Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti

Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti
36


__ADS_3

Han Yunxi berjalan keluar dari istana pangeran ke dua woo kang.


Tanpa di duga,Meiling mencegatnya dan menarik paksa tangan Han Yunxi ke tempat yang sepi.


Xuan yang terkejut melihat majikannya di tarik dengan kasar merasa kesal,dan mengikuti Han Yunxi,matanya menatap tidak suka ke arah Meiling.


Han Yunxi yang terkejut juga memasang muka kesal ke arah Meiling. Meiling yang di tatap seperti itu oleh 2 manusia di hadapannya juga ikut merasa kesal.


"Apa?!".


Xuan yang melihat cara bicara Meiling yang sangat tidak sopan segera menegurnya."selir Ling,tidakkah anda memperhatikan gaya bicara anda ketika sedang berbincang dengan putri mahkota?".


Meiling menatap remeh ke arah xuan."kau hanya seorang pelayan,berani apa?,aku selir pangeran kedua yang berstatus tinggi."


Li Yunxi ingin tertawa mendengar ucapan adik tiri bodoh Han Yunxi."jika kau selir dengan status tinggi pangeran kedua,kalau begitu aku adalah putri mahkota,istri utama putra mahkota yang akan menjabat sebagai kaisar di masa depan". Tegas Han Yunxi.


Meiling tertawa melihat sikap Han Yunxi."dapat keberanian dari mana kau bicara seperti itu padaku?,kau memang putri mahkota,namun kau bukanlah anak poenix,kau hanya anak bebek yang salah memasuki wilayah!"


Mendengar ucapan Meiling,xuan merasa panas,namun Han Yunxi memberi kode agar xuan tetap diam di tempat,dengan perasaan kesal yang tertahan Xuan terpaksa menuruti perintah Han Yunxi.


"Adikku Meiling,jika kau masih bersikap sombong kepadaku di sini akan ku pastikan hidup mu tidak akan tenang. Ingatlah,ini adalah istana kekaisaran bukan kediaman Mentri keuangan!".


Setelah mengatakan hal itu,Han Yunxi berjalan pergi meninggalkan Meiling yang menatap sebal ke arah nya.


"Han Yunxi payah itu!,dia sudah berani mengatakan hal seperti itu padaku!,hanya karna dia menjadi putri mahkota dia menjadi sangat sombong padaku. Lihat nanti,akan ku buat kandungan di perutmu itu gugur!". Ujar Meiling dengan nada pelan yang penuh kebencian dan rasa iri.


______


Saat melihat Han Yunxi memasuki gerbang istana putra mahkota,mu liyue segera berjalan mendekatinya.


"Kau habis menemui Meiling?".tanya mu liyue dengan wajah datar.


Han Yunxi tersenyum miring."bukan urusanmu". Lalu berjalan meninggalkan mu liyue.


Mu liyue memutar bola matanya."jika kau ingin membuat hidupnya susah di istana,aku akan membantu".


Han Yunxi mengehentikan kaki nya,lalu tubuh nya menoleh ke arah mu liyue sambil tersenyum.


"Kita juga mempunyai sebuah pertarungan kecil bukan?,untuk apa kau memikirkan Meiling,dia urusan ku".


Mu liyue tersenyum tipis."baiklah,jika kau menolak tawaran ku".


Han Yunxi segera berjalan meninggalkan Mu liyue . Kerja sama dengan mu?,hn tidak mungkin!.


Saat tiba di kediamannya Han Yunxi duduk di meja kayu nya sambil menyesap teh.


Saat melihat wajah xuan,Han Yunxi tersenyum."ada apa?,apa kau mempunyai sesuatu yang ingin di tanyakan?".


Xuan terkejut,lalu kepalanya segera menunduk."ti-tidak ada nona".


Han Yunxi masih menatap xuan."katakan!".


Xuan menghela nafas."a-apa nona berniat untuk membuat selir Ling sengsara?".


Han Yunxi tertawa kecil."hanya itu?".


Xuan merasa gugup dan kembali menunduk."i-iya,maaf jika xuan lancang".


Han Yunxi menggeleng."tidak masalah xuan,kau sudah ku anggap seperti keluarga ku".


Xuan menatap Han yunxi haru."no-nona".


Han Yunxi menghiraukan xuan dan berjalan ke arah jendela kamarnya,bola mata hitam dan mata berbentuk kacang almond tajam menatap lurus ke arah luar."aku hanya ingin merasa teradili,semua perbuatan pasti ada balasannya,yang berbuat baik padaku akan ku balas lebih baik,yang berbuat keji padaku,tak akan ku lepas sampai aku kembali ke tempat asal!".

__ADS_1


Xuan yang tidak terlalu mengerti hanya bisa diam.takut jikalau dia berkomentar dan mengucapkan sesuatu yang salah,Han Yunxi akan marah kepadanya.


Pelayan wanita mengetuk pintu. Han Yunxi memberi kode ke arah xuan untuk membuka pintu tersebut.


