
Han Yunxi dan Mu liyue sedang menikmati teh hangat mereka,namun tak lama datang seorang pelayan wanita ke arah mereka dengan nafas terengah-engah. "Yang mulia! Yang mulia!,putra mahkota telah kembali!".
Han Yunxi dan Mu liyue saling pandang,lalu segera bergegas ke gerbang istana putra mahkota.
Setelah berlari,mereka berhenti di depan kereta kuda putra mahkota. Han shuo turun lalu tersenyum ke arah Han Yunxi,spontan Han shuo memeluk Han Yunxi lalu mencium pucuk kepalanya.
Mu liyue yang melihat itu cemburu,namun dia hanya bisa diam.
Setelah memeluk dan mencium Han Yunxi, mata Han shuo beralih pada mu liyue. Han shuo mengelus kepada mu liyue dengan lembut lalu tersenyum tipis ke Mu liyue.
Mu liyue sangat bahagia saat Han shuo memperlakukan nya seperti ini, mungkin ini imbalan dari Tuhan karna dia berani stop berbuat jahat dan membohongi diri sendiri.
Namun senyum Han Yunxi dan Mu liyue luntur saat melihat wanita berambut perak dan bermata emas turun dari kereta Han shuo.
Han Yunxi dan Mu liyue menarik nafas dalam. Han Yunxi menatap dingin ke arah Han shuo.
Han shuo yang mengerti segera mengangguk."akan ku jelaskan di dalam".
"Salam untuk yang mulia putri mahkota, perkenalkan nama saya Xiao Yue". Xiao Yue memperkenalkan dirinya dengan elegan. Han Yunxi hanya mengangguk dan berjalan menuju kediaman Han shuo.
Ekspresi Mu liyue juga berubah kecewa,baru saja dia mengalami kesenangan karna Han shuo mengelus kepalanya,namun sekarang dia harus kecewa karna Han shuo pulang membawa selir baru.
Setelah sampai, Han Yunxi mengambil duduk di samping Han Shuo,serta Mu liyue duduk di sebrang mereka bersama Xiao Yue.
Han shuo menjelaskan semuanya dengan detail,tidak ada yang dia tutup-tutupi, Han Yunxi hanya bisa mengangguk sepanjang Han shuo menjelaskan.
"Baiklah,selamat datang selir Yue, perkenalan aku putri mahkota Han Yunxi,semoga kelak kita bisa menjadi saudara yang baik". Kata Han Yunxi dengan senyum manisnya.
Han shuo menatap mu liyue,saat mu liyue menangkap tatapan Han shuo dirinya segera tersadar,lalu memperkenalkan diri. "Ah...nama saya Mu liyue,aku selir yang mulia,saya sering di panggil selir liyue,anda bisa memanggil saya dengan itu".
Xiao Yue mengangguk lalu menjawab dengan tersenyum."terimakasih atas sambutan kedua yang mulia yang sangat ramah,selir ini berharap kedua yang mulia bisa membimbing selir ini menjadi selir yang baik".
Setelah selesai,Mu liyue dan Han Yunxi sepakat untuk membawa Xiao Yue berjalan-jalan di istana putra mahkota.
Saat tiba di depan kediaman bunga salju,Han Yunxi berkata."ini adalah kediaman anda selir Yue, kediaman anda tidak jauh dari kediaman selir Liyue,jika sewaktu-waktu anda mengalami kesusahan/kebingungan,anda bisa meminta tolong pada selir liyue atau anda juga bisa meminta tolong secara langsung padaku".
Xiao Yue tersenyum."banyak terimakasih kepada yang mulia putri mahkota dan selir liyue".
Han Yunxi hanya mengangguk lalu tersenyum,setelah itu dirinya beranjak pergi bersama mu liyue.
Saat tiba di kediaman Han yunxi mu liyue segera mendekatkan diri pada Han Yunxi untuk berbisik."jiejie, menurut mu apa selir Yue baik?".
Han Yunxi menoleh dan mendapati mu liyue bertanya dengan wajah serius."memei,aku tidak tahu,tapi kita akan lihat nanti".
