MATAHARI SENJAKU

MATAHARI SENJAKU
KETEMU LAGI


__ADS_3

"Haiii Angga” Sapa Intan.


“Kalian baru mau makan atau sudah selesai makan ?” Tanya Angga


“Kami baru mau makan tapi sepertinya tidak ada tempat duduk yang kosong, jadi ya kayanya harus mengantri dulu atau mencari tempat makan lain” Sahut Intan dengan sedikit cemberut.


“Oh kalau begitu kalian gabung saja bersama ku” sambil menunjuk sebuah meja yang sudah terisi dua orang yang nampak sedang menunggu makanan.


"Ich gabung sama lo ??? Ogah banget gue, mending kelaperan daripada gue harus duduk makan semeja sama orang yang so kenal kaya lo." Celetuk Indah dengan ketusnya.


kriuuukkkk..... kriiiuuuuukkkkk....


Tiba-tiba terdengar suara bunyi perut Indah.


Angga dan Intan saling menatap dan replek tersenyum.


"Udah lah ayo makan, jangan gengsi gitu, kasian tu cacing yang ada di dalem perut mu sudah meronta-ronta minta makan." Goda Intan.


Indah menyadari bahwa kedua orang itu mendengarkan suara perut yang sedari tadi sudah berbunyi karena kelaparan, sehingga akhirnya ia tidak kuasa menolak ajakan Intan dan juga Angga untuk makan bersama.


kali ini kau bisa menang cowo nyebelin, tapi lain kali jangan harap


Guman Indah.


Angga hanya tersenyum kearah Indah dengan penuh kemenangan.

__ADS_1


Indan dan Intan mengikuti langkah Angga dari belakang. Sampailah di meja yang dituju, disana sudah ada Agung dan Rika yang sudah menunggu.


“Ndah, Ntan kenalin ini Rika, dan ini Agung partner kerja juga sahabat ku” sahut Angga memperkenalkan kedua sahabatnya.


Indan, Intan, Rika dan Agung saling berjabat tangan sambil menyebutkan nama masing-masing.


Agung yang terpesona dengan wajah Indah hanya bisa bengong menatap Indah sambil terus memegangi tangannya Indah.


Sedang Indah hanya tersenyum heran memandang ke arah Agung.


Sontak pemandangan ini membuat Angga sedikit kesal dan langsung membuyarkan lamunan Agung.


"Ekkhhheeemmm...Ekkkhheemmmm" ucap Angga.


"Ehhh ia so....sorry, ayo silahkan duduk" perintah Agung pada Indah.


Umpat Angga dengan wajah sedikit ditekuk tidak suka.


Indan dan Intan pun duduk secara bersamaan dan mulai memesan makanan.


Agung terlihat terus tersenyum menatap Indah membuat Angga semakin kesal sampai-sampai dia sedikit mengacuhkan Intan yang sedari tadi terus melontarkan berbagai pertanyaan yang hanya dijawab oleh Rika.


“Eh kalian disini sedang apa? Karna ga mungkin kan kalau kalian sengaja datang kesini jauh-jauh hanya untuk makan saja ?” tanya Agung pada Intan dan Indah dan hanya dijawab oleh Intan.


“Kami kerja disini sekarang, eh magang maksudnya, kalian sendiri pasti tempat kerjanya sekitaran sini juga ya ?” Tanya Intan kembali.

__ADS_1


“Iya, tuh di sebrang caffe, kami kerja disana” Ucap Rika.


“Oalah itu kan studi foto yang aku booking untuk acara wedding aku nanti” Sahut Intan.


“Wah serius ? ko bisa kebetulan yah ?” Jawab Agung dengan antusias.


Agung, Rika dan juga Intan masih membahas tentang konsep pernikahan Intan, sedang Indah hanya fokus dengan makanan dan handphone nya, dan Angga sesekali mencuri pandang pada Indah.


"Apa lo liat-liat ?" Ucap Indah mengagetkan Intan, Agung dan Rika yang sedang membicarakan konsep wedding Intan.


Angga hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Dasar orang aneh." Kembali Indah hanya menggerutu pada Angga yang hanya senyum-senyum saja.


"Indah, kamu kenapa sih, udah dong ah perasaan kesel mulu tiap ketemu Angga." Ucap Intan.


Indah hanya diam sambil kembali memakan makanan yang ada dihadapannya dengan penuh rasa kesal dan emosi.


Jam makan siang pun selesai, mereka semua kembali pada aktivitas masing-masing.


Didalam kantor Intan melihat wajah Indah yang sangat kesal.


"Cie abis ketemu gebetan ko muka nya di tekuk gitu sih ?" Goda Intan.


"Maksud mu ?" Tanya Indah dengan sedikit mengernyitkan kedua alisnya.

__ADS_1


Intan hanya tersenyum memandangi sahabat nya yang kini sedang kesal karena ulahnya.


"Suuuutttt udah balik kerja sana jangan menggosip terus" Ucap Indah dengan kesal.


__ADS_2