Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti

Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti
31


__ADS_3

Han Yunxi membuka matanya pelan,dirinya bangun dan mengambil sikap duduk bersila di atas kasur.


"Ah nona kau sudah bangun?" Xuan berjalan ke arah Han Yunxi sambil membawa baki yang berisikan air untuk mencuci muka.


Han Yunxi mengangguk,lalu mencuci muka nya dengan lembut. Setelah selesai dirinya berjalan ke arah pemandian air panas pribadi milik nya.


Xuan menggosok lengan putih Han Yunxi dengan lembut,para pelayan wanita yang lain juga turut membantu.


"Cukup". Seluruh pelayan menghentikan aktivitas menggosok badan dirinya dan segera mencuci tangan mereka.


Han Yunxi berjalan keluar dari kolam air panas nya,setelah itu keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.


Setengah jam sudah terlewati hanya untuk memakai hanfu merah milik nya dan menyanggul rambut panjang milik nya,tak lupa di berikan mahkota poenix yang sama dengan milik permaisuri,namun milik permaisuri adalah poenix dewasa,sedangkan dirinya anak poenix.


Riasan yang tidak terlalu tebal serta lipstik merah muda milik nya menambah kesan manis di wajah nya.


Setelah siap,Han Yunxi berjalan ke arah kediaman putra mahkota.


Tak butuh waktu lama,Han Yunxi tiba di kediaman suami nya itu,lalu masuk dan memberi salam seperti biasa.


"Yunxi memberi salam pada yang mulia".


Mata Han Yunxi tidak melihat sosok mu liyue di sini,mungkin wanita itu belum datang.


Han shuo mengangguk lalu tangan nya melambai menyuruh duduk istri kesayangan nya itu di samping dirinya.


Han Yunxi mengangguk dengan senyum manis,lalu duduk di samping Han Shuo.


"Sepertinya perasaan mu sangat bagus pagi ini" ujar Han shuo menatap Han Yunxi dengan senyum tipis dan tatapan matanya yang tajam namun tidak mengintimidasi,arghhh tatapan nya itu akan membuat gadis mana saja terpesona padanya.


"Hm ya" jawab Han Yunxi gugup,Han shuo si*lan karna dia jantung nya berdegup kencang saat melihat senyum nya itu.


Tidak lama kemudian,datang suara lembut dan sangat manis yang membuat Han shuo dan Han Yunxi menatap ke arah si pemilik suara.


"Selir ini memberi salam kepada yang mulia putra mahkota dan yang mulia putri mahkota".


Han shuo mengangguk,lalu menyuruh mu liyue duduk.


Han Yunxi masih menyimpan rasa kesal pada mu liyue. Saat dirinya sedang di hukum putra mahkota kemarin, berani-beraninya dia mengejek dirinya.


"Tunggu apa lagi?,makan lah" ujar Han shuo saat melihat kedua wanitanya tidak menyentuh makanan di hadapan mereka sedikitpun.


Han Yunxi hanya mengangguk kecil lalu mengambil sumpit nya,sedangkan mu liyue menjawab dengan suara yang sangat manis."baik,yang mulia".


Cih keliatan banget caper nya.-batin Han Yunxi kesal.


Han Yunxi teringat kepada permaisuri Fei Shu,dan berniat mengunjungi wanita itu setelah makan,namun sekarang dia harus meminta izin terlebih dahulu.


"Yang mulia setelah sarapan ini,Yunxi ingin menemui ibunda permaisuri,apa boleh?".


Han shuo mengangguk."tentu saja,namun aku tidak bisa menemani mu,karna masih memiliki beberapa pekerjaan yang belum selesai".


Ketika mendengar kata 'pekerjaan yang belum selesai' dari mulut Han shuo,itu membuat dirinya tertawa kecil di dalam hati.


"Baiklah aku tidak masalah" jawab Han Yunxi dengan senyum.


" putri mahkota,ku dengar kau hamil? Benarkah?" Tanya mu liyue dengan senyum manis.


Han Yunxi tersenyum mendengar pertanyaan mu liyue. "Aiya,selir liyue apakah kau ketinggalan berita dan baru tahu sekarang?. Ya benar aku hamil" jawab Han Yunxi dengan nada akrab dan sesekali tertawa ringan.

__ADS_1


Mu liyue mengepalkan tangan nya di balik hanfu milik nya.


