
Saat semua selir telah pergi. Xiao Yue mulai tertawa. "Jiejie,akting mu!,akting mu sangat bagus!!".
Han Yunxi yang tadinya memasang wajah serius dan marah,kini juga ikut tertawa."tentu saja..."
Mu liyue menepuk pundak Han Yunxi."hei jiejie,namun hanfu ini menjadi sobek karna Lin Mouer itu,aku benar-benar tidak menyangka dia berani merobek hanfu ku di depan dirimu dan Meimei Yue!". Mu liyue mendengus kesal.
Han Yunxi tersenyum."tenang saja...aku akan meminta orang untuk membuatkan yang baru untukmu".
Mu liyue hanya mengangguk lalu menghela nafas.
Xiao Yue menopang dagunya dengan lengan nya di atas meja."ya.. setidaknya dia tidak akan berani menyentuh jiejie Liyue untuk sesaat".
Han Yunxi mengangguk.
______
Setelah hari itu,Han Yunxi menghukum Lin Mouer dengan keras. Dia melarang Lin Mouer untuk berdandan dan mengenakan hanfu dengan kualitas bagus. Dia juga menyuruh orang dapur untuk menyiapkan nasi putih dingin untuk dia makan 1bulan kedepan.
Lin Mouer sangat kesal,namun dia tidak merasa kesal ke arah Han Yunxi,namun Mu liyue. Menurutnya karna Mu liyue, Han Yunxi jadi menghukum dirinya.
10 hari berlalu....Han Yunxi masih belum bertemu Han shuo.
Han Yunxi telah menyuruh pelayan untuk mencari tahu kegiatan Han shuo,dan tentunya mencari tahu apa dia tidak mengunjungi dirinya karna harus mengunjungi selir lain?.
Ketika mendengar laporan pelayan yang dia suruh,pelayan itu berkata. "Yang mulia,pelayan ini telah mencari tahu. Yang mulia kaisar tidak mengunjungi selir-selir nya,dia hanya melakukan pekerjaan di ruang kerjanya,dia benar-benar sibuk".
Han Yunxi selalu menghela nafas saat mengingat laporan itu.
Semenjak Han shuo menjadi kaisar,dia menjadi jarang bertemu dengannya.
Mengunjungi Han shuo?, Han Yunxi tidak berani menganggu waktu kerjanya.
Hari demi hari terus berganti, Han Yunxi selalu menulis di buku diary untuk mencurahkan isi hatinya.
Belakangan ini,dirinya sering mengalami sesak nafas,kadang batuk parah hingga mengeluarkan darah. Mungkin ini proses untuk dirinya kembali,dia harus sakit hingga mati,jadi ketika dia mati orang-orang akan menganggapnya mati karna terserang penyakit,jadi kematiannya tidak menjadi misteri.... MUNGKIN.
Han Yunxi menggengdong Han wuyu,senyum lembutnya selalu membentuk ketika melihat anaknya.
"Han wuyu.... Ibu...(batuk-batuk)". Han Yunxi segera menutup mulutnya dengan sarung tangan,saat selesai batuk,Han Yunxi melihat sapu tangannya terdapat noda darah.
Dia hanya menghela nafas....
"Lagi...lagi...". Gumam nya dengan suara sangat rendah.
"Nona, haruskah aku memanggil tabib?,kondisi anda sangat-". Xuan berbicara namun di potong Han Yunxi.
"Tidak perlu,aku tidak ingin berita bahwa diriku sakit menyebar. Jika hal itu menyebar para selir gila itu akan mulai memikirkan cara untuk mempercepat diriku mati!,apa kau mengharap kan hal seperti itu?!". Ujar Han Yunxi.
Xuan menggeleng dengan keras,matanya berkaca-kaca."tidak...tidak berani!,nona harus tetap hidup!". Lalu dirinya berlutut di kaki Han Yunxi.
Xuan benar-benar takut jika Han Yunxi benar akan meninggal dengan cepat.
Han Yunxi menghela nafas."xuan..berdirilah...jangan menangis,aku masih hidup".
__ADS_1
"Jika aku mati,aku memerintahkan mu untuk menjaga Han Wuyu". Lanjutnya.
Xuan menatap Han Yunxi."nona...mana mungkin aku bisa menjaga pangeran?,aku hanya seorang budak". Dirinya pasti akan melindungi Han Wuyu,namun statusnya hanya seorang budak. Jika nanti ada selir yang akan menyakiti Han Wuyu,xuan tidak bisa melindungi Han Wuyu.
Han Yunxi tersenyum."imperial concubine Yue dan selir Liyue juga akan menjaga Wuyu".
Xuan mengangguk lega,lalu dirinya berusaha tersenyum.
_______
Han Yunxi berjalan ke arah aula istana.
Setelah di depan pintu,dia berhenti. Penjaga pintu bingung,kemudian bertanya.
"Salam yang mulia permaisuri,apa anda ingin masuk?".
Han Yunxi menatap penjaga itu."tidak usah".