Mu liyue mengangguk lalu berjalan ke arah meja untuk mengambil buah anggur.
__ADS_1
Han Yunxi merasa, hubungannya dengan Mu liyue semakin dekat dan baik.
"Jiejie,kapan kau akan meminta yang mulia untuk-". Han Yunxi memotong ucapan mu liyue.
"Setelah makan malam".
Han Yunxi tahu, mu liyue meminta dirinya agar segera menyampaikan bentuk protes yang dia lakukan 1 Minggu yang lalu.
Mu liyue menatap Han Yunxi."jiejie,aku tidak tahu bagaimana harus menceritakan perasaan ini".
Han Yunxi membalas tatapan mu liyue."katakan saja".
Mu liyue menghela nafas."jiejie,seperti yang kau tahu, kita mempunyai suami yang sama,bukan kah ini agak aneh?,jiejie aku tidak ingin menjadi saingan cintamu,namun karna ayah ku aku tidak sengaja jatuh cinta".
Han Yunxi tersenyum tipis."untuk sekarang kita hanya bisa belajar menjadi istri yang baik,Meimei jika aku tidak ada di istana ini sedangkan anakku telah lahir,aku harap kau bisa menjaga anakku".
Mu liyue terkejut saat mendengar ucapan Han Yunxi."Aiya jiejie!,apa yang kau katakan?,bagaimana bisa kau tidak ada sedangkan anakmu ada di istana dan masih kecil, memangnya kau akan pergi kemana?!". Mu liyue bukan orang bodoh,dia tahu apa maksud dari ucapan Han Yunxi namun dia hanya ingin menambah candaan di dalam kata-katanya,telinga nya mendadak tidak suka saat mendengar ucapan Han Yunxi tadi.
"Meimei, aku serius". Ujar Han Yunxi sambil menatap mata mu liyue.
Mu liyue menunduk lalu mengambil buah di atas meja secara acak."kau tidak ku perbolehkan pergi kemana-mana".
Han Yunxi hanya menghela nafas dan tidak menjawab.
Tak terasa mu liyue telah lama berada di kediaman Han yunxi,sekarang saatnya makan malam akan di mulai.
Saat di tengah jalan,mereka melihat xiao Yue yang juga ingin menuju kediaman Han shuo. Xiao Yue yang menyadari kedatangan Han Yunxi dan mu liyue segera membungkuk hormat."putri mahkota".
Han Yunxi mengangguk."ayo pergi bersama".
Saat memasuki ruang makan,Han Yunxi melihat Han shuo duduk dengan tegak tanpa ekspresi,namun...tunggu siapa itu yang di sampingnya?.
"Salam untuk yang mulia putra mahkota",ujar mereka bertiga.
Han shuo mengangguk lalu menyuruh mereka bertiga duduk.
Xiao Yue yang melihat pria yang berada di samping Han Shuo terkejut,pria dengan rambut perak dan mata emas itu adalah kakak tertuanya zhongceng!.
"Perkenalkan,ini adalah putra mahkota kerajaan Hanjie,xiao zhongceng". Kata Han shuo dengan tatapan datar ke arah tiga wanitanya.
Han Yunxi mengangguk,lalu tersenyum."senang bertemu dengan putra mahkota kerajaan kota Hanjie".
Zhongcheng terpana melihat Han Yunxi,tanpa sadar bibirnya berkata."jing-er!".
Seluruh orang yang berada di ruang makan itu menatap bingung ke arah zhongceng.
__ADS_1
Xiao Yue segera membuka mulutnya."Gege apa yang kau katakan?,dia adalah putri mahkota Han Yunxi".dengan nada membisik.
Zhongceng segera tersadar."ah...ma-maaf,wajah anda hanya mirip dengan kenalanku,jadi aku sedikit linglung".
Han shuo melirik ke arah zhongcheng dengan dingin,Han shuo memang tidak berkomentar apa-apa,namun hatinya tiba-tiba merasa tidak suka.
Han Yunxi hanya mengangguk,kemudian saat Han shuo mempersilahkan mereka makan,Han Yunxi segera fokus makan,dan tidak mau melihat zhongceng,karna tiba-tiba dia merasa canggung.