"Ah...iya maafkan aku,diriku baru tahu sekarang,putri mahkota selamat ya,selir ini turut senang untuk anda!". Mu liyue tersenyum kembali dan menatap mata Han Yunxi.


Tatapan yang dilemparkan mu liyue ke arah nya mengandung sebuah makna tersirat seperti.'di kemudian hari akan ku ubah kata turut senang menjadi turut berduka cita'.


Han Yunxi menangkap tatapan mu liyue dan membalas nya dengan tatapan yang memiliki arti tersirat pula,seperti. 'iri bilang bos'


Han shuo tidak menyadari istri utama dan selir nya saling melempar tatapan yang memiliki arti tersembunyi,dirinya hanya asik memakan potongan daging yang ada di mangkuk nya dengan santai. Yang dia tahu,kedua wanita nya itu hanya mengobrol biasa dan selir nya hanya mengucapkan selamat atas kehamilan Han Yunxi.


Setelah selesai sarapan,Han Yunxi pamit undur diri pada Han shuo untuk pergi ke istana utama.


Di tengah jalan Han Yunxi mendengar para pelayan wanita bergosip tentang Wu feiye. Segera dirinya berhenti sejenak untuk mendengarkan gosip tersebut.


"Hei,apa kau sudah mendengar kabar bahwa tabib tampan wu meninggal?"


"Ha?benarkah?,astaga aku sangat terkejut!"


"Sayang sekali,padahal reputasi nya sangat bagus,wajah nya juga sangat tampan,namun dia harus meninggal di usia muda"


"Hei,tapi kudengar kematian tabib Wu ada sangkut paut nya dengan putra mahkota dan putri mahkota"


"Hais apa yang kau bicarakan ini?!,jangan bicara sembarangan atau kepala mu akan hilang dalam sekejap!"


"Tidak tidak,aku berbicara jujur. Para pelayan di istana ini juga sudah mengetahui hal tersebut,namun belum tahu pasti gosip itu benar atau tidak"


"Hais sebaiknya kita jangan ikut campur jika tidak mau kena masalah,apa lagi menyangkut pautkan putra mahkota dan putri mahkota"


Han Yunxi mengepalkan tangan nya kencang,wajah nya menunduk gelap. Xuan yang mengerti perasaan majikan nya hanya bisa diam,jika dia bicara banyak dirinya takut itu akan menambah suasana buruk di hati Han Yunxi.


Han Yunxi mengehela nafas lalu kembali berjalan mengejutkan 3 pelayan wanita tersebut yang sedang bergosip.


3 pelayan wanita itu segera membungkuk hormat.


"Kau jangan menakuti ku seperti itu!,namun sepertinya putri mahkota tidak mendengar apa-apa karna dia hanya melewati kita tanpa berbicara sepatah kata pun barusan".


Setelah tiba di kediaman permaisuri Fei Shu,Han Yunxi melihat ibu mertua nya itu sedang berbicara pada 2 adik ipar nya.


"Menantu memberi salam kepada yang mulia ibunda permaisuri".


Permaisuri Fei Shu dan kedua adik ipar nya segera menoleh.


Dua sudut bibir wanita paruh baya itupun terangkat naik,membuat lengkungan yang sangat manis.


"Ah..yunxi-er,kemari dan duduk lah"


Han Yunxi mengangguk sambil tersenyum."terimakasih".


"Aiya,kakak ipar,selamat atas kehamilan mu" ujar putri Chen Qian dengan nada riang.


"Ha?kakak ipar hamil?,astaga kenapa tidak ada yang memberi tahu ku" kata putri xi lan sambil mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Hei hei,seluruh orang di istana telah mengetahui nya,kau saja yang malas mencari tahu dan selalu bersikap tidak perduli dengan gosip beredar" saut putri Chen Qian


"Hn! ,mana ku tahu akan tiba ada gosip yang sangat penting seperti ini" jawab putri xi lan.


"Ah iya kakak ipar,apa benar kemarin putra mahkota memanjat pohon mangga untuk anda?" Tanya putri Chen Qian penasaran.


Permaisuri sangat terkejut mendengar ucapan menantu dari istri anak kedua nya itu.