Saat xuan membuka pintu dan menerima surat dari pelayan wanita itu,segera dirinya masuk dan memberikan itu pada Han Yunxi.


"Nona,pelayan wanita dari kediaman ibu suri,memberikan ini".


Han Yunxi melirik surat yang berada di tangan xuan dan segera mengambilnya.


Dirinya membuka surat tersebut lalu membacanya santai.


Semakin lama dia membaca surat tersebut,semakin lebar senyumnya.


Xuan hanya memasang ekspresi bingung saat melihat wajah nona nya yang sedang tersenyum membaca surat.


"Bantu aku bersiap,nenek mengundang ku ke acara minum teh nya".


Xuan mengangguk dan mulai menata ulang rambut Han yunxi.


Setelah siap,Han Yunxi keluar dan berjalan ke arah istana utama tempat kediaman ibu suri itu.


Tanpa sadar mu liyue juga berjalan di belakang Han Yunxi. Han Yunxi yang sadar segera menoleh dan berhenti."kau di undang ibu suri juga?".


Mu liyue mengangguk."benar putri". Mu liyue harus bersikap sopan,karna sekarang mereka sudah berada di dalam istana utama,tempat kaisar, permaisuri dan ibu suri.


Han Yunxi mengangguk lalu Tersenyum tipis."baiklah,ayo selir Liyue".


Tak butuh waktu lama mereka tiba di kediaman ibu suri. Di sana baru ada Chen Qian dan Meiling,Han Yunxi menyapa adik iparnya itu seperti biasa."Chen Qian!".


Chen Qian menoleh lalu tersenyum dan membungkuk hormat."kakak ipar".


"Salam kepada putri mahkota".ucap Meiling penuh dengan nada paksaan.


Mu liyue tersenyum menanggapi Chen Qian."benar,putri"


Han Yunxi melirik ke sana kemari."dari sekian banyak selir suami mu,ibu suri mengundang selir Ling ?". Tanya Han Yunxi.


Chen Qian tersenyum."benar kakak ipar,ibu suri mengundang selir Ling dan mengatakan ingin melihat dirinya".


Han Yunxi mengangguk."ah...begitu".


"Di mana Xi Lan?" Lanjut Han Yunxi.


Chen Qian tersenyum."Aiya kakak,apa kau belum tahu?,adik ipar kita yang itu sudah melahirkan!".


Han Yunxi tersenyum terkejut."benarkah?!,astaga!,katakan padaku apa kelamin anak nya?"


Chen Qian menjawab dengan antusias."laki-laki!".


Han Yunxi tersenyum."hais pasti anak itu akan menjadi play boy,jika kita ingat dulu pangeran ketiga memiliki banyak wanita,namun saat bertemu Xi Lan, tiba-tiba hasrat nya untuk melirik wanita lain musnah dan hanya fokus kepada Xi Lan,semoga saja kelak wanita seperti Xi Lan muncul".


Chen Qian tertawa."Aiya,mungkin wajahnya mirip dengan ayah nya,tetapi masalah sifat semoga seperti ibunya".


Di tengah tawa Han Yunxi dan Chen Qian ibu suri datang bersama permaisuri dan Fei Luan.


Segera ke-4 wanita itu segera berdiri dan memberi salam."salam kepada ibu suri dan permaisuri".


Ibu suri tersenyum."duduklah bersikap santai saja,ini hanya acara untuk mengisi kebosanan ku".


'sangat bagus!,sekarang aku akan membuat Meiling mendapat masalah!, Hump! Mumpung dia belum terbiasa dengan Susana istana dan masih terbawa suasana kediaman Mentri keuangan itu aku akan membuatnya malu!,mungkin di kediaman ayah mu itu kau adalah seorang ratu,namun di sini kau bukan siapa-siapa!'. Oceh Han Yunxi dalam hati.


Saat pelayan menuangkan teh ke dalam gelas para wanita terhormat itu,Han Yunxi menunggu gelasnya Ter isi. Saat melihat gelasnya telah terisi Han Yunxi segera mengambil gelas itu dan mengambil gaya seolah-olah hendak meminum teh itu.

__ADS_1


Dengan sengaja dirinya menumpahkan teh panas itu ke hanfu biru Meiling.


"Astaga sangat panas! Han Yunxi apa yang kau lakukan?!" Pekik Meiling yang membuat semua orang melotot tajam ke arah nya.


Setelah menumpahkan teh panas itu ke arah Meiling,Han Yunxi segera memegang kepalanya dan memekik pusing."Aiya,kepala ku kenapa tiba-tiba sakit?!,selir Ling ma-maaf aku benar-benar tidak sengaja!".


Ibu suri segera beralih menatap Han Yunxi dengan khawatir."astaga Yunxi-er!,ada apa?!".


"Ini pasti karna kandungan kakak ipar, saya tebak,kakak ipar terlalu banyak pikiran dan terlalu lelah!" Saut putri Chen Qian dengan nada khawatir.