Setelah makan malam selesai,Han Yunxi meminta kepada Han shuo secara pribadi untuk bicara,Han shuo tanpa ragu segera mengangguk dan mengajak Han Yunxi ke kamarnya.
"Ada apa?" Tanya Han shuo mengelus pucuk kepala Han Yunxi.
Han Yunxi menghela nafas."malam ini kau harus melakukannya dengan selir liyue". Hati Han Yunxi sangat bergemuruh saat mendengar ucapannya sendiri. Tapi mau tidak mau dia harus melakukan hal ini, ini adalah tugas nya sebagai istri utama,jika dia lalay dan hal ini terdengar sampai telinga permaisuri dan ibu suri,dia sendiri yang akan terkena masalah.
Han shuo menatap mata Han Yunxi."tidak bisa".
Han Yunxi membalas tatapan Han shuo dengan mantap."yang mulia,selir liyue juga wanita mu,dia harus menjalankan kewajibannya secepat mungkin!".
Han shuo masih memegang kedua bahu Han Yunxi."bagaimana denganmu?".
Han Yunxi tersenyum,tangan kanannya mengelus tangan Han shuo yang memegang pundaknya.
"Yang mulia,ini adalah tugasku sebagai istri utama mu,jangan membuat tugasku semakin sulit". Sebanyak apapun Han Yunxi tersenyum,Han shuo masih dapat melihat perasaan sedih yang jauh di dalam hati istri kesayangan nya.
"Yunxi-er". Ucap Han Shuo dengan lirih lalu memeluk Han Yunxi.
Han Yunxi meneteskan bulir air matanya,dirinya menenggelamkan wajahnya di dalam dada bidang Han shuo."ini adalah nasib ku menjadi istri mu,untuk tetap bisa berdiri di samping mu,dan untuk kebaikan kerajaan kota tianning,aku akan melakukan apapun. Sebagai istri seorang putra mahkota,aku tidak bisa menjadi wanita egois".
Han shuo memejamkan matanya,selagi tangannya sibuk mengelus punggung Han Yunxi dan bibirnya mencium lama pucuk kepala Han Yunxi.
"Maafkan aku yang terlahir menjadi putra mahkota". Ujar Han shuo dengan suara lembut.
Han Yunxi melepaskan pelukannya lalu tersenyum."percayalah aku baik-baik saja,selama kau bisa menduduki kursi tahta dengan damai,aku merasa senang dan tenang. Kau akan menjadi kaisar masa depan,karna itu kau juga harus mempunyai keturunan yang banyak,tidak mungkin seluruh keturunanmu itu terlahir dari rahim ku saja,itu sangat melelahkan!". Di kata terakhir Han Yunxi menambahkan sedikit tawa.
Han shuo tidak tertawa ataupun tersenyum,tanpa alasan yang jelas dia menarik tubuh Han Yunxi ke dalam pelukannya kembali.
"Aku sangat mencintaimu,aku juga sangat mencintai anak ini". Han shuo berjongkok lalu mengelus perut buncit Han Yunxi,setelah itu tak lupa dia mencium perut Han Yunxi berkali-kali.
Han Yunxi terkekeh melihat kelakuan Han shuo."hei,saat anda seperti ini,aku benar-benar sangat terkejut,ternyata suamiku tidak sedingin yang aku pikirkan".
Saat mendengar ucapan Han Yunxi, Han shuo berhenti secara tiba-tiba lalu berdehem untuk mengembalikan wibawa nya.
"Ekhem,ayo kembali ke ruang makan,di sana masih ada putra mahkota kerajaan kota Hanjie". Han shuo berjalan lebih dulu namun tangannya menarik Han Yunxi secara pelan.
Han Yunxi tersenyum melihat Han shuo seperti ini,namun...di lain sisi hati nya,dia merasa semakin enggan untuk meninggalkan dunia novel ini,namun...ketika waktu itu tiba,mau tidak mau dia akan tetap kembali. Ayolah!!! Itu sangat menyesakkan hati jika terus di ingat!.
__ADS_1
plis vote nya:)