
Malam Harinya
Jam 6.45 Indah sudah siap dengan mengenakan kaos, jeans dan jaket serta tak lupa tas kecil dan sepatu kets.
Indah memang wanita yang tidak terlalu ribet dengan penampilan, sehari-hari dia lebih suka memakai kaos dan jeans saja.
Indah tidak begitu feminim namun tidak juga tomboy. Casual, yah mungkin itu lah sebutan yang pas untuk karakter fashion Indah.
Greeeeeeeeeeeennnnnnnnnggggggg……..
“Sayang, sepertinya nak Bayu sudah sampai tuh” Seru mamah dari ruang tv.
“Iah mah Indah juga udah siap ko” Jawab Indah yang sedang menuruni tangga.
Sementara di pintu depan sudah ada sosok laki-laki yang lumayan tampan sedang menunggu seseorang dibalik pintu.
“Selamat malam bi, Indahnya ada ?" Tanya Bayu pada bi Ani.
“Ada den, silahkan masuk dulu, biar bibi panggilkan non Indah sekalian bibi bawakan minum” Jawab bi Ani.
“Tidak usah repot membawakan minum bi, karna saya juga tidak akan lama” Jawab Bayu dengan ramah.
Belum juga bi Ani memanggil Indah, ternyata dia sudah datang menemui Bayu bersama dengan bu Lisna.
__ADS_1
“Hai Bay…” Sapa Indah.
“Eh Indah, malam tante” Sapa Bayu dengan senyum yang sedikit terlihat gerogi.
“Malam nak, ini pasti nak Bayu ya ? Indah sudah banyak cerita tentang kamu.” Ucap bu Lisna.
Bayu hanya mengangguk dan sedikit tersenyum sambil salah tingkah dan berfikir apa kira-kira yang diceritakan Indah pada mamahnya.
Namun belum juga Bayu menemukan jawabannya, ia dikejutkan lagi dengan pertanyaan bu Lisna.
“Mau lagsung berangkat atau mau duduk-duduk dulu ?” Tanya bu Lisna.
“Sepertinya langsung saja tante, soalnya takut telat” Jawab Bayu.
Mereka hanya mengangkuk menyetujui ucapan bu Lisna.
Setelah keduanya berpamitan, kemudian Bayu melajukan mobilnya dengan kecepaan yang lumayan tinggi karena takut terlambat.
Sampailah mereka disebuah stadion terbesar di kota itu yang sudah di sulap menjadi panggung konser oleh pihak panitia.
Didalam stadion Indah terlihat sangat bahagia terlebih grup band yang sedang ia tonton saat itu adalah grup band favoritnya semasa SMP dan lagu-lagunya tidak lekang oleh zaman dan masih enak didengar sampai saat ini.
Indah sangat menikmati konsernya, dia hafal semua lagu yang dimainkan dalam pertunjukan tersebut.
__ADS_1
Bayu yang melihat Indah bahagia ikut merasakan kebahagiaan yang sama.
Tanpa sadar, disela-sela mereka bernyanyi terkadang mereka saling berpegangan tangan dan sungguh sangat terlihat raut bahagia diantara keduanya.
"Bay, thank’s ya udah ngajakin aku kesini” Ucap Indah dengan senyum sumringah.
“*Ia sama-sama Ndah, aku yang terimakasih karena sudah mau menemani aku nonton”
Ternyata Bayu masih sangat inget betul semua detail tentang diriku. Ah beruntungnya aku punya sahabat yang sangat baik seperti Bayu ini*.
Flashback On
Setelah pertemuan mereka di caffe itu, malam harinya didalam mobil dalam perjalanan dari kantor menuju rumahnya, Bayu mendengarkan siaran radio dan kemudian ada iklan yang menginformasikan tentang konser band lagend ibu kota yang ternyata itu adalah band kesukaannya Indah.
Seketika Bayu mendapatkan ide untuk mengajak Indah berkencan.
Akhirnya Bayu memesan 2 tiket konser untuknya dan Indah.
Namun Bayu tidak ingin langsung memberitahu Indah tentang konser itu, sebab Bayu takut jika diberitahu dari jauh-jauh hari Indah akan menolaknya dengan berbagai alasan.
Untuk itulah sengaja Bayu mengajaknya secara mendadak sehingga tidak ada alasan Indah untuk menolak ajakannya itu.
Flashback Off
__ADS_1