Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti

Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti
27


__ADS_3

Malam ini Han Yunxi merasa tidak enak badan,dirinya sangat gelisah. Di tambah kepala nya yang pening sedari tadi sore.


Xuan terus menerus membujuk Han Yunxi agar segera memanggil tabib,namun Han Yunxi terus menerus menolak nya.


"Nona,sebaiknya kita panggil tabib kerajaan sekarang. Lihatlah sedari tadi pusing di kepala anda tidak mau hilang anda juga terus menerus muntah-muntah"


Han Yunxi menggeleng." Bukan kah putra mahkota melarang orang untuk masuk kedalam kediaman ku?,bagaimana bisa aku mengundang orang sembarang".


Xuan mengepalkan tangan nya kencang secara diam-diam,putra mahkota kali ini sudah sangat keterlaluan.


Xuan kembali membuka mulut nya untuk memberi saran."Baiklah,agar anda bisa mendapat izin putra mahkota,aku akan pergi ke kediaman putra mahkota malam ini juga"


Han Yunxi kembali menggeleng."ini sudah larut malam,aku khawatir kita akan mengganggu tidur putra mahkota".


Han Yunxi juga kesal kepada dirinya,kenapa bisa dia merasakan sakit kepala dan muntah-muntah seperti ini di malam hari,sebelum nya tidak pernah.


Baiklah....kali ini Han Yunxi tidak bisa menahan.


"Xuan baiklah,cepat panggil tabib. Aku sudah tidak perduli dengan larangan putra mahkota".


Xuan mengangguk lalu berjalan keluar kamar Han Yunxi.


Saat hendak ingin keluar gerbang kediaman Han yunxi, xuan di hadang 2 penjaga.


"Kau ingin kemana?ini sudah larut malam,cepat kembali sana" kata salah satu penjaga.


"Tidak bisa,aku harus segera keluar" jawab xuan yang memaksa keluar namun di dorong penjaga tersebut.


"Putra mahkota melarang seseorang keluar dan masuk seenak nya di kediaman putri mahkota saat ini" ujar penjaga satu nya.


"Kali ini tidak bisa!,putri mahkota sedang sakit,dan aku harus memanggil tabib,karna itu cepat kalian menyingkir lah!" Kesal xuan.


Kedua penjaga itu saling bertatap mata untuk sesaat. "Namun..."


Xuan menyelak omongan mereka. "Jika sampai terjadi apa-apa dengan putri mahkota,apa kau sanggup menerima hukuman dari yang mulia permaisuri?!".


Penjaga itu langsung membelalakkan matanya saat xuan mengancam mereka dengan menyebut permaisuri.

__ADS_1


"Kau...arghh baiklah,tapi jika putra mahkota marah kepada kami,kau harus bertanggung jawab".


Xuan mengangguk lalu berlenggang pergi dengan terbirit-birit untuk memanggil tabib.


Han yunxi memijit kepala nya sendiri dengan pelan,kali ini kepala nya benar-benar sakit.


Serta mual-mual yang dia rasakan belum juga hilang.


Apa dirinya masuk angin?,tapi....tidak mungkin sedari tadi dia hanya ada di dalam kamar nya.


Brak.


Pintu terbuka secara tiba-tiba,xuan masuk dengan terburu-buru serta tabib kerajaan di belakang nya.


"Cepat periksa putri mahkota!" Ujar xuan yang langsung di angguki tabib tersebut.


Tabib itu memeriksa nadi milik Han Yunxi. Mata nya terbuka lebar menampilkan bahwa dirinya sedang terkejut.


Xuan yang melihat wajah terkejut dari tabib tersebut semakin khawatir.


"Ada apa?" Tanya xuan hati-hati.


"Selamat yang mulia putri mahkota,anda sekarang sedang hamil".


Han Yunxi membuka matanya lebar saat mendengar ucapan tabib tersebut.


'ha-hamil?! Tidak tidak! Aku sedang tidak ingin hamil sekarang!' teriak Han Yunxi dalam hati.


Han Yunxi menghembuskan nafas sambil memejamkan mata lalu mengambil senyum."baguslah,kalau begitu anda boleh pergi,dan terimakasih".


Tabib tersebut mengangguk lalu mengeluarkan obat cair berwarna hitam pekat dari tas nya."sebuah kewajiban hamba untuk mengobati dan melayani keluarga kerajaan,dan yang mulia,ini adalah obat untuk mengurangi rasa pusing dan mual-mual anda. Kalau begitu tabib ini pamit undur diri".


Han Yunxi mengangguk setelah itu tabib tersebut berjalan keluar.


Xuan melompat girang."nona,selamat!!!" Ujar nya dengan senyum mengembang.


Han Yunxi mengangguk,lalu matanya menatap xuan datar." Rahasiakan tentang kehamilan ku ini".

__ADS_1


Senyuman xuan perlahan luntur."te...tetapi kenapa nona?" Tanya xuan.


Han Yunxi menggeleng."tidak tahu,sudah intinya kau rahasiakan saja,tutup mulut semua orang yang tau kabar bahwa aku sedang hamil,dan cepat kejar tabib itu perintahkan dia untuk menutup mulut"


Xuan mengangguk lesu."baik nona".


Entahlah....Han yunxi merasa seperti tidak perlu memberi taukan orang-orang kerajaan tentang kehamilan nya sekarang.


________


Han shuo merajut alis nya menjadi satu saat mendengar laporan pengawal pribadi yang dia kerahkan untuk mengawasi kediaman putri mahkota.


"Tabib?untuk apa?" Tanya Han shuo.


Pengawal tersebut menggeleng pelan."maaf yang mulia,saya tidak mengetahui tentang itu,saat saya bertanya kepada tabib tersebut dia hanya menggeleng dan enggan memberitahukan nya padaku. Bahkan diriku juga sudah mengancam dirinya menggunakan nama mu,namun tabib itu tetap menutup mulut nya lalu berjalan pergi."


Han shuo mengangguk."baiklah,terus awasi kediaman putri mahkota. Jika wanita itu berbuat aneh-aneh cepat laporkan padaku."


"Baik".


Han shuo berdiri tegak,menatap lurus ke arah luar melalui salah satu jendela kayu yang ada di kamar mu liyue,dirinya menghembuskan nafas kasar sambil menatap malam yang dingin.


"Yang mulia" ujar mu liyue dengan suara khas orang bangun tidur.


Han shuo memutar badan nya menghadap mu liyue."aku di sini"


Mu liyue membuka matanya sempurna lalu berjalan mendekati Han shuo dengan senyuman,lalu memeluk pria berwajah tampan tersebut.


"Kenapa anda tidak tidur?"


Han shuo mengelus rambut mu liyue halus."tidak apa-apa, aku hanya ingin melihat langit malam". Walaupun tangan Han shuo membelai kepala mu liyue lembut,tetapi matanya tidak terarah ke mu liyue,namun tetap menatap lurus kedepan dengan kosong,seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Yang mulia,ini sudah larut malam. Sebaiknya mari kita tidur" kata mu liyue sambil bergelantung manja di leher Han shuo.


Han shuo mengangguk lalu berjalan ke arah kasur tanpa senyuman.


Mu liyue yang menyadari perubahan sifat Han shuo menggertakan gigi diam-diam.

__ADS_1


'Han Yunxi,aku tidak akan membiarkan putra mahkota jatuh kembali kedalam pelukan mu!,dia hanya milik ku!'


__ADS_2