__ADS_1


"Benarkah?!,Aiya bagaimana bisa?,astaga Yunxi kau sangat pandai membuat anak ku menjadi penurut"


Han Yunxi tertawa kecil melihat 3 ekspresi di hadapan nya ini. "Iya,itu benar"


Putri Chen Qian menghela nafas. "Hais pasti sempat terjadi keributan di kebun kerajaan".


Han Yunxi mengangguk mendengar ucapan Chen Qian.


"Aiya,aku sangat iri dengan mu kakak ipar pertama!" Ujar putri xi lan sambil menepuk tangan Han Yunxi pelan.


"Hihihi siapa sangka,putra mahkota akan menjadi seperti ini" lanjut nya.


Permaisuri mengangguk sambil tersenyum." Namun itu bagus,akhirnya dinding es yang telah sekian lama menyelimuti putra ku mencair juga karna matahari, dan matahari nya itu adalah kau Yunxi" kata permaisuri Fei Shu sembari menggenggam tangan Han Yunxi lembut.


"Ah iya,ada gosip terbaru lagi!" Kata putri Chen Qian yang membuat mereka bertiga menoleh kepadanya.


Sebelum sempat melanjutkan ucapannya, permaisuri Fei Shu menyelaknya.


"Aiya,Qian-er apa hari-hari mu habis untuk mendengar dan berburu gosip di istana ini?" Ujar permaisuri sambil menggeleng dan memijit dahi nya pelan.


Chen Qian tersenyum canggung ke arah permaisuri sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Hais,baikalah teruskan" lanjut permaisuri.


Chen Qian mengangguk lalu segera melanjutkan.


"Apa ibunda permaisuri,serta Kaka dan adik ipar tahu,bahwa tabib Wu meninggal?"


Pertanyaan Chen Qian membuat tubuh Han Yunxi tegang,xuan yang mendengar itu terkejut namun tetap diam berdiri di belakang majikan nya.


"Tabib Wu meninggal? bagaimana bisa?" Tanya putri xi lan yang di angguki permaisuri Fei Shu yang tak kalah terkejut.


Chen Qian menggeleng."aku pun tidak tahu,aku hanya mendengar gosip ini dari pelayan yang bekerja di halaman kediaman ku".


"Namun aku juga deng-" omongan Chen Qian terpotong karna suara lelaki yang di ketahui pengawal pribadi pangeran kedua woo kang suami nya datang.


"Maaf menggangu suasana mengobrol para yang mulia,namun putri Chen Qian di panggil pangeran kedua untuk segera menemui nya di ruang baca"


Chen Qian mengangguk lalu segera berdiri. "Ibunda permaisuri,Kaka ipar. Chen Qian pamit undur diri"


Permaisuri dan Han Yunxi mengangguk,"hati-hati di jalan" ujar permaisuri,Han Yunxi,dan putri xi lan. Bedanya Han Yunxi dan permaisuri mengucapkan itu sambil duduk karna posisi mereka di istana ini lebih tinggi dari putri Chen Qian,sedangkan putri xi lan mengucapkannya sambil berdiri dan membungkukkan badan sedikit karna posisi nya sedikit rendah kalau di bandingkan dengan Chen Qian,karna dia istri dari pangeran ketiga sedangkan Chen Qian kedua.


Setelah kepergian putri Chen Qian, putri xi lan kembali duduk dan melanjutkan pembicaraan.


"Hais,aku sangat tidak menyangka tabib Wu akan meninggal secepat itu".


Permaisuri mengangguk."aku juga merasa sangat terkejut".


Han Yunxi meremas hanfu merah milik nya diam-diam dengan kencang.


Karna dirinya mulai bosan berada di sini,Han Yunxi memutuskan untuk kembali ke istana putra mahkota."ibunda permaisuri,Han Yunxi pamit undur diri untuk kembali ke istana pangeran mahkota"


Permaisuri memasang wajah terkejut."kenapa tiba-tiba"


Han Yunxi menggeleng sambil memegang kepala nya seolah merasakan pusing. "Yunxi merasakan sakit di kepala".


Permaisuri mengangguk."baiklah,tidak apa-apa. Cepat pulang dan istirahat."


"Baik"

__ADS_1


Han Yunxi melangkahkan kakinya kembali menuju istana putra mahkota.


Hati nya sangat sedih mendengar kabar wu feiye meninggal,dan seperti biasa dia kembali teringat saat dirinya memberikan sapu tangan kepada tabib Wu dulu,entahlah hati nya sangat sesak sekarang.


__ADS_2