Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti

Masuk Kedalam Dunia Novel Dinasti
32


__ADS_3

Tatapan Han shuo fokus pada berkas laporan yang menumpuk di meja kerjanya,perlahan pintu ruangan kerja nya terbuka pelan.


Mu liyue masuk dengan senyum manis yang menggoda,hanfu ungu mudanya sangat serasi dengan kulit putih milik nya. Rambutnya di sanggul dan diberi beberapa tusuk rambut yang menambah kesan ayu.


"Liyue memberi salam kepada yang mulia".


Ketika mendengar suara itu,Han shuo segera menatap mu liyue lalu menganggukkan kepala kecil."ada apa?",tanya Han shuo dengan nada tak mau di ganggu.


Mu liyue menarik nafas pelan,lalu menjawab pertanyaan Han shuo dengan lembut."yang mulia,aku membawakan kue cemilan kesukaan anda,saya harap yang mulia berkenan untuk menyicipi nya".


Han shuo mengangguk."ya. Taruh saja di meja kayu itu,nanti akan ku makan".


Mu liyue merubah mimik wajah senyum nya menjadi cemberut."yang mulia,aku ingin melihat mu memakan ini".


Han shuo menghela nafas nya gusar,lalu memberhentikan kegiatan menulis nya sebentar.


"Baiklah,bawa kemari".


Mu liyue mengembangkan senyum nya kembali,lalu mengambil kotak makanan yang di pegang pelayan pribadi nya tadi. Dengan anggun,kaki nya berjalan ke arah Han shuo lalu berdiri tepat di samping pria itu.


Setelah kotak makanan itu di buka,Han shuo segera menjulurkan tangan nya untuk mengambil kue tersebut namun segera di tahan mu liyue.


"Tidak,biarkan saya yang menyuapi anda" ujar mu liyue dengan nada manja.


Han shuo lagi-lagi menghela nafas lalu mengangguk ringan.


Mu liyue memasukkan kue tersebut ke dalam mulut Han shuo dengan lembut,setelah Han shuo mengunyahnya dirinya segera bertanya."bagaimana rasanya?".


Han shuo mengangguk."hm lumayan,tidak buruk".


Mu liyue kembali memasang muka cemberut."hanya itu?"


"Ya aku suka dengan rasanya" ujar Han shuo yang kembali fokus menulis.


Walaupun rasanya tidak selezat buatan ibundanya,namun itu lumayan.


"Baiklah,aku akan membuatkan anda kue beras lebih banyak lagi!" Kata mu liyue dengan suara bersemangat.


Setelah selesai menyuapi Han shuo,mu liyue kembali berbicara.


"Yang mulia" dengan nada lirih bercampur manja khas dirinya.


"Apa?" Jawab Han shuo dengan nada datar.


"Aku.....aku...menginginkan seorang anak,kapan anda akan melakukannya dengan ku?" Ujar mu liyue dengan nada suara rendah.


"Hm ya lain kali" jawab pria itu cuek.


Mu liyue mencengkram hanfu ungu mudanya diam-diam."kapan?,yang mulia diriku ini sudah menunggu terlalu lama,bahkan putri mahkota saja sekarang telah mengandung. Selama tidur kau hanya berdiam diri di sampingku".


Han shuo mengerutkan kening nya,lalu beralih menatap mu liyue.


"Lalu kenapa?"


Mu liyue mendecih pelan."yang mulia,sebagai wanita mu aku iri!"


Han shuo menggeleng."kenapa kau harus iri?,bukankah posisi mu hanya seorang selir?,untuk apa kau iri dengan putri mahkota?,sampai kapan pun kau akan tetap selalu berada di belakang nya,jadi hilangkan kebiasaan iri itu"


Mu liyue menggigit bibir bawah nya,kali ini ucapan Han shuo sangat menusuk hatinya."yang mulia,kau tega berbicara seperti itu padaku?. Yang mulia,aku ini juga wanita milik mu,aku juga ingin mengandung anak mu,wajar bila aku mempunyai rasa iri terhadap putri mahkota. Dari awal aku menjadi selir mu,kau tidak pernah menyentuhku sama sekali !"


Sejujurnya Han shuo tidak mengerti dengan sikap mu liyue yang tidak terima dengan ucapannya,dimana yang salah?,bukan kah memang mu liyue hanya seorang selir?,kenapa dia terkesan tidak terima dengan apa yang baru saja dia ucapkan?.


Han shuo membuka mulutnya untuk menjawab ucapan mu liyue."jika ku bilang lain kali ya lain kali,apa kau ingin terus membantah?"

