
Tengtong….. tengtong….
Suara bel rumah Indah berbunyi.
“Selamat malam den, cari siapa ya ?” Tanya bi Ani.
“Selamat malam bi, Indah nya ada ?”
“Oh non Indah, ada, silahkan masuk dulu, biar bibi panggilkan.”
Tidak berselang lama Indah dan kedua orang tuanya datang ke ruang tamu.
“Malam om, malam tante, malam Ndah..” sapa Angga dengan senyum manisnya.
“Malam juga…” Jawab ketiganya dengan kompak.
Seteleh itu mereka duduk kembali dan Angga mulai mengobrol dengan ke dua orang tua Indah.
"Jadi malam ini kalian mau pergi kemana ?” Tanya pak Andy kepada Angga.
“Ah tidak kemana-keman om hanya saja saya ingin mengajak Indah makan malam om, tante, itupun jika om dan tente mengizinkan" Sahut Angga.
__ADS_1
Indah hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sambil sesekali ia merasa kagum dengan keberanian Angga menghadapi kedua orang tuanya.
“Ya sudah kalau begitu segera lah berangkat nanti keburu kemaleman, inget jangan pulang terlalu larut yah.” Jawab bu Lisna.
Indah dan Angga hanya mengangguk kemudian berpamitan dan mencium tangan kedua orang tuanya di ikuti oleh Angga kemudian mereka segera keluar rumah.
"Kamu gapapa kan kalau kita pergi pakai motor ?" Tanya Angga sambil menyodorkan helm yang akan dipakai untuk Indah.
Indah hanya mengangguk dan tersenyum kemudian mulai menaiki jok belakang dan berpegangan erat di kedua pundak Angga.
Meskipun dirumahnya ada beberapa mobil berjejer, tapi Angga lebih menyukai bepergian dengan sepeda motor kesayangannya.
Baginya itu akan sangat menghemat waktu sebab mengingat jalanan ibu kota yang sangat padat membuat nya engga untuk bermacet-macetan.
“Nanti juga kamu tau.” Jawab Angga dengan singkat sambil tersenyum dibalik kemudi motornya.
Sepanjang jalan yang terdengar hanya suara hembusan angin, suara kendaraan dan klakson yang saling bersahutan.
Setelah kurang lebih 30 menit membelah jalanan kota, kini mereka mulai memasuki jalanan perkampungan yang lumayan sepi dan jauh dari hingar-bingar ibu kota.
Perasaan Indah semakin tidak karuan, kemana sebenarnya Angga akan membawanya pergi, kenapa jalanannya sepi begini.
__ADS_1
"Mau kemana sih ? ko masuk jalan perkampungan gini ?" Tanya Indah semakin cemas.
Kebali Angga hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Indah.
"Anggaaa.... Jangan macem-macem ya kamu, awas aja kalo berani macem-macem aku ga segan-segan......."
Belum selesai Indah mengeluarkan keluh kesahnya, seketika tangan Indah yang sedari tadi berada di samping pinggang Angga, ditariknya kearah depan melingkar di pinggang Angga.
Indah merasa kaget dan juga tersenyum bahagia dengan perlakuan Angga, membuat nya sedikit salah tingkah.
Angga tersenyum dengan apa yang terjadi saat itu kemudian mulai berkata.
"Tenang aja aku ga akan mungkin menyakiti orang yang aku sayang, tunggu saja sebentar lagi kita sampai"
Sahut Angga menenangkan perasaan Indah.
Mendengar itu semakin membuat Indah salah tingkah dan melayang-layang di buatnya.
Sebetulnya apa yang akan dilakukan laki-laki ini ? kenapa begitu so misterius gitu si membuat aku tambah penasaran
Gumam Indah dalam hatinya.
__ADS_1
Kini sepanjang jalan hanya keheningan yang terjadi, tidak ada pertanyaan yang keluar dari mulut Indah lagi, dia begitu sangat menikmati perjalanan itu.
Tangan Indah melingkar sangat erat di balik pinggang Agung, membuat Agung semakin tersenyum bahagia dan membuat nya tidak ingin mengakhiri perjalanan itu.