Setelah Han Yunxi berpura-pura sakit,dirinya sekarang berpura-pura mengatur nafas yang terengah-engah."huh baiklah sepertinya sudah tidak terlalu sakit. Ini mendingan".


Semua orang menghela nafas lega kecuali mu liyue dan Meiling.


"Yunxi-er,sebaiknya kamu segera kembali dan beristirahat". Kata permaisuri sambil mengelus tangan Han Yunxi.


Han Yunxi menggeleng."tidak apa-apa,ibunda. Aku masih bisa bertahan, sakitnya juga sudah agak menghilang".


Permaisuri mengangguk."baiklah,tapi jika kau mulai merasa pusing itu datang lagi,bilang kepadaku!".


Han Yunxi tersenyum."baik".


Ada rasa tidak puas di hati mu liyue,ya! Meiling tadi memanggil nama Han Yunxi dengan langsung di depan ibu suri dan permaisuri,apa mereka lupa?,hump baiklah berhubung dirinya juga tidak menyukai Meiling,mu liyue membuka mulutnya untuk mengingatkan kesalahan Meiling,berharap wanita itu mendapat masalah!.


"Maaf,jika selir ini ingat,selir Ling tadi mengucapkan nama putri mahkota secara langsung,selir Ling aku rasa ucapan mu yang tadi itu sangat tidak sopan!".


Han Yunxi tersenyum samar mendengar ucapan mu liyue. Dirinya sudah menduga mu liyue akan mengatakan hal seperti itu.


Meiling terkejut.'si*lan!,wanita ini sengaja mengingatkannya!'.


Ibu suri kembali menatap Meiling dengan tidak suka."ya benar!,aku hampir lupa hal itu!. Selir Ling walaupun kamu adalah adik dari putri mahkota namun tidak seharusnya kamu memanggil namanya secara langsung!".


Ibu suri tiba-tiba menaruh rasa tidak suka kepada Meiling, bagaimana mungkin anak dari keluarga pejabat tinggi tidak bisa mendidik anak mereka dengan peraturan kecil seperti ini?!.


Permaisuri menatap Meiling dengan mata poenix nya."selir Ling kau sudah berbicara tidak sopan kepada putri mahkota,kau tentu saja harus di beri hukuman sebagai pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan!".


Wajah cantik Meiling berubah pucat!,beberapa kata keluar dari mulutnya dengan Bergetar."yang mulia,selir ini mengaku salah. Selir ini hanya tidak sengaja!".


Permaisuri merajut alisnya."justru itu aku harus memberi mu hukuman,agar ketidaksengajaan mu ini tidak terulang".


Ibu suri menatap Meiling dengan dingin."salin kitab tatakrama wanita kota tianning sebanyak 100 lembar setelah selesai,pergi berlutut di kediaman putri mahkota untuk meminta maaf".


Meiling membelalakkan matanya."yang mulia ini!-".


"Sebaiknya diam dan menurut!,jika kau tidak ingin hukuman mu bertambah berat!". Bisik Chen Qian menekan tangan Meiling dari balik meja dengan keras.


Meiling menatap marah ke arah Han Yunxi,Chen Qian,dan mu liyue. Benar-benar tidak bisa di percaya!,ini adalah hari pertama dia memasuki istana namun sudah mendapat hukuman memalukan seperti ini!.


Han Yunxi tersenyum mengejek diam-diam ke arah Meiling,Meiling yang melihat senyum Han Yunxi hanya bisa menatap marah ke arah nya.


Ibu suri menghela nafas."cukup,aku ingin istirahat".


Mereka ber empat berdiri dan memberi hormat atas kepergian ibu suri dan permaisuri.


Putri Fei Luan masih menatap Meiling dengan tatapan aneh,menurut dirinya,hanya orang bodoh yang berani menyebut nama anggota kerajaan secara langsung di depan para penghuni senior istana,terlebih lagi jika pelaku tersebut hanya memiliki status rendah seperti selir,sedangkan nama yang dia ucapkan secara langsung tanpa ada penghormatan adalah seorang putri mahkota.


Di kota tianning memang memiliki aturan yang sangat ketat,terutama tentang kesopanan dan tatakrama.


Menyebut nama anggota kerajaan secara langsung di anggap hal yang sangat tidak sopan,pelaku nya bisa saja di beri hukuman berat.


Jika orang lain yang mengucapkan hal itu,tentu akan mendapat hukuman cambuk,yang lebih parah adalah potong kepala!,Meiling beruntung tidak mendapat hukuman itu karna dia adalah selir pangeran kedua, terlebih lagi dia di kenal sebagai adik Han Yunxi, walaupun banyak yang tidak tahu Han Yunxi sendiri tidak menganggap Meiling sebagai adiknya,dia malah merasa jijik jika ada yang mengatakan Meiling adalah adiknya.


'Hahaha Meiling!'. Han Yunxi tertawa puas di dalam hati.

__ADS_1


'ini baru awalan,entah kau masih bisa bertahan hidup atau tidak di dalam istana ini!'.


__ADS_2