__ADS_1


Mu liyue terkesiap dengan ucapan Han shuo,matanya terasa panas,begitu juga hatinya. Perlahan mu liyue berjalan mundur sambil menatap Han shuo setelah itu berbalik dan berlari tanpa memberi salam.


Han shuo hanya menatap kepergian mu liyue dengan bingung,lalu mengangkat bahunya.


______


"Nona,aku harap kau tidak terlalu memikirkan gosip yang sedang di bicarakan para pelayan" ujar xuan dengan nada lembut.


Han Yunxi menggeleng."bagaimana mungkin aku tidak akan mendengarkan?,aku masih mempunyai kuping".


Xuan mengerjapkan matanya pelan."baiklah,kalau begitu jangan terlalu sedih,itu tidak baik untuk kesehatan dan kandungan anda".


Han Yunxi kembali menggeleng."aku merasa kematian tabib Wu adalah kesalahan ku".


Xuan memasang ekspresi terkejut mendengar ucapan Han Yunxi."ti...tidak-tidak,bagaimana mungkin itu salah anda?,tabib Wu mati bunuh diri,dimana letak kesalahan anda?".


Han Yunxi menggebrak meja."itu karna aku yang membuatnya di asingkan oleh yang mulia!".


Xuan terkejut melihat reaksi Han Yunxi,dirinya berlutut lalu memegang kaki Han Yunxi."nona,tidak...itu bukan salah anda,nona saya mohon jangan salahkan diri anda sendiri".


Han Yunxi menggeleng,dirinya benar-benar merasa sangat bersalah."Cukup,bangun lah". Xuan segera bangun dan menatap sedih ke arah Han Yunxi.


Han Yunxi menghela nafas gusar."siapkan makan siang".


Xuan mengangguk lalu berjalan pergi ke arah luar.


Tak lama suara Kasim yang kencang membuat dirinya menatap terkejut ke arah pintu. "Yang mulia putra mahkota datang".


Han Yunxi segera memberi hormat seperti biasa,Han shuo mengangguk lalu berjalan duduk ke arah bangku kayu milik Han Yunxi.


"Ada apa dengan ekspresi sedih mu itu?" Tanya Han shuo menatap lembut ke istri kesayangan milik nya.


Han Yunxi menggeleng lalu memaksakan sebuah senyum lembut ke arah Han shuo."ah ya...yang mulia,apa anda sudah mendengar kabar tentang kematian tabib Wu?".


"Yang mulia aku ada-" omongan Han Yunxi terpotong.


"Tenang saja,aku sudah mengirim jasad wu feiye kembali ke keluarganya".


Han Yunxi mengerjapkan matanya dengan terkejut,sejak kapan pria ini pandai membaca pikirannya?.


"Terimakasih". Ujar Han Yunxi singkat karna bingung ingin membalas apa.


Han shuo mengerutkan dahinya."kenapa kau memikirkan Hal tersebut?".


Han Yunxi menatap Han shuo."aku hanya merasa bersalah atas kematian wu feiye".


Han shuo menggeleng."untuk apa?".


"Karna diriku,dia harus menerima hukuman pengasingan darimu".


Han shuo terdiam, ekspresi nya berubah menjadi sulit untuk di tebak."jangan membahas hal itu".


Han Yunxi hanya menunduk,diam tidak menjawab ucapan Han shuo kembali.


Xuan masuk membuat Han Yunxi menoleh padanya. "Yang mulia,ini makan siang anda".


Han Yunxi mengangguk."terimakasih".


"Yang mulia,apa anda ingin ikut makan?" Sambung Han Yunxi.


Han shuo menggeleng."tidak,aku sudah kenyang memakan kue yang di berikan selir liyue".


Han Yunxi menghentikan sumpitnya sesaat."o...oh,baiklah"

__ADS_1


Han shuo menatap wajah Han Yunxi,lalu tersenyum tipis."suapi aku,tiba-tiba perutku terasa lapar".


"E...eh?,baik" jawab Han Yunxi terkejut. Saat memasukkan sepotong daging kemulut Han shuo,bibir Han Yunxi tersenyum.


"Apa makanan yang ada di kediaman ku lezat?".


Han shuo mengangguk."ya,ini enak".


Han Yunxi mengangguk lalu memasukkan sepotong daging kemulut nya sendiri.


"Apa selir selalu memiliki sifat iri hati?" Tanya Han shuo yang membuat Han Yunxi terkejut.


"A-apa?,maaf aku tidak begitu mendengarnya".


Han shuo menghela nafas pelan."apa selir selalu memiliki sifat cemburu?".


Han Yunxi terdiam sesaat.


