.
Mu liyue mengembangkan senyum nya,lalu memeluk Han shuo.
"Baiklah yang mulia"
_________
__ADS_1
#typo bertebaran!!!#