Setelah berdiri cukup lama,Han Yunxi mendengar tawa dari dalam ruangan.
"Yang mulia, lihat-lihat ini...kita menang besar!!". Itu adalah suara Kasim Coi.
"Ya benar!, akhirnya kita berhasil!". Suara itu....suara itu adalah milik Han shuo!.
Han Yunxi tersenyum.
'baguslah...dia baik-baik saja'.
Setelah itu Han Yunxi berbalik untuk pergi,namun sebelum itu."jangan beritahu yang mulia bahwa aku kemari".
Han Yunxi kembali dengan senyum manis,saat berjalan menuruni tangga,suara yang hangat segera memanggil nya. "Istri tercinta!".
Han Yunxi menoleh dan melihat Han shuo yang berlari ke arahnya.
"Kenapa kau tidak masuk?". Tanya Han shuo dengan dahi berkerut.
Han Yunxi tersenyum."aku hanya tidak ingin mengganggu waktu kerja mu".
Han shuo hanya menghela nafas,lalu menarik Han Yunxi ke taman bunga dekat aula kerajaan.
Mereka duduk di kursi taman berdua.
"Rasanya sudah 100 tahun lebih tidak bertemu dengan mu". Ujar Han shuo berbaring di paha Han Yunxi.
Han Yunxi terkekeh."anda sangat berlebihan!,ini baru 10 hari!".
Han shuo hanya tersenyum.
(Uhuk uhuk) Han Yunxi segera mengambil sapu tangan untuk menutup mulutnya.
Saat selesai terbatuk,dia melihat sapu tangannya lagi. Darah....darah ini muncul lagi!.
Han Yunxi segera melirik ke arah Xuan untuk segera mengambil sapu tangan nya agar Han shuo tidak tahu.
__ADS_1
Setelah sapu tangan itu sudah di sembunyikan Xuan, Han shuo membuka matanya lalu bertanya."apa kamu sakit?".
Han Yunxi tersenyum sembari menggeleng pelan."tidak,aku hanya kelelahan biasa".
Han shuo mengernyit."namun wajah mu sangat pucat,dan lagi untuk apa dirimu memakai mantel di malam yang panas ini?".
Han Yunxi terkekeh."aku sedang ingin memakainya saja,ini adalah hadiah dari Ibu mertua".
Han shuo ingin terus bertanya,namun dirinya memutuskan untuk kembali menutup mulutnya.
"Yang mulia ini sudah cukup larut malam,anda harus segera istirahat,aku juga akan kembali ke kediaman ku". Kata Han Yunxi sembari mendorong lembut kepala Han shuo yang tengah berbaring di kedua pahanya.
Han shuo duduk lalu menatap Han Yunxi."ayo,aku akan bermalam di kediaman mu".
Han Yunxi mengangguk senang,saat dirinya ingin segera berjalan,suara Kasim Coi membuat langkah mereka terhenti.
"Hormat kepada kaisar dan permaisuri".
Han shuo mengangguk. "Ada apa?".
"Yang mulia,ada beberapa pejabat yang meminta untuk bertemu dengan anda". Jawab Kasim Coi.
Han shuo menghela nafas diam-diam."perintahkan mereka untuk kembali,ini sudah larut malam,Zhen ingin beristirahat".
Kasim Coi menjawab dengan takut-takut."namun...yang mulia...ini...para pejabat itu memaksa,mereka mengatakan ini masalah pembangunan daerah baru".
Han shuo memijit pelipisnya,lalu berlaih menatap ke arah Han Yunxi untuk meminta pendapat.
Han Yunxi hanya mengangguk dan tersenyum,menandakan wanita itu setuju.
Han shuo menghela nafas."ya, Zhen akan menemui mereka,kamu bisa pergi terlebih dahulu".
"Baik".
Saat Kasim Coi pergi, Han shuo memeluk tubuh Han Yunxi secara tiba-tiba.
"Eh?yang mulia?".
Han Yunxi tersenyum dan sedikit mengusap punggung Han shuo.
"Lain kali aku akan mengunjungi mu". Kata Han shuo sembari memperkuat pelukannya.
Han Yunxi terkekeh."iya iya, permaisuri ini akan menunggu mu,hei...yang mulia,pelukan anda terlalu erat".
Han shuo segera melonggarkan pelukannya dan diam-diam tersenyum.
"Bagaimana dengan Han Wuyu?". Tanya Han shuo sebelum beranjak pergi.
"Anak kita sangat sehat". Jawab Han Yunxi simpel.
Han shuo mengangguk."aku akan menyelesaikan seluruh pekerjaan ku dulu,setelah semuanya beres aku akan mengunjungi mu terlebih dahulu". Setelah itu Han shuo mengusap lembut pucuk kepala Han Yunxi dan berbalik pergi.
Han Yunxi memandang punggung Han shuo yang tengah berjalan.
__ADS_1
"Ya..aku akan menunggumu...." Ucap nya pelan
"Jika masih ada waktu". Lanjutnya.