"Untuk apa anda menanyakan hal ini?" Tanya Han Yunxi dengan nada santai.


"Selir liyue bilang kepadaku bahwa dia iri dengan mu yang sedang mengandung" jawab Han shuo.


"Lalu,apa jawaban yang mulia?" Tanya Han Yunxi lagi.


"Aku hanya bilang,kenapa kau harus iri?,bukankah posisi mu hanya seorang selir?,untuk apa kau iri dengan putri mahkota?,sampai kapan pun kau akan tetap selalu berada di belakang nya,jadi hilangkan kebiasaan iri itu. Sekarang jelaskan,dimana letak kesalahan ku?,setelah aku bicara seperti itu dirinya langsung berlari keluar dengan wajah sedih".


Han Yunxi menarik nafas dalam. Astaga apa pangeran ini sangat kaku?,wanita mana yang tidak sedih jika ada seorang suami yang berkata seperti itu pada dirinya?,jika dirinya berada di posisi mu liyue dia juga akan merasakan hal yang sama. Menurut Han Yunxi, Han shuo sangat terpaku dengan peraturan yang ada di istana ini,dia kurang mengerti dengan perasaan seseorang,terutama wanita. Dirinya lebih mengedepankan peraturan yang sudah tetap adanya. Ya... walaupun sifat mengedepankan peraturan itu bagus,namun... setidaknya dia mengerti dan menjaga perasaan wanita nya.


Han Yunxi membuka mulutnya untuk menjawab."yang mulia,selir liyue adalah wanita anda,wajar jika dia bersikap seperti itu,dia sedang cemburu"


Han shuo mengerutkan dahi nya sambil menggeleng."tidak-tidak,untuk apa cemburu?,bukan kah seharusnya dia senang karna kau hamil dan aku mempunyai keturunan?".


Han Yunxi menggeleng."yang mulia,selir jugalah wanita,mereka mempunyai perasaan. Aku adalah wanita mu begitu juga dia,dia memiliki hak untuk mengandung anak mu,wajar jika dia merasa iri melihat diriku hamil". Ujar Han Yunxi dengan nada yang bijak,pfftt jika boleh jujur,ada rasa kemenangan di dalam dirinya,namun tidak bisa dia ungkapkan karna ada Han shuo disini.


"Jika aku berada di posisi selir liyue,aku juga akan bersikap sama" lanjut Han Yunxi yang membuat Han shuo menatapnya.


"Lalu-" omongan Han shuo terpotong.


"Shutt,sudahlah makan saja ini" kata Han Yunxi sembari memasukkan potongan daging ke mulut Han shuo.


Han shuo menatap sebal ke arah Han Yunxi yang membuat Han Yunxi menyengir kuda.


Setelah selesai mengunyah daging di mulutnya,Han shuo kembali berbicara."hmmm,sudah berani memotong ucapan ku?",katanya dengan smirk menggoda nya,tangan nya menahan dagunya,mata elang nya menatap lurus ke arah Han Yunxi.


Han Yunxi mengerjapkan matanya pelan melihat wajah blasteran surga tersebut.


Han shuo mengerenyitkan dahinya sambil tersenyum."ada apa?",tanya nya dengan nada sedikit terkekeh.


Han Yunxi tersadar dari lamunannya,dirinya memaki diri sendiri di dalam hati. "Ti-tidak".


________


Han Yunxi berjalan ke arah istana utama. Selesai makan siang bersama putra mahkota,dirinya mendapat undangan perkumpulan para wanita Harem,bahkan dirinya sekarang berjalan beriringan bersama mu liyue ke istana utama.


Han Yunxi sangat membenci perkumpulan wanita Harem,mengingat kejadian saat pertama kali dia masuk ke istana ini dan berkenalan dengan para wanita Harem dirinya terkena bully selir kaisar karna tidak memakai riasan kepala sedikit pun.


Setelah memasuki ruangan,Han Yunxi dan mu liyue memberi salam pada permaisuri Fei Shu dan ibu suri.


"Han Yunxi,memberi salam pada yang mulia ibunda permaisuri dan yang mulia ibu suri".


"Selir Mu liyue memberi salam pada yang mulia permaisuri dan yang mulia ibu suri,serta para senior selir yang lain"


Setelah mengucapkan salam ibu suri dan permaisuri Fei Shu tersenyum ke arah keduanya,kecuali permaisuri matanya hanya fokus kepada Han Yunxi yang telah mengandung cucu nya.

__ADS_1


Mu liyue duduk ke arah bangku nya, sedangkan Han yunxi di panggil permaisuri dan ibu suri untuk duduk di bangku panjang yang sama.


__